
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan China University of Petroleum, Beijing (CUPB) memperkuat kemitraan akademik serta riset di bidang energi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di kampus ITB, Bandung, pada Kamis (16/7/2026).
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menjelaskan bahwa hubungan kerja sama antara kedua perguruan tinggi telah berlangsung sejak 2012 dan kini diperluas agar memberi manfaat yang lebih besar.
“Kami telah memiliki kerja sama sejak tahun 2012 dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Kini saatnya kita memperluas ruang lingkup kolaborasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua universitas,” kata Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam keterangan resminya.
Melalui kesepakatan tersebut, ITB dan CUPB akan memperkuat kolaborasi akademik melalui pertukaran mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana, pertukaran dosen dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum serta program pendidikan, pelaksanaan riset bersama, penyelenggaraan konferensi pendidikan, hingga pertukaran publikasi, informasi, dan berbagai materi ilmiah.
Prof. Tatacipta mengatakan kedua universitas memiliki fokus keilmuan yang sejalan, mulai dari solusi perubahan iklim, perminyakan, petrokimia, hingga bahan bakar berkelanjutan.
Menurutnya, kesamaan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan riset bersama, memperkuat kolaborasi dengan industri, sekaligus mendorong pengembangan teknologi yang mendukung transisi energi.
Sementara itu, Chancellor CUPB Wang Tongqi menyampaikan bahwa pembaruan MoU menjadi landasan untuk memperkuat kolaborasi strategis kedua universitas dalam menghadapi tantangan transisi energi.
Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi penyimpanan hidrogen, penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, and storage/CCUS), teknik kelautan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di bidang teknik perminyakan.
“Kami berharap kemitraan ini dapat berkembang ke tingkat yang lebih strategis serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kerja sama energi antara China dan Indonesia,” kata Wang.
Selain kerja sama dengan CUPB, ITB juga menjalin program gelar ganda bersama Southwest Jiaotong University (SWJTU) di bidang teknologi perkeretaapian serta Central South University (CSU) di bidang metalurgi.
Sebelumnya, pada 8 Juli, ITB juga menandatangani Research Collaboration Agreement (RCA) dengan Tsinghua University untuk kerja sama riset di bidang energi, keberlanjutan, kedokteran, perencanaan kota, dan kebijakan publik.
(Konten dipublikasikan dengan izin dan kerja sama dengan Kantor Berita Xinhua)
