Berita Utama

Inilah Calon Menteri Dari Sulut dan Secangkir Kopi Susu

 

Kopi SusuWarga Terur Perbincangkan Peluang SH Sarundajang Jadi Menteri

 

Kawangkoan – Lagi-lagi Rumah Kopi Sarina Kawangkoan menyajikan cerita seru pagi ini.

Apalagi kalau bukan rumor siapa calon menteri dari Sulawesi Utara yang akan diboyong ke Istana Negara Jakarta untuk masuk dalam kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Cerita itu terasa semakin nikmat saat ditemani secangkir kopi susu.

Satu nama yang diperbincangkan adalah Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang yang tinggal menyisahkan satu tahun lagi masa kepemimpinannya.

Hal itu diakui beberapa pengunjung yang sempat diwawancarai BeritaManado.com, Sabtu (25/10/2014) tadi pagi di Rumah Kopi Sarina Kawangkoan. Salah satunya Wandy Sembel.

“Tentu suatu kebanggaan jika Pak Gubernur dipinang untuk masuk jajaran menteri di Kabinet Jokowi-JK. Yang pasti itu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Sulawesi Utara, dimana putera daerah berhasil menjadi seorang menteri. Jika hal itu terwujud, maka track recordnya akan bertambah,” ungkap ketua salah satu football fans club Kawangkoan. (frangkiwuulur)

5 tanggapan untuk “Inilah Calon Menteri Dari Sulut dan Secangkir Kopi Susu”

  1. Memang SHS layak nda masuk Kabinet JOkowi-JK banyak masalah yg diaa buat sulut mulai tercoreng namanya, walaupun idenya untuk maritim sangat bagus tapi prakteknya dia sendiri yang sudah merusaknya. Contohnya SHS mendukung bahkan menandatangani ijin untuk PT MMP yang merusak pulau bangka dengan tambangnya, jadi mana janjinya yg mensejahterakan masyarakan yg hidup di kepulauan… yg sekarang ini masyarakat malah dihadapkan dengan berbagai masalah sosial dll ini akibat ide brilian seorang SHS semoga KPK siap dengan tugasnya menangkap tikus seperti ini..,,,SEMOGA ini harapan kami masyarakat yg hidup dikepulauan sekitar Bangka,talise,gangga,likupang di minahasa utara…..

  2. SHS ternyata tidak masuk kabinet yang diumumkan Jokowi sore ini, padahal beberapa hari lalu harian terkemuka di Manado merilis SHS masuk daftar 43 calon Menteri yang diajukan ke KPK. Kalau demikian realitanya (masuk daftar tpi tidak jadi kabinet) berarti KPK memiliki catatam MERAH ATAU KUNING buat SHS.
    Buat Saudara2ku di SULUT,segera desak KPK agar mengusut kejahatannya mengelola pemerintahan Sulut. Kami sebagai warga Sulut ditanah perantauan sudah muak mendengar korupsi dan perilaku SHS yang sangat memalukan. Bergerak..Bergerak..Bergerak selamatkan SULUT..

  3. JUTIPAN BERITA@COPY PASTE=====>>>>>>> KPK Harus Proses Calon Menteri Cap Merah dan KuningSabtu, 25 Oktober 2014 | 20:01SP/Ruht Semiono Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai mengadakan pertemuan dengan KPK digedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (23/10).Jakarta – Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Despen Ompusunggu, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera mengumumkan dan kemudian memproses secara hukum sejumlah nama calon menteri kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang terkena cap merah dan kuning.Menurutnya, penting bagi KPK untuk merilis nama-nama calon menteri yang diduga kuat tersangkut kasus korupsi“Mengumumkan nama-nama menteri bermasalah tersebut sangat penting agar membangun budaya transparansi dan akuntabilitas publik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/10).Menurutnya, setelah itu, KPK mengambil tindakan hukum berupa penyelidikan maupun penyidikan atas tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang diduga dilakukan para calon menteri yang terkena cap merah dan kuning oleh KPK.Jika KPK melakukan hal ini, Despen menilai KPK telah membuktikan komitmen pemberantasan korupsi, dengan tidak membiarkan sejumlah calon menteri untuk berkeliaran atau berkiprah lagi di berbagai sektor ekonomi dan politik.“Apalagi Ketua KPK Abraham Samad sudah menegaskan, dalam hitungan bulan mereka bakal jadi tersangka dan ditangkap. Jadi jangan menjadi fitnah dan menimbulkan syak wasangka buruk,” tegasnya.Menurut Fungsionaris DPP Partai Nasdem ini, sebaiknya KPK mengumumkan seluruh nama calon menteri yang telah diverifikasi, termasuk dengan catatan terkait track record (rekam jejak) masing-masing.Keberanian KPK untuk menpublikan nama-nama tersebut akan meyakinkan dan menjawab pertanyaan publik, apakah pemerintahan Jokowi-JK melalui susunan kabinetnya, benar-benar bebas dan bersih dari para pendosa yang punya keterkaitan dengan kasus korupsi.”Presiden Jokowi sendiri pun harus komit dengan agenda pemberantasan korupsi, dengan cara mengumumkan nama-nama kabinetnya, disertai rekam jejak, agar terang benderang, apakah para menteri memiliki integritas moral tinggi, bukan sekedar hasil transaksi dan politik balas budi,” ungkap mantan Direktur Eksekutif Komite Perlindungan Wartawan Indonesia (KPWI) ini.

  4. Berita koran tiga hari lalu, SHS masuk daftar 43 calon menteri yang diajukan klarifikasi ke KPK. Ternyata diantatanya ada 8 garis merah dan kuning artinya terindikasi koruptor dan sebentar lagi diproses hukum. Om Marrthen sekampung SJS yakin kalau SHS ndak masuk menteri karena sampe sekarang belum dipanggil ke Istana. Kalau begitu, Koran yang head lainnya SHS masuk daftar 43 calon menteri itu bukannya membawa berita baik, tapi justeru MEMBUKA AIB..

  5. Poow Wandy, kalo ngana bakomentar pake mata, pake telinga, pake hati, pake nalar. Harian MP berturut2 jagokan Sinyo, bahkan diekspose masuk 43 kandidat yang diajukan KPK. Konon ada 8 yang dapa rapor Merah. Selama dua hari ini kita iko siaran Metro n TV One. Nyanda pernah dapa lia Sinyo dipanggil ke istanA, yang ada cuma urus2 tu Papua dengan KEK..Keode ngana .. Nah kalo sampe sekarang nyanda dapa pangge
    berarti Sinyo so maso calon dapa ika oleh KPK. Bukan kebanggaan Sulut tapi kurang beking malo tarek. MAAF KALO KITA SALAH LIA SIARAN TV.Orekey.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara