
Manado — Tagar dan istilah buang dalam jo atau biasa ditulis #buangdalamjo kini viral di media sosial khususnya Instagram dengan para penggunanya yang ada di Sulawesi Utara.
Bagi warga Manado, istilah buang dalam jo dianggap mengandung makna negatif, sehingga saat tagar ini muncul, beragam komentar pun bermunculan.
Padahal, #buangdalamjo yang dipopulerkan dan dikampanyekan oleh komunitas social media Manado ini memiliki makna penting terutama bagi lingkungan hidup dan kesehatan.
Kepada BeritaManado.com, Andrew Palit, mewakili social media Manado atau komunitas #socmedmanado mengatakan, ide #buangdalamjo muncul dari anak-anak #socmedmanado untuk mengkampanyekan gerakan harus buang sampah pada tempatnya.
“Tagar ini dipilih memang agak berisiko disalah artikan, tapi untuk membuat suatu awareness di social media saat ini, kami pilih tagar ini, karena menurut kami, tagar buangdalamjo ini kuat mo bakupukul (bersaing) dengan tagar-tagar lainnya, termasuk didalamnya goyang dua jari, tik tok, dan kawan kawan. Kami yakin yang berpikir terang pasti akan mengartikannya dengan terang,” ujar Andrew.
Andrew pun mengungkapkan, selain #buangdalamjo dikampanyekan lewat foto dan video di Instagram dan social media lain, ternyata buang dalam jo juga dikampanyekan lewat lagu oleh #socmedmanado dan lagunya dibuat oleh Tianstorm dari Bassgilano.
“Ini gerakan yang dilakukan dengan tanpa niatan promosi brand apapun, kami ingin gerakan ini menjadi viral, bahkan kami ingin masyarakat mengunggah gaya buang sampah paling kreatif dalam bentuk video ataupun foto, dan yang pasti mesti bebas SARA dan pornografi,” kata Andrew.
Kampanye yang dilakukan oleh para admin dengan jumlah follower terbanyak di Manado ini dipastikan oleh Andrew menyasar generasi milennial dan kedepan akan membuat produk campaign untuk generasi Baby Boomer dalam rangka meningkatkan awareness buang sampah, karena menurut hasil observasi #socmedmanado, dari generasi tersebut, banyak yang buang sampah sembarang.
“Goalnya tentu milennial jadi suka buang sampah dan sadar buang sampah pada tempatnya itu keren. Makanya, kampaye ini betul betul murni tanpa ada kepentingan komersil dan gerakan ini tidak dibayar sepeser pun, BASSGILANO pun sukarela membuat lagu. Kami hanya ingin ada impact nyata untuk Sulawesi Utara,” jelas Andrew.
(srisurya)
