Agama dan Pendidikan

IGI Khawatir 2018 Indonesia Kekurangan Guru

Manado, BeritaManado.com – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Manado Bartje Runtu Senin (6/11/2017) mengatakan tahun 2018, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Indonesia secara umum bakal kekurangan guru.

Menurut Bartje Runtu yang juga mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK 9 kekurangan guru itu akibat dari penghentian sementara atau moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan banyaknya guru yang masuk masa pensiun.

“Karena guru akan pensiun tahun ini lebih dari setengah dari jumlah guru yang ada saat ini. Maka dipastikan akan terjadi kekurangan guru,” kata Ketua IGI kota Manado Butje Runtu, kepada BeritaManado.com di ruang kerjanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, IGI menawarkan solusi agar masalah kekurangan guru tidak terjadi adalah menerbitkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perpanjangan masa bakti guru dan dosen untuk segera diundangkan.

“Untuk mengantisipasi maka pemerintah harus dalam waktu singkat ini harus mengeluarkan Undang-Undang itu. Usulan rancangan itu sudah lama. Dimana, dosen dari 65 jadi 67 tahun dan guru dari 60 jadi 62 tahun,” kata Bartje Runtu.

Menurutnya RUU itu, diharapkan bisa diusahakan dimasukan segera untuk bisa berlaku tahun depan. Minimal 1 april 2018. Kalau tidak dilakukan itu maka akan terjadi kekosongan guru.

“Lebih baik ditambah 2 tahun dalam rangka mengantisipasi kekurangan guru yang akan masuki masa pensiun. Karena itu akan terjadi diseluruh Indonesia. RUU perpanjang tugas guru dan dosen solusi mengantisipasi kekurangan yang bisa berakibat terganggunya aktivitas pendidikan baik di Sulut maupun di seluruh Indonesia,” jelas Bartje Runtu yang juga sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado.

(Rizath Polii)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara