
Manado, BeritaManado.com – Komposisi partai pemegang kursi pimpinan DPRD Kota Manado periode 2024-2029 dipastikan mengalami perubahan.
Demokrat dan Nasdem kehilangan kursi pimpinan. Pasalnya, kedua partai ini tidak masuk tiga besar pemilik kursi terbanyak hasil Pemilu 2024.
Kursi wakil ketua DPRD yang ditinggalkan Demokrat dan Nasdem akan digantikan Gerindra dan Golkar.
Sementara untuk kursi ketua DPRD msih dipegang PDI Perjuangan.
Diketahui, periode 2019-2024 kursi pimpinan DPRD Kota Manado diduduki oleh Aaltje Dondokambey (PDIP) sebagai ketua, serta dua wakil ketua, Nortje Van Bone (Demokrat) dan Audrey Laikun (Nasdem).
Terbaru, PDIP, Gerindra dan Golkar adalah tiga partai pemilik kursi terbanyak hasil Pemilu 2024 berdasarkan hasil pleno KPU Manado.
Pemerhati politik Ventje Bilusajang mengatakan Partai Golkar mengembalikan kejayaan, sementara Gerindra tampil sebagai penantang serius.
“Dulu kan Golkar penguasa di Manado, sementara Gerindra selama ini di pandang sebelah mata. Sekarang, Gerindra dan Golkar mengambil alih posisi deputi dari Demokrat dan Nasdem, meskipun belum bisa mengambil kursi ketua PDI Perjuangan,” tukas Ventje.
Sebelumnya diberitakan, rapat pleno KPU telah menetapkan 40 anggota DPRD Kota Manado terpilih periode 2024-2029.
PDI-Perjuangan (PDIP) masih merajai dengan perolehan 16 kursi, bertambah 6 dibandingkan Pemilu 2019 lalu.
Urutan kedua ditempati Partai Gerindra dengan 6 kursi, bertambah dua dari periode sebelumnya hanya 4 kursi.
Sementara Partai Golkar dan Demokrat, sama-sama memperoleh 5 kursi. Kursi Golkar tetap, sementara Demokrat berkurang 1 kursi.
Partai Nasdem pada Pemilu 2019 lalu mendapatkan 5 kursi, kali ini hanya 2 kursi, berkurang 3.
Sementara, PKS dan Perindo stabil masing-masing 2 kursi, PSI tetap 1 kursi.
Penurunan drastis dialami Partai Amanat Nasional (PAN), di Pemilu 2019 menyegel 4 kursi, kali ini harus puas dengan 1 kursi.
Begitu pula Partai Hanura kehilangan kursi, padahal di 2019 mendapatkan 1 kursi.
Dengan demikian, PDIP, Gerindra dan Golkar menyegel kursi pimpinan dewan.
Meskipun Golkar dan Demokrat memiliki jumlah kursi sama, namun Golkar lebih banyak suara dengan jumlah 30.700 dibandingkan Demokrat yang mendapat hanya 24.619 suara.
