Berita Utama

Gempa Magnitudo 7,6 Picu Peringatan Dini Tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku

Gempa Magnitudo 7,6 Picu Peringatan Dini Tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku


Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6, Kamis (2/3/2026) pukul 06.48 WITA.

Gempa tersebut berlokasi sekitar 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Peringatan tsunami disampaikan pada pukul 07.47 WITA setelah hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Berdasarkan hasil pemantauan muka air laut, tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi dengan ketinggian relatif kecil, yakni di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB dan di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB.

Sejumlah wilayah di Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) masuk dalam status siaga.

Wilayah tersebut meliputi Kota Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore di Maluku Utara, serta Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan di Sulawesi Utara.

Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Kepulauan Sangihe dan Minahasa Utara Bagian Utara berada dalam status waspada.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah antisipasi.

Untuk wilayah dengan status “awas” dan “siaga”, masyarakat diminta melakukan evakuasi menjauhi wilayah pesisir. Sedangkan untuk wilayah dengan status “waspada”, masyarakat diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai serta tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan dan pembaruan data terkait potensi tsunami serta mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara