
Manado, BeritaManado.com — Perbuatan tidak menyenangkan terjadi kepada sopir transportasi daring berinisial T dan penumpangnya, Senin (6/11/2017) sore di Tateli.
Kejadian bermula saat T menjemput penumpang di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) lalu berhenti di lorong Bougenvile karena rekan penumpang hendak naik di kendaraan yang sama karena searah.
Rupanya, hal itu telah diperhatikan oleh para sopir transportasi konvensional sehingga mobil milik T dicegat.
Aksi intimidasi pun dilakukan, tak hanya kepada T tapi juga kepada penumpangnya yang kemudian dipaksa turun dan berpindah ke transportasi konvensional.
Kejadian itu bahkan direkam dan diunggah ke media sosial Facebook yang kini menuai kecaman warganet, terutama Go-Online Manado Community (GMC).
Kepada BeritaManado.com, Ketua GMC, Christian Yokung mengatakan, pihaknya mengecam keras tindakan intimidasi yang terjadi karena telah salah dalam memperlakukan jenis transportasi yang sah secara hukum.
“Kami mengecam keras tindakan itu. Kami ini transportasi resmi, sehingga tidak boleh ada lagi intimidasi yang seperti itu,” tegas Christian.
Lanjutnya, kecaman tersebut bukan hanya adanya intimidasi kepada T, tapi bahkan sudah dilakukan kepada penumpang.
“Memang tidak ada pukulan dan pengrusakan kendaraan, tapi penumpang pun kena intimidasi, di paksa turun. Padahal penumpang merupakan konsumen yang haknya dilindungi dan mereka bebas memilih,” tambahnya.
Christian pun menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam atas apa yang terjadi dan akan mengawal Perhub 108 agar para sopir transportasi daring tidak perlu lagi merasa terancam saat bekerja.
(srisurya)
