
Minut, BeritaManado.com — Pemandangan yang tidak lazim terlihat di Ruang Paripurna DPRD Minahasa Utara (Minut), Jumat, (15/8/2025).
Di tengah momentum penting mendengarkan Pidato Tahunan Presiden RI Prabowo Subianto, sejumlah besar kursi anggota dewan justru tampak kosong.
Fenomena ini memicu pertanyaan serius tentang komitmen, etika, dan rasa nasionalisme para wakil rakyat di Minut.
Pantauan wartawan, sidang paripurna yang dibuka oleh Ketua DPRD Minut, Vonny A. Rumimpunu pukul 09.58 WITA, hanya dihadiri oleh 13 dari 30 anggota dewan.
Sebuah jumlah yang sangat minim, terutama untuk agenda nasional yang sangat vital.
Keterlambatan dan ketidakdisiplinan ini menjadi sorotan tajam, terlebih ketika Bupati Joune Ganda hadir tepat waktu.
Aktivis Minut, Husein Tuahuns, menyayangkan sikap para anggota dewan yang dianggap tidak peka terhadap kepentingan rakyat.
“Pidato kenegaraan presiden yang digelar setahun sekali ini merupakan agenda nasional yang vital,” tegas Husein sembari menambahkan pidato tersebut memuat kebijakan dan program pemerintah pusat yang seharusnya menjadi panduan bagi implementasi program di daerah.
Husein menilai fenomena ini sebagai cerminan dari kegagalan kepemimpinan di internal dewan.
“Ini gambaran kinerja ketua dewan yang tidak mampu memobilisasi anggotanya untuk hadir,” kritiknya.
Ia secara gamblang mempertanyakan kredibilitas dan nasionalisme wakil rakyat itu, mengingat pidato presiden bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan panduan arah kebijakan yang akan memengaruhi kehidupan masyarakat hingga ke daerah-daerah.
Husein menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa dedikasi terhadap tugas dan tanggung jawab harusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap formalitas.
Meskipun dalam perjalanannya jumlah anggota dewan yang hadir bertambah, hingga pukul 10.58 WITA, atau satu jam setelah sidang dimulai, hanya 21 anggota dewan tercatat hadir.
(Alfrits Semen)
