Tondano – Sektor Pariwisata punya keistimewaan tersendiri dibandingkan sektor lain dalam suatu daerah termasuk di Minahasa. Membangun pariwisata mirip dengan mengurus suatu daerah. Itu dikarenakan pariwisata terintegrasi dengan bidang kerja lain dalam instansi pemerintahan seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota, Dinas Pertanian, Dinas Kebersihan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, bahkan sampai Dinas Pemadam Kebakaran (khusus untuk kota besar) dan masih banyak lagi.
Diluar pemerintahan, pariwisata memiliki hubungan dengan kepolisian, sektor perbankan, pengusaha kuliner dan sebagainya. Pokoknya yang berhubungan dengan manusia, pariwisata ada disana. Yang paling menonjol dari pariwisata adalah perputaran uang sangat cepat, dan itu bisa langsung dirasakan masyarakat. Hal ini sama dengan konsep ada uang ada barang, dimana seorang masuk kawasan wisata ia langsung mengeluarkan uang untuk beli karcis.
“Saya pikir kita harus banyak belajar dari Provinsi Bali. Dengan mengutamakan budaya lokal dipadu dengan tradisi agama, beberapa kota dan kabupaten di Bali menjelma menjadi surga bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara. Bagaimana dengan Minahasa? Menarik ditunggu kiprah pemerintahan Jantje W Sajow dan Ivan Sarundajang bersama instansi teknis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ungkap pengamat pemerintahan Dr Jerry Massie. (frangkiwullur)

So pasti…ator jo…..mo mulai dari mana kang?….itu yang jadi tantangannya….so we need a smart plan to create something….do you have any idea?….
Membaca opini di atas yang berjudul ‘Inilah Keistimewaan Sektor Pariwisata,’ saya senang karena masyarakat Minahasa memiliki kepedulian terhadap hal tersebut. Sebagai seorang pemandu wisata, saya melihat bahwa Minahasa punya banyak kawasan alam yang layak dipromosikan bagi wisatawan. Sumber daya manusia juga cukup memadai. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin pariwisata di Minahasa bisa berkembang pesat.