
MANADO, BeritaManado.com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay pada Rapat Evaluasi Kegiatan Survei Monitoring dan Evaluasi Program MBG, Rabu (29/10/2025) di Aston Hotel Manado.
“Program ini bukan sekadar inisiatif sosial, tetapi fondasi strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” ujar Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya.
Menurut Gunernur Yulius, MBG merupakan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden RI untuk menyiapkan masa depan bangsa dengan menekan angka stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program ini juga menggerakkan perekonomian lokal dengan melibatkan petani, penyedia pangan, serta pelaku UMKM.
“Ini bukti bahwa MBG bukan hanya intervensi gizi, tetapi juga bagian dari pembangunan ekonomi yang berkeadilan,” kata Yulius.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberi perhatian serius pada keberhasilan dan keberlanjutan program.
Salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG yang diketuai Wakil Gubernur Sulut.
Di tingkat kabupaten/kota, Satgas MBG juga dipimpin oleh para wakil bupati dan wakil wali kota.
Berdasarkan data per 24 Oktober 2025, pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Utara telah menjangkau 160.073 penerima manfaat dengan total sekitar 54 SPPG operasional.
Dari 68 usulan pembangunan SPPG, delapan lokasi telah dinyatakan memenuhi syarat teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Gubernur menekankan pentingnya pemenuhan standar lokasi yang ketat agar fasilitas MBG dapat beroperasi optimal dan berkelanjutan.
“Lingkungan harus higienis, memiliki akses listrik dan air, serta dekat dengan sekolah. Semua ini untuk menjamin layanan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat agar manfaat program semakin dirasakan luas.
Dalam laporan BPS Sulut, hasil survei khusus tahap pertama menunjukkan setiap SPPG menyalurkan rata-rata 52.400 porsi makanan bergizi per bulan dan melibatkan hingga 47 tenaga kerja dengan pengeluaran sekitar Rp380 juta per bulan.
Sementara dari survei baseline di 15 kabupaten/kota, tercatat 35,78 persen rumah tangga telah menerima manfaat program ini.
“Temuan tersebut menunjukkan pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Utara berjalan cukup baik, namun masih perlu penguatan di aspek distribusi dan perluasan jangkauan penerima manfaat,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut atas kerja keras dalam melaksanakan kegiatan evaluasi yang dinilai sangat penting untuk menyempurnakan pelaksanaan program.
