
Manado, BeritaManado.com – Healing yang selama ini seringkali dianggap hanya sebagai bentuk liburan saja, melarikan diri dari kepenatan, menghabiskan uang, di tangan Chikology berhasil diubah menjadi perjalanan penuh esensi sekaligus menyelesaikan problem psikis dan tekanan mental
Healing Trip, begitulah Chiko menyebut nama programnya.
Sebagai professional counselor dan content creator Instagram dengan 124 ribu follower dan 169 ribu follower di TikTok, Chikology memberi kesempatan bagi siapapun untuk berlibur dan jalan-jalan dengan membawa problematika hidup yang dihadapi, lalu pulang membawa solusi.
Dalam program ini, peserta akan dibimbing untuk melatih kepekaan, menemukan rasa damai, mengurai masalah dengan beberapa pendekatan psikoterapi, seperti observasi, refleksilogo, terapi, relaksasi.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk Private Counseling atas problem yang selama ini dikeluhkan.
Beberapa yang membutuhkan penanganan khusus terkadang langsung ditangani dengan hipnoterapi.
Menariknya, semua ini dilakukan di alam terbuka.
“Saya ingin memberikan kesan, bahwa konseling bisa dilakukan dimana saja, bahkan sambil jalan-jalan melalui pendekatan ini klien akan lebih mudah terbuka, rileks, dan tidak merasa dirinya sedang berobat, ini penting untuk membentuk mindset pikiran dan perasaan yang sehat,” tutur Chiko.
Healing trip tidak membawa kita berlibur untuk menjelajahi banyak tempat, namun justru berlatih menikmati kondisi sekitar lebih lama, fokus, dan mindful.
Sesekali Chiko memberikan arahan terkait bagaimana menemukan makna dari apa yang diamati dari sekitar.
Program dua hari satu malam ini dikemas dengan format santai, banyak ngobrol dengan sesama peserta, sharing materi psikologi dimanapun tempat berpijak, tepi bukit, pinggir pantai, hotel, alun-alun kota, di dalam hutan, warung makan, dan lain-lain.
Satu hal unik yang cukup menarik perhatian kami saat mengamati program ini selama dua hari di Yogyakarta, 10-11 Juni 2023 lalu adalah peserta tidak melulu mendapat jawaban dari materi yang disampaikan Chiko, namun bisa dari peristiwa spontan atau cerita dari peserta lain pada saat sesi refleksi.
“Sering kali konselor itu lupa bahwa jawaban terbaik atas permasalahan psikis seorang client itu, ya, dari diri client itu sendiri. Mereka hidup lebih lama dengan dirinya sendiri, otomatis mereka lebih tahu siapa dirinya. Di Healing Trip, saya hanya berusaha menstimulasi, mengajak mereka untuk membuka pintu pemahaman yang sedang tertutup oleh emosi negatifnya,” terang Chikology.
Healing Trip adalah langkah awal memulai sesuatu tanpa melangkahi siapapun, termasuk diri sendiri.
“Kita akan dilatih untuk mampu mengandalkan diri sendiri dengan mengasah kepekaan dan pengamatan. Kita akan dibiasakan untuk mengurai masalah mulai dari sisi internal bukan eksternal. Kita akan dibimbing untuk mampu menghargai diri sendiri dan merasakan empati,” jelasnya.
‘It’s about the journey, not about the destination’ sebuah quote yang selalu ditekankan Chikology untuk menegaskan bahwa healing bukanlah mengunjungi tempat tertentu lalu hanya sekedar foto dan menghabiskan waktu, tapi sebuah perjalanan yang tiap detiknya harus dirasakan dan dimaknai keadaannya
Hingga saat ini Healing Trip sudah dilaksanakan di empat kota Bandung, Malang, Bali, dan Yogyakarta.
Telah diikuti sekitar 30 orang dari kalangan manapun, Chiko mengajak siapa saja untuk berani berkumpul, beradaptasi dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang, status, dan usia.
