
Manado, BeritaManado.com — Inflasi Provinsi Sulawesi Utara pada Juli 2025 akhirnya menyentuh angka 2,04 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,50.
Sementara, Inflasi Bulanan (m-to-m) Sulawesi Utara 0,21% pada Juli 2025, lebih rendah dari bulan sebelumnya.
“Untuk month to month, kenaikan harga tomat, beras, dan biaya pendidikan menjadi pendorong utama inflasi, walaupun lebih rendahnya di 0,21 persen ya,” ujar Aidil, Jumat (1/8/2025).
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kotamobagu sebesar 3,20 persen dengan IHK sebesar 112,47 dan inflasi terendah terjadi di Kota Manado sebesar 1,60 persen dengan IHK sebesar 107,46.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Aidil Adha menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga hingga kelompok kesehatan, pendidikan, perawatan pribadi dan jasa.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, transportasi, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga, dan budaya.
“Di Sulut, inflasi tahunan mencapai 2,04%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga beras, cabai rawit, dan emas perhiasan menjadi pendorong utama inflasi,” kata Aidil.
(srisurya)
