
Manado — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan pentingnya kekompakan dan semangat bergandengan tangan dalam membangun daerah.
Hal ini disampaikannya saat melantik dua pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sulut, yakni Pj. Sekprov Sulut Tahlis Gallang, S.I.P., M.M. dan Inspektur Daerah Provinsi Sulut Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si., di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini kita melantik dua sosok yang bukan orang baru. Mereka adalah figur berpengalaman, yang siap membantu saya dan Pak Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam mewujudkan Sulut yang lebih maju,” ujar Gubernur.
Selvanus menekankan bahwa kepemimpinan adalah proses yang membutuhkan tahapan, komitmen, dan kerja keras.
Ia menolak praktik pilih kasih dalam pengambilan keputusan, dengan menegaskan bahwa penempatan pejabat dilakukan secara profesional dan objektif.
“Tidak ada yang instan. Kami memilih berdasarkan kompetensi, bukan karena suka atau tidak suka,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintah, mulai dari OPD, walikota, hingga bupati, untuk bersatu padu dan meninggalkan pola pikir saling serang.
Ia memberi apresiasi kepada Forkopimda yang telah menunjukkan kekompakan dan berharap semangat yang sama bisa menular ke seluruh lapisan pemerintahan.
“Saya tidak ingin berjalan sendiri. Mari kita satu komando. Jangan kita habiskan waktu untuk saling menyalahkan. Rakyat menanti bukti, bukan janji,” kata Selvanus dengan nada penuh semangat.
Ia juga memberikan klarifikasi penting terkait pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, saat ini Pemprov masih melanjutkan program warisan tahun 2024, sementara visi-misi kepemimpinan baru akan terealisasi secara penuh setelah perubahan anggaran.
“Jangan salah paham. Jangan buru-buru menilai atau menyerang sebelum kami benar-benar mulai dengan arah dan kebijakan kami sendiri,” ujarnya.
Gubernur optimistis dengan potensi besar yang dimiliki Sulawesi Utara — mulai dari laut, tambang, hingga perkebunan.
Namun ia mengingatkan, potensi sebesar apa pun akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kekompakan dan sinergi yang kuat.
“Kita harus kembali ke semangat otonomi daerah yang sejati. Daerah harus punya kendali, bukan hanya jadi penonton,” tandasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyerukan semangat persatuan dan kerja nyata.
“Marilah kita bergandengan tangan, hilangkan dendam, singkirkan ego. Fokus bekerja demi rakyat, karena yang mereka tunggu adalah hasil, bukan retorika,” pungkasnya.
(rds)
