Manado – Ikatan Pelajar NU (IPNU) Sulut memberi dukungan penuhnya kepada pasangan Jokowidodo dan Jusuf Kalla (JKW-JK) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.
“Apalagi yang kita ragukan, dukungan rakyat ke pasangan Jokowi-JK sulit terbendungkan lagi, Kemenangan pasangan ini merupakan kemenangan rakyat Indonesia. Sosok sederhana, penampilannya yang menawan merupakan figur pemimpin Jujur dan bersih itulah kebutuhan mendesak bangsa ini,” ujar Ketua IPNU Sulut, Ikhsan Saruna kepada beritamanado.
Dirinya juga menghimbau kepada segenap kader IPNU untuk mengkonsolidasikan dukungan ini hingga ke desa-desa di Sulawesi Utara. (risat)

UU PILPRES NO. 42 TAHUN 2008
Pasal 6
(1) Pejabat negara yang dicalonkan oleh Partai Politik atau
Gabungan Partai Politik sebagai calon Presiden atau calon
Wakil Presiden harus mengundurkan diri dari jabatannya.
(2) Pengunduran diri sebagai pejabat negara sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) paling lambat pada saat didaftarkan
oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik di KPU sebagai
calon Presiden atau calon Wakil Presiden yang dinyatakan
dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik
kembali.
(3) Surat pengunduran diri sebagai pejabat negara sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada KPU oleh Partai
Politik atau Gabungan Partai Politik sebagai dokumen
persyaratan calon Presiden atau calon Wakil Presiden.
Pasal 7
(1) Gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, dan
wakil walikota yang akan dicalonkan oleh Partai Politik atau
Gabungan Partai Politik sebagai calon Presiden atau calon
Wakil Presiden harus meminta izin kepada Presiden.
Artinya jika Gubernur selaku Pejabat Negara hendak mencalonkan diri menjadi calon presiden, maka ia harus :
1. Meminta ijin pada presiden…
2. Setelah meminta ijin, selaku Pejabat Negara, Gubernur harus mengundurkan diri…
UU NO. 43 TAHUN 1999
PASAL 11
(1) Pejabat Negara terdiri dari atas :
a. Presiden dan Wakil Presiden;
b. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat;
c. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Dewan Perwakilan;
d. Ketua, Wakil Ketua, dan Ketua Muda, dan Hakim Agung pada Mahkamah Agung, serta
ketua, Wakil Ketua, dan Hakim pada semua Badan Peradilan;
e. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Dewan Pertimbangan Agung;
f. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
g. Menteri dan jabatan yang setingkat Menteri;
h. Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh;
i. Gubernur dan Wakil Gubernur;
j. Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota; dan
k. Pejabat Negara laninya yang ditcnttikan oleh Undang- undang
Jumat 6 Juni 2014 telah terdaftar di Mahkamah Konstitusi…
Gugatan perihal Uji Materi UU Pilpres No.42 tahun 2008 pasal 6.
Penegakkan hukum di negeri ini terancam bahaya jika Jokowi-JK terpilih…
Jokowi yang dimandatkan oleh Sumpah Jabatan yang mengatakan bahwa Gubernur akan menjalankan Konstitusi sebaik-baiknya dan selurus-lurusnya…
Kenyataan…Jokowi sangat lihai dan cerdik mengakali hukum dan undang-undang untuk bisa disiasati sesuai dengan kebutuhan mereka…
1. UU mengatakan bahwa jika menjadi capres, gubernur harus mengundurkan diri, tapi jokowi mencari2 celah hukum dan menyiasatinya agar ia bisa menjadi capres dan tidak mengundurkan diri…
2. Ketika UU mengatakan bahwa seorang Pejabat Negara tak boleh menerima Janji, Hadiah, Sumbangan atau Pemberian dalam bentuk apapun senilai lebih dari 500rb, Jokowi sang Gubernur DKI membuka kotak sumbangan untuk biaya kampanye…dan sekali lagi jokowi mencari celah2 hukum untuk menyiasatinya…
3. Transjakarta, sebuah proyek didepan mata, hidung jokowi yang menjadi proyek mercusuar, dan diketahui persis oleh jokowi semua aktivitas proyek itu….Bisa dikorupsi dan dimanipulasi di depan hidung Jokowi….!!!!
Selain itu, Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa ia dilaporkan BI soal Century sebesar 2,7 TRILIUN dan JK mengatakan bahwa itu adalah perampokan…
Jadi JK tahu bahwa bailout century adalah pelanggaran…dan selaku wakil presiden JK TIDAK MELAKUKAN SESUATU…untuk mencegah kebocoran uang negara…dan JK membiarkan saja perampokan itu terjadi hingga membengkak menjadi 6,7 TRILIUN dari 2,7 T yang dilaporkan padanya…
Biasanya yang klemer-klemer dan lugu sering di bully yg suka nekad…tahu2 lawan sudah basah, ciri gigi.
Negara besar pemimpin lugu dan jujurlah yg kita butuh. Karna kita besar jadi mau ngebanting tetangga yg kecil ngeyel akan sangat mudah seperti ini: http://www.youtube.com/watch?v=SnbINwBxg0Y
Jika menjadi Presiden…JOKOWI HARUS MENURUTI KATA MEGAWATI…
Jika tidak..????
Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla merupakan pasangan paling tidak punya apa-apa di DPR RI…
artinya dalam keadaan paling buruk dimana partai anggota koalisi dan ‘the big bos megawati’ tidak lagi mendukungnya apalagi menentangnya….Jokowi dan Jusuf Kalla tidak punya SATUPUN anggota legislatif yang menjadi bawahan mereka…
Bagi Prabowo-Hatta yang merupakan Ketua Umum Gerindra dan Ketua Umum PAN…
mereka punya anggota legislatif yang sepenuhnya mendukung sang Ketua Umum sebanyak…73 Kursi Gerindra dan 49 PAN..sejumlah 122 kursi…
Jokowi – Jusuf Kalla = 0 kursi…
Megawati punya 109 Kursi…
jadi berani bilang bahwa Jokowi tak akan mematuhi Megawati…???
Atau kamu Rhenald yang termakan pencitraan dari Prabowo ?
Prabowo itu apa? Apa yang dia beking for suatu daerah ? Nol besar…
Katanya putra daerah tapi apa yg dia pernah sumbangkan untuk Minahasa ? Nol besar…….!
Prabowo itu cuma umbar janji yang tidak mungkin dia penuhi. Sudah ketahuan pakai Black Campaign, Fadli Zon sewaktu di ILC cuma nyengir aja, malu dia ketahuan.
Kalau Jokowi itu memang wong deso. Dia sewaktu tinggal di bentaran sungai pernah di gusur. Sekolah sangat susah dan itu kenyataannya.
Kesuksesan Jokowi ? Banyak sewaktu di Solo 2 periode, Jakarta walau cuma sebentar karena panggilan ibu pertiwi yang dalam keadaan sekarat maka dia bersedia menjadi CAPRES.
Lihat saja sekarang dari Partai GOLKAR, PAN, bahkan dari Gerindra petinggi partai banyak yang mendukung JOKOWI karena memang orangnya bersih.
HIDUP CAPRES JOKOWI – CAWAPRES JK
ni orang jelas korban pencitraan media, Jokowi mana pernah makannya singkong?? dr kecil dia tuh udah kaya, anak pengusaha mebel kakeknya lurah dr jaman bung karno. mana ada cerita sederhana… klo cuma ramah, apa adanya, dll dulu suharto juga gitu , ga usah heran, tp apa iya bangsa begini besar mau dipimpin ma org yg klemar-klemer kyk gini?? bisa2 malaysia ikutan seneng nih,, bisa nyaplok pulau di sulawesi,, #ngenes