Sungai Girian yang meluap merendam sejumlah pemukiman (foto beritamanado)
Bitung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Bitung menyatakan hampir seluruh wilayah Kota Bitung kini mengalami bencana. Mulai dari banjir, longsor dan pohon tubing menurut Kepala BPBD Pemkot Bitung, Adry Supit saat ini terjadi di delapan kecamatan Kota Bitung.
“Saat ini kita masih terus melakukan pendataan sekaligus memantau pemukiman yang terkena bencana,” kata Supit, Rabu (4/2/2015).
Supit mengatakan, pada umumnya bencana yang dialami warga adalah benjir karena sistim drainase yang tak mempu menampung volume air hujan yang sampai saat ini belum juga berhenti. Ditambah lagi, Sungai Girian meluap hingga menggenangi sejumlah pemukiman serta longsor pasir di sejumlah kelurahan.
“Warga yang rumahnya terendam dan terkena longsor telah diungsikan sementara,” katanya.
Sesuai data yang diberikan Supit, sejumlah lokasi yang terendam air adalah pemukiman yang ada di sepanjang DAS Girian, Madidir, Wangurer, Kampung Loyang Girian, Parigi Dolong, Manembo-nembo Bawah, Tanjung Merah, Pusat Kota dan Pateten.
Sedangkan longsor kata Supit terjadi di Kakenturan Dua, jalan 46 dan Apela yang mengakibatkan jalan terputus.(abinenobm)


Sepertinya banjir sudah menjadi bencana tahunan di kota Bitung maupun di Sulawesi Utara pada umumnya. Masih kental di ingatan kiya semua betapa banjir memporak-porandakan kota Manado tepat setahun yang lalu. Memang curah hujan di awal tahun sangat tinggi, sudah seharusnya kiya semua waspada dan berjaga jaga. Untuk beberapa hari kedepan, juga untuk tahun tahin yang akan datang.