Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali memberikan penghargaan kepada sejumlah insan pers dan masyarakat yang dianggap berjasa memberi sumbangsih dan inspirasi. Penghargaan itu diberikan dalam memperingati hari ulang tahun AJI ke 19 di Gedung Usmar Ismail, Jakarta Selatan.
AJI memberikan tiga anugerah buat kategori berbeda. Yaitu Tasrif Award, Udin Award, SK Trimurti Award dan pengumuman Musuh Kebebasan Pers 2013.
Tasrif Award tahun ini jatuh ke tangan Luviana, jurnalis Metro TV yang diberhentikan sepihak oleh manajemen. Pertimbangan pemberian penghargaan itu lantaran perjuangan Luvi, panggilan Luviana, dianggap luar biasa. Meski awalnya memperjuangkan bisa diterima kembali dalam pekerjaannya, tapi ternyata arah perjuangan itu bertransformasi dan menjadi lebih luas.
“Luvi seolah melupakan perjuangan pribadinya dan memilih berjuang dalam hal lebih luas. Mulai isu perburuhan, kesetaraan jender, hingga penggunaan frekuensi publik yang belakangan ini menjadi sorotan, karena malah didominasi para konglomerat buat memuluskan untuk kepentingan politiknya,” tulis Ketua AJI, Eko Maryadi, lewat siaran pers diterima BeritaManado.com, Jumat (30/8).
Penghargaan kedua, yakni Udin Award 2013 diberikan kepada tiga jurnalis korban kekerasan di Riau pada 16 Oktober tahun lalu. Tiga jurnalis itu adalah Didik Herwanto (jurnalis Riau Pos), Fakhri Robianto (wartawan Riau TV), dan Rian FB Anggoro (pewarta Kantor Berita Antara). Ketiganya adalah korban kekerasan perwira TNI AU bernama Letkol Robert Simanjuntak, saat meliput peristiwa jatuhnya jet tempur Hawk 200. Menurut AJI, ketiga insan pers itu layak mendapatkan anugerah itu, lantaran mereka tetap memperjuangkan keadilan meski mendapat tekanan.
Sedangkan, anugerah SK Trimurti 2013 diberikan kepada Yuliati Umrah. Yuliati adalah pendiri Yayasan Arek Lintang Surabaya yang mendampingi anak jalanan. Selama 15 tahun, Yuliati konsisten mendampingi dan mengayomi Selama 15 tahun, Yuliati konsisten mendampingi dan mengayomi sekitar 600 anak jalanan. Ketulusannya mengentaskan kemiskinan dengan merangkul 90 keluarga tidak mampu itu dianggap memberi inspirasi banyak pihak. Dia sadar, kemiskinan adalah salah satu faktor utama anak-anak terpaksa kembali ke jalanan.
AJI juga menganugerahi TNI sebagai Musuh Kebebasan Pers tahun ini. Alasan mereka menetapkan TNI sebagai ancaman bagi pers lantaran tahun ini banyak anggota TNI terlibat peristiwa kekerasan, salah satunya penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Daerah Istimewa Yogyakarta. (agust hari)
