Kota Manado

HJP Bertekad Atasi Kesenjangan Sosial di Manado

HJP lantik ratusan relawan tim pemenangan di Mapanget Barat
HJP lantik ratusan relawan tim pemenangan di Mapanget Barat

 

MANADO – Calon Walikota Manado, Hanny Joost Pajouw (HJP) menyatakan, ada
persoalan kesenjangan sosial ekonomi yang semakin terbuka dan menjadi beban
di Kota Manado.

“Kemewahaan mulai tampak jelas, tetapi juga kemiskinan semakin terbuka. Ini harus dijembatani, dengan menciptakan harmonis sosial,” kata Hanny saat tampil kampanye di dua lokasi di Kecamatan Mapanget, Selasa (27/10/2015).

HJP menjelaskan, dalam 20 tahun terakhir ini ada kecendrungan sosial di Manado, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Jika kesenjangan ini dibiarkan bisa memunculkan kerawanan sosial ekonomi.

“Ini tidak baik untuk perkembangan suatu kota. Kawasan kumuh makin terbuka, sementara kawasan real estate atau hunian mewah juga sulit dibendung. Mari kembalikan
harmoni dan keseimbangan sosial ekonomi di Kota Manado,” tandasnya.

Dikatakannya, kita memerlukan kemajuan tetapi kemajuan hendaknya berlangsung dalam harmoni sosial yang sehat. Kehadiran pemukiman-pemukiman mewah di sejumlah tempat di Manado memang bisa dipandang sebagai sebuah kemajuan, tetapi setelah ditelusuri sebagian besar aparteman dan hunian mewah itu dimiliki oleh warga luar daerah.

“Banyak rumah mewah tidak berpenghuni, sementara pemukiman kumuh makin sesak. Pemerintah kota ke depan harus bisa menata ini,” ucap HJP.

Dikatakannya, perlunya formula perekat hubungan sosial antara penduduk kaya dan miskin di Kota Manado. Jika harmoni sosial tidak diciptakan, maka itu berpotensi mengundang gesekan kecemburuan dan dapat berlanjut dengan kerawanan sosial. “Semua warga Manado, kaya atau miskin harus membangun harmoni sosial. Bisa lewat gereja, masjid, dan komunitas kekerabatan,” katanya.

Tokoh muda potensial asal Langowan ini menambahkan, kesenjangan sosial di Manado ini juga merupakan cermin persoalan perekonomian masyarakat kota.

“Saya kira ini juga terkait dengan persoalan lapangan kerja, keempatan kerja, dan kesempatan berusaha,” tuturnya.

Salah satu cara mengatasi kesenjangan sosial yang makin terbuka di Manado, tutur pria yang baru saja mundur sebagai legislator Sulut itu, adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi tenaga kerja local. Kemudian, angkatan kerja trampil di kota ini harus dipersiapkan untuk makin berdisiplin dan berdaya saing.

“Pengusaha di Manado, harus membuka kesempatan kerja untuk tenaga kerja local. Ini penting, jangan mengandalkan tenaga dari luar daerah,” ujar HJP.

Kepada generasi muda angkatan kerja baru, Hanny menganjurkan agar tidak lagi bermimpi menjadi pegawai negeri sipil. Sebab, dunia kerja saat ini sudah sangat terbuka, bahkan peluang menjadi pengusaha di berbagai bidang juga terbuka luas.

Pemerintah Kota Manado, tambahnya, perlu melakukan upaya fasilitasi dan motivasi untuk mendorng dan membangkitkan sektor ketenagakerjaan yang dinamis dengan dunia usaha. Diperlukan juga upaya-upaya konkrit membuka lapangan kerja di bidang jasa dan industry baru. Jika semua berinisiatif, bekerja, dan berkreasi, hidup di kota ini akan berlangsung harmoni. Kita tidak lagi membedakan kaya dan miskin secara matrial.

Dalam orasinya, HJP tak lupa menyapa generasi muda Mapanget dan menyampaikan salam Selamat Hari Sumpah Pemuda. Dia mengajak generasi muda Kota Manado untuk tampil bersemangat, tegar, disiplin  menyongsong masa depan. (ads)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara