Berita Utama

Gresty Massie, Dosen Unsrat yang Pimpin Sidang Munas Nasional Srikandi Jaga Desa

Gresty Massie pimpin sidang Munas Nasional Srikandi Jaga Desa di Jakarta
SEO TAGS
Gresty Natalia Maria Massie (kedua dari kiri), dosen Fakultas Kedokteran Unsrat, duduk di meja presidium sebagai salah satu pimpinan sidang Musyawarah Nasional Pertama Srikandi Jaga Desa di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Penulis: Tim Redaksi

Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Gresty Natalia Maria Massie, tampil ganda dalam gelaran nasional Srikandi Jaga Desa di Jakarta.

Selain didapuk sebagai Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara masa bakti 2026-2031, Gresty juga dipercaya duduk di meja presidium sebagai salah satu pimpinan sidang Musyawarah Nasional (Munas) Pertama organisasi tersebut — forum konsolidasi yang mempertemukan pengurus dari seluruh Indonesia sebelum pelantikan akbar keesokan harinya.

Munas digelar Kamis (2/7/2026), sehari sebelum jajaran pengurus DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Indonesia dilantik dan dikukuhkan di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Dalam forum tersebut, Gresty tampak berada di barisan presidium bersama sejumlah tokoh nasional organisasi, menandakan kepercayaan yang diberikan kepadanya jauh melampaui perwakilan daerah semata.

Gresty yang lahir dan besar di sebuah desa kecil di Motoling Mawale, Kabupaten Minahasa Selatan, merupakan jebolan Universitas Indonesia.

Selain mengajar di Program Studi Ilmu Keperawatan Unsrat, ia aktif sebagai Sekretaris Dharma Wanita Fakultas Kedokteran Unsrat, Health Liaison Officer Manly Manado Society (MMS) Inc. Australia, serta Ketua Komisi Pendidikan GMIM Sion Ranomuut.

Kursi Sekretaris DPD didampingi Christy Natalia Rondulonuwu, akademisi Unsrat lainnya.

Tema Nasional: Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera

Rangkaian Munas hingga pelantikan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera”, menegaskan momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa sekaligus mengawal program strategis pemerintah.

Srikandi Jaga Desa sendiri baru dibentuk pada 20 Juni 2026 sebagai organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).

Di tingkat pusat, Ella Nurlaela Tubagoes dilantik sebagai Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina, Hashim S. Djojohadikusumo, didampingi Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya:

  • Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
  • Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos, yang juga menjabat Gubernur Maluku dan Wakil Ketua Dewan Pembina
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Dari unsur daerah, pelantikan DPD Sulut didampingi Ketua ABPEDNAS Sulut Senator Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP, bersama Sekretaris ABPEDNAS Sulut Jackried Maluenseng, SS., M.Si.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar turut hadir menyaksikan momen tersebut.

Fokus Pengawasan: MBG hingga Koperasi Merah Putih

Dalam sambutannya, Hashim menegaskan keberhasilan program prioritas pemerintah — termasuk Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat — sangat bergantung pada pengawasan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran aktif perempuan di tingkat desa.

Sebagai gambaran skala potensi yang digarap organisasi ini, data BPS 2024 mencatat 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan atau sekitar 37 juta orang, dengan kontribusi hingga 61 persen terhadap PDB nasional.

Rangkaian acara turut diisi penandatanganan kerja sama ABPEDNAS dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk mendukung publikasi dan pengawasan program desa di seluruh Indonesia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara