
Langowan, BeritaManado.com — Telah menjadi ciri khas sekaligus tradisi tahunan, dimana umat Katolik Paroki St. Petrus Langowan selalu membuat Krans Advebt untuk menandai pekan demi pekan sebelum Hari Raya Natal pada 25 Desember setiap tahun berjalan.
Hal itulah yang dilakukan pada Misa Minggu Advent I di Gereja Katolik Paroki St. Petrus Langowan yang dipimpin Pastor Delis Umbas Pr, Minggu (28/11/2021).
Pada perayaan tersebut, sejumlah umat membawa Krans Advent yang telah didekorasi sedemikian rupa dengan nuansa warna hijau dengan kombinasi warna ungu dengan empat buah lilin.
Krans Advent itu sendiri bagi umat Katolik menjadi tanda sebuah periode waktu penantian empat pekan sebelum merayakan Natal Yesus Kristus.
Pastor Delis Umbas Pr dalam khotbahnya memberikan gambaran makna dari Krans Advent dengan empat buah lilin.

“Pekan ini satu lilin sudah dinyalakan dan hal ini menandakan bahwa pengaruh kegelapan masih mendominasi kehidupan umat. Memasuki pekan kedua, itu artinya antara sisi terang dan gelap sudah seimbang. Begitu seterusnya saat pekan ketiga sudah ada tiga lilin yang menyala. Ini menggambarkan sisi terang telah mendominasi. Pada akhirnya saat pekan keempat empat lilin dinyalakan dengan makna bahwa Yesus yang lahi di Betlehem yang adalah Sang Terang telah sepenuhnya mendominasi kehidupan umat manusia,’ jelas Pastor Delis Umbas Pr.
Makna Masa Advent I ini juga turut dimaknai oleh dua pimpinan umat pusat paroki Frelly Tulangow dan Hetty Polii.
“Selaku pimpinan Wilayah Rohani St Matius Rasul saya memaknai Masa Advent pekan pertama ini sebagai waktu untuk mengawali masa refleksi untuk mempersiapkan diri menyambut Natal Yesus Kristus dengan berupaya menjalankan tugas pelayanan dengan sebaik mungkin,” ungkap Frelly Tulangow.
Demikian juga diutarakan Bendahara Wilayah Rohani St Fransiskus Xaverius Hetty Polii, dimana Masa Advent secara keseluruhan dalam rangkaian empat pekan masa persiapan.
“Secara pribadi saya lebih memaknai masa ini dalam konteks harapan akan berakhirnya Pandemi COVID-19. Semoga dengan refleksi seluruh umat terselip doa akan berakhirnya Pandemi COVID-19,” tuturnya.
(Frangki Wullur)
