Manado – Salah satu faktor yang membuat bisnis perhotelan tetap berdiri adalah pelayanan dan fasilitas yang mumpuni.
Hal inilah yang coba di utamakan oleh beberapa managemen hotek di kota Manado, termasuk Hotel Minahasa.
Hotel yang beralamat di Jalan Samratulangi No. 199 Manadi ini, merupakan hotel dengan sejarah yang panjang nan indah.
Hotel yang pada tahun 1931 merupakan rumah bangunan belanda, kemudian pada tahun 1965 Hotel Minahasa menjadi mesa bagi awak penerbangan Garuda Indonesia, setelah itu pada tahun 1971 berubah nama menjadi Wisma Minahasa, dan pada akhirnya dengan tingginya angka kebutuhan penginapan di kota Manado, pada tahun 1995 pihak managemen menetapkan nama Hotel Minahasa sebagai nama terakhir.
Hadir dengan 34 kamar yang terbagi dalam kamar standar, superior, deluxe, sweet, dan president sweet. Pelanggan juga akan disuguhi dengan fasilitas berupa kolan renang yang terletak di atas bukit dengan latar pemandangan pantai kota Manado, selain itu ada juga Fitnes centre, Jacuzzi, dan Sauna.
“Hotel Minahasa Merupakan satu-satunya hotel yang menggunakan konsep seperti resort, hal ini kami lakukan agar pengunjung juga menikmati suasana alam dan tidak hanya terkotak-kotak seperti bangunan hotel pada umumbya”, tutur Seprimon Batekon Selaku General Manager Hotel Minahasa.
Ditambahkan juga untuk menarik minat pengunjung kami sering membuat promosi dengan melakukan potongan-potongan harga, selain itu dengan suburnya persaingan perhotelan dikota Manado kami juga dituntut agar lebih kreatif dalan merancang desain ruangan agar pengunjung merasa betah menginap disini.
“Kedepannya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, bisa melestarikan dan menjaga tempat pariwisata yang merupakan magnet bagi pengunjung. Disamping itu keamanan dikota Manado juga harus lebih di perhatikan agar para pengunjung yang datang kesini bisa merasa tenang. Untuk kedepannya ia berharap Hotel Minahasa bisa tetap bertahan dan memberikan pelayanan yang terbaik”, tandasnya. (ton, risat)

