
Penulis: Tim Redaksi
Gempa tektonik M4.8 mengguncang wilayah Batang Dua, Kota Ternate pada Jumat dini hari, 3 April 2026, pukul 02.08 WIB, dengan pusat gempa di laut 126 km sebelah timur Bitung, Sulawesi Utara, kedalaman 16 km.
Bagi kawasan ini, guncangan dini hari itu bukan hal mengejutkan. BMKG menegaskan ini bagian dari rangkaian panjang gempa susulan pasca-gempa utama M7.6 yang menghantam kawasan yang sama sehari sebelumnya.
Episenter berada di koordinat 1.20° LU; 126.23° BT.
Dengan hiposenter di kedalaman 16 km, BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempabumi dangkal, jenis yang cenderung menghasilkan guncangan lebih terasa di permukaan, meski magnitudonya tidak sebesar gempa utama.
Subduksi Lempeng Laut Maluku Picu 348 Gempa Susulan
Aktivitas seismik yang tak kunjung mereda di kawasan ini bukan tanpa sebab.
BMKG mengidentifikasi pemicunya adalah aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku yang sebelumnya juga memicu tsunami kecil di Minahasa Utara – zona tumbukan lempeng yang menjadi salah satu sumber gempa paling aktif di Indonesia timur.
Angkanya berbicara lantang: hingga Jumat, 3 April 2026 pukul 02.27.45 WIB, BMKG telah merekam 348 gempa susulan sejak gempa utama M7.6 kemarin.
Angka itu terus bertambah, menandakan lempeng di bawah Laut Maluku masih aktif melakukan penyesuaian tektonik.
Dirasakan di Ternate, Belum Ada Kerusakan Dilaporkan
Guncangan M4.8 ini dirasakan warga Kota Ternate pada skala intensitas II–III MMI. Getaran nyata di dalam rumah, seakan ada truk besar yang melintas.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa yang dilaporkan.
Gempa M7.6 sehari sebelumnya sempat memicu kepanikan luas di Manado dan Minahasa Utara, dengan warga berhamburan keluar rumah.
Kini, ratusan gempa susulan yang terus berlangsung menjadi pengingat bahwa kawasan 126 km timur Bitung ini belum sepenuhnya tenang.
BMKG mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui Instagram/Twitter @infoBMKG, website bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram t.me/InaTEWS_BMKG, serta aplikasi wrs-bmkg atau infobmkg di iOS dan Android.
Selama lempeng di bawah Laut Maluku belum stabil sepenuhnya, potensi gempa susulan berikutnya tetap nyata dan kewaspadaan adalah satu-satunya langkah paling bijak.
Gempa M7.6 Renggut Nyawa di Manado, Gubernur Turun Tangan
Dampak nyata dari gempa utama M7.6 sudah lebih dulu terasa di Manado.
Kanopi sisi utara Hall B GOR Robert Wolter Mongisidi, KONI Sario, ambruk akibat guncangan gempa dan menimpa seorang warga lanjut usia bernama Deice Lahia (69) hingga meninggal dunia.
