Minahasa

Harga Mati! Kader Palang Merah Harus Jiwai Tujuh Prinsip Ini

Harga Mati! Kader Palang Merah Harus Jiwai Tujuh Prinsip Ini

Catatan Wartawan Wartawan BeritaManado.com

Frangki Wullur

Tondano, Beritamanado.com – Merupakan sebuah harga mati, bahwa setiap kader Palang Merah Indonesia (PMI) harus tahu makna dibalik tujuh prinsip organisasi.

Tujuh prinsip Palang Merah adalah Kemanusiaan (Humanity), Kesamaan (Impartiality), Kenetralan (Neutrality), Kemandirian (Independence), Kesukarelaan (Voluntary Service), Kesatuan (Unity) dan Kesemestaan (Universality).

Tanpa ketujuh prinsip yang menjadi dasar gerekan kemanusiaan ini, maka organisasi palang merah ini tidak akan berjalan dengan baik.

Tujuh Prinsip Palang Merah ini adalah nyawa bagi jalannya organisasi kemanusiaan yang lahir dari keprihatinan terhadap situasi perang di Kota Solferino Italia tahun 1859 yang melibatkan Perancis dan Austria.

Adalah Jean Henry Dunant, seorang pengusaha asal Swiss yang saat itu sedang melakukan perjalanan bisnis di Italia megnalami pergulatan di dalam hatinya melihat begitu banyaknya korban perang yang tidak mendapatkan pertolongan medis.

Dalam penganan korban perang di Solferino, Henry Dunant mengajak banyak sukarelawan menolong banyak orang dengan tidak membeda-bedakan siapa yang ditolong dan semuanya dijalankan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang kelak menjadi Tujuh Prinsip Palang Merah.

Kini Palang Merah melalui eksistensi organisasi di berbagai negara di dunia terus bergerak menjalankan tugas-tugas kemanusiaan melalui satuan-satuan yang dibentuk di berbagai tingkatan daerah, termasuk di Indonesia.

Melalui Palang Merah Indonesia, daerah-daerah termasuk Kabupaten Minahasa yang baru-baru ini resmi memiliki kepengurusan yang baru.

Tentu saja ada banyak harapan, dimana salah satunya organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuh prinsip dasar organisasi dan bukan karena kepentingan politik dan lain sebagainya.

Baju putih dengan logo Palang Merah Indonesia di dada hendaknya tidak dimanfaatkan sebagai sarana untuk menambah panjang deretan jabatan, melainkan demi satu rasa yaitu kemanusiaan.

Tidak dipungkiri, untuk menjalankan organisasi ini membutuhkan dukungan finansial, akan tetapi jangan sampai karena faktor tersebut, organisasi ini dimanfaatkan untuk kepentingan lain diluar kemanusiaan.

Gerakan ini ini juga harus sampai hingga ke lini sekolah-sekolah untuk menciptakan kader-kader Palang Merah yang terlatih dan siap diterjunkan di medan kemanusiaan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Semoga Palang Merah Indonesia Kabupaten Minahasa dibawah kepemimpinan Sarah Dondokambey, generasi millenial yang memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dengan baik dan amanah, dapat membuat banyak gerakan dan gebrakan untuk menjadikan PMI Minahasa sebagai organisasi yang bergerak dan bukan  sebaliknya yang nanti eksis pada pelantikan pengurus periode berikutnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara