Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor otomotif yang saat ini tengah menghadapi tekanan efisiensi dan pengurangan jam kerja.
“Buruh sektor otomotif pasti marah. Sebab, ini sama saja membuka jalan PHK massal untuk mereka,” kata Jumhur.
(rds)
