
Ajakan bagi facebooker di grup Save Bangka Island
Minut – Seruan penolakan aktivitas perusahaan tambang biji besi yakni PT Metal Mikgro Perdana (PT MMP) di Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tak henti-hentinya disuarakan.
Beragam upaya warga dan aktivis lingkungan hidup mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghentikan pengerusakan terumbu karang yang ada menemui jalan buntu.
Namun, sejumlah organisasi dan masyarakat yang menamakan diri sebagai Koalisi Penyelamat Pulau Bangka tidak kehilangan akal untuk menyuarakan penolakan kehadiran perusahaan asing tersebut.
Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, media sosial kini menjadi sarana ungkapan penolakan sebagai wujud kepedulian terhadap aktivitas pertambangan yang diduga kuat akan menyebabkan kehancuran lingkungan di Pulau Bangka.
Keluhan dan ajakan tersebut bertujuan agar suara penolakkan itu mendapatkan perhatian dan empati seluruh pihak hingga publik internasional. Dan buktinya, lewat grup Save Bangka Island, suara penolakan itu menjadi perhatian media nasional hingga internasional.
Tak kehabisan akal, para pihak yang kontra PT MMP ini berupaya meminta Presiden RI, Joko Widodo untuk merespon persoalan di Pulau Bangka.
“Sms ke Bapak Presiden dan teruskan ke semua sahabat kita. Joko Widodo 08122600960. Bapak Presiden, tolong selamatkan Pulau Bangka di Sulawesi Utara,” tutur Maria Taramen ketua KMPA Tunas Hijau yang merupakan salah satu organisasi pencinta alam di Minut.
Selain seruan untuk Jokowi, sapaan akrab Presiden ke tujuh itu, permohonan dukungan pun disampaikan kepada para pengguna media sosial untuk meminta kepedulian Menteri Pariwisata Arief Yahya soal Pulau Bangka yang saat ini merupakan salah satu aset pariwisata di Sulut.
“Bantu kami selamatkan Pulau Bangka dengan mengirim sms ini ke Menteri Pariwisata Arief Yahya 0811881234. Bapak Menteri, tolong selamatkan Pulau Bangka Sulawesi Utara dari kerusakan pertambangan,” himbau Taramen dikutip dari postingannya di grup Save To Pulau Bangka.
Kepada Beritamanado.com, Taramen menegaskan bahwa upaya mengusir PT MMP akan terus dilakukan oleh pihaknya.
“Kami ada alasan kuat kenapa masalah Pulau Bangka harus menjadi perhatian menteri pariwisata. Hasil pertemuan WOC dan CTI yang di buat di Manado Sulut, pada kesimpulannya bersepakat untuk melindung terumbu karang. Tapi sampai detik ini, PT Mikgro Metal perdana tetap melakukan pengrusakan di Pulau Bangka,” kata Taramen. (leriandokambey)
