Ia berpasangan dengan Tetty Paruntu sebagai Cabup Minsel.
Paket yang dikenal dengan julukan PAKAR ini, diusung oleh PDI Perjuangan.
Akhirnya, pasangan Tetty Paruntu-Franky Wongkar berhasil meraih suara terbanyak dan dinobatkan sebagai orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Minsel.
Kematangannya dalam berpolitik kembali dibuktikannya selama menjadi wakil bupati.
Kehidupan ekonominya memang mengalami perubahan.
Namun tidak meningkat tajam, Franky masih sering membantu isteri tercintanya di dalam rumah.
Saat isterinya mencuci piring di dapur, tak jarang Putra Asli Minsel ini kedapatan sedang menyeterika baju, kendati sudah menyandang predikat top eksekutif.
Karakter pribadinya tetap seperti sedia kala, sederhana dan merakyat.
Sudah hampir 5 tahun ia menjalani tugas sebagai Wabup Minsel.
Politisi kawakan ini menyadari betul posisinya sebagai orang nomor dua di Minsel.
Ia tak mau berkonfrontasi dengan bupati, kendati mungkin beberapa kali bersilang pendapat.
Franky mengakui akan menjaga hubungannya dengan bupati tetap harmonis hingga berakhir masa periode.
Lagian dikatakannya, paket PAKAR diusung oleh PDI Perjuangan, partai tempatnya bernaung.
Di Pilbup Minsel 2020, Franky telah mendapatkan sinyal positif akan diusung PDI Perjuangan sebagai calon bupati.
Sebagai kader partai, ia mengaku siap mengemban amanat itu.
Kendati bakal mendapat mandat partai pemenang Pemilu 2019 ini, Franky tak mau jumawa. Ia mengatakan pemegang kekuasaan sesungguhnya ada di tangan rakyat.
“Bupati itu adalah pelayan rakyat. Siapa pun yang akan mencalonkan diri sebagai bupati, harus bisa merebut hati rakyat. Marilah kita berkompetisi secara positif mencari suara rakyat lewat rekam jejak, program dan visi dari kandidat,” ungkap Franky.
(Ronald/Lex)
