
Minahasa Tenggara, BeritaManado.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor DPRD Minahasa Tenggara.
Pertemuan strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk memperkuat stabilitas ekonomi serta mendorong percepatan transformasi digital di daerah.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, dan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Darmawan T. B. Hutabarat, Sekretaris Daerah Minahasa Tenggara, David H. Lalandos, serta anggota TPID dan TP2DD dari berbagai instansi.
Wakil Bupati dalam arahannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara untuk mempercepat digitalisasi transaksi dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional.
“Digitalisasi harus bergerak lebih cepat, dan pengendalian inflasi harus dilakukan secara terencana dan terukur. Minahasa Tenggara harus mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memperkuat pendapatan daerah melalui sistem transaksi yang modern,” tegas Fredy.
Ia juga mengapresiasi pendampingan konsisten dari Bank Indonesia yang terus mendorong TP2DD Minahasa Tenggara berada dalam kategori daerah digital.
Pada kesempatan tersebut, Tasyafa Aleysa Taufik selaku Analis Yunior Bank Indonesia Sulawesi Utara menyampaikan perkembangan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Berdasarkan survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I 2025, Kabupaten Minahasa Tenggara berhasil mempertahankan nilai 92,40 persen dan menempati peringkat ke-38 dari 70 kabupaten/kota di Sulawesi.
Tasyafa juga merekomendasikan sejumlah strategi peningkatan kinerja TP2DD, seperti penyelenggaraan HLM secara berkala, optimalisasi anggaran ETPD, peningkatan penggunaan kanal pembayaran nontunai, serta integrasi kebijakan daerah dengan kebijakan nasional seperti Kartu Kredit Indonesia dan sistem E-Tax.
Pembahasan mengenai pengendalian inflasi turut menjadi fokus utama. Gabriella Regina, Ekonom Yunior Bank Indonesia Sulawesi Utara, memaparkan perkembangan harga komoditas di wilayah Sulawesi Utara dan situasi harga di Minahasa Tenggara.
Ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap komoditas yang sensitif terhadap musim dan pola distribusi, seperti tomat, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan beras.
Regina juga memaparkan empat strategi utama TPID, yakni:
– Keterjangkauan harga melalui Gerakan Pangan Murah.
– Ketersediaan pasokan lewat Kerja Sama Antar Daerah.
– Kelancaran distribusi melalui fasilitasi logistik pangan.
– Komunikasi efektif lewat HLM dan edukasi publik.
Sebagai tindak lanjut, HLM ini dirangkaikan dengan peluncuran pembayaran retribusi daerah menggunakan QRIS.
Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat layanan publik, mencegah kebocoran pendapatan daerah, dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menegaskan komitmennya menuju tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan pro-masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal di tengah dinamika ekonomi daerah.
(***/srisurya)
