Mitra

Harus Ditunda, Pengucapan Syukur Jangan Abaikan Toleransi Beragama di Mitra

MITRA, BeritaManado.com – Usulan agar Pemkab Mitra kembali melakukan kajian terhadap pelaksanaan pengucapan syukur Minggu (12/7/2015) terus disampaikan warga setempat.

Kali ini datang dari tokoh masyarakat Mitra Sonny Mandagi. Legislator Mitra ini menilai, mengacu pada budaya orang Minahasa, pengucapan syukur biasanya dilaksanakan sesudah panen hasil pertanian.

“Tetapi sekarang belum ada petani yang panen hasil pertanian. Jadi acuan pelaksanaannya dimana,” tanya Mandagi.

Soal pelaksanaan bersamaan dengan bulan puasa umat muslim, Mandagi juga mengaku menyesalkan hal tersebut. Hanya saja, Mandagi enggan menyalahkan Pemkab Mitra dalam hal ini.

“Yang patut dipertanyakan adalah forum kerukunan antar umat beragama. Kenapa saat agenda ini dibahas bersama eksekutif, para pendeta yang hadir tidak memikirkan jika agenda tersebut akan bersamaan dengan puasa umat muslim,” tukas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Mitra ini.

Diketahui, Pemkab Mitra melalui surat resmi ke semua denominasi gereja yang ditandatangani Bupati James Sumendap SH, telah menegaskan perihal pelaksanaan pengucapan syukur tersebut. Dalam surat tersebut dituliskan, hajatan yang identik dengan pesta pora tersebut, dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Mitra pada Minggu 12 Juli 2015.

Sementara itu, juru bicara Pemkab Mitra Drs Ferry Uway menjelaskan, agenda tersebut disepakati secara bersama oleh para pendeta termasuk imam-iman (perwakilan umat muslim) yang terundang hadir pada pertemuan beberapa bulan sebelumnya.

“Mereka telah secara bersama menyepakati itu beberapa waktu lalu. Pemerintah hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan tersebut. Kalo nantinya ada penundaan, tentu harus diputuskan secara bersama-sama,” tukas Uway. (rulan sandag)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara