
Boroko, BeritaManado.com – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Tercatat, berdasarkan data Dinas Kesehatan Bolmut pada triwulan I Tahun 2020 penyakit hipertensi berada di urutan kedua dari 10 penyakit paling menonjol (lihat daftar, red) dengan jumlah 1.905 kasus setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 4.057 kasus.
Kondisi ini pun sering dianggap berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah seperti penyakit jantung, stroke, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan.
“Penyakit hipertensi kerap disebut ‘silent killer’ atau penyakit yang timbul hampir tanpa adanya gejala awal namun dapat menyebabkan kematian,” kata Kepala Seksi Yankes Primer Rujukan dan Tradisional Dinkes Bolmut Nofianti Korompot, Rabu (12/8/2020).
Dikatakannya, jika tidak terkontrol, semakin tinggi tekanan darah semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal.
Untuk itu, sebagai langkah pencegahan, kata Kasie Nofianti, Dinkes melalui Puskesmas yang tersebar di 6 Kecamatan melakukan pemeriksaan tekanan darah teratur, pengobatan teratur, serta pola hidup teratur di setiap desa-desa.
“Puskesmas setiap bulan melaksanakan Pos Binaan Terpadu atau Posbindu khusus Penyakit Tidak Menular (PTM) salah satunya hipertensi,” ucapnya.
Ia menambahkan, Posbindu merupakan kegiatan monitoring terhadap kesehatan warganya guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.
Berikut 10 penyakit menonjol triwulan I tahun 2020:
1). Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas: 4.057 kasus.
2). Hipertensi: 1.905 kasus.
3). Gastritis: 1.673 kasus.
4). Penyakit kulit akibat alergi: 847 kasus.
5). Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat (tulang belakang) radang sendi termasuk rematik: 715 kasus.
6). Penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas: 493 kasus.
7). Tonsilitis: 442 kasus.
8).Diare: 403 kasus.
9). Diabetes mellitus: 306 kasus.
10). Keracunan dan rudapaksa: 250 kasus.
