Agama dan Pendidikan

Gema Paskah Senator Maya Rumantir: Kebangkitan dan Kasih Kristus Fondasi Persatuan Bangsa

Gema Paskah Senator Maya Rumantir: Kebangkitan dan Kasih Kristus Fondasi Persatuan Bangsa
Maya Rumantir

Penulis: Frangki Wullur I Jakarta, Indonesia

Momentum Paskah menjadi waktu dimana umat Kristen seluruh dunia kembali menghayati pengorbanan Yesus Kristus.

Hal ini memiliki banyak dimensi yang dapat dijadikan dasar untuk bersyukur atas karunia penebusan dosa-dosa manusia.

Anggota MPR/DPD RI Maya Rumantir menyampaikan ucapan dan pesan Paskah kepada umat Kristen di Indonesia.

Bagi Senator Maya Rimantir, Paskah bukan sekedar perayaan rutinitas meski setiap tahun dilaksanakan, melakan momentum sakral untuk merefleksikan kemenangan Kristus atas maun dan membawa harapan baru bagi kehidupan umat manusia.

“Paskah itu sendiri mengandung makna pengorbanan dan cinta kasih yang tidak terbatas yang telah Yesus tunjukkan sampai akhir hidupnya demi mendamaikan Allah dan manusia,” ungkap Maya Rumantir.

Senator Maya Rumantir mengajak masyarakat Indonesia untuk meneladani kesetiaan dan ketulusan dalam melayani sesama, tanpa melihat perbedaan yang ada.

Ia mengatakan bahwa kebangkitan Kristus harus menjadi penggerak setiap umat Kristen untuk mewartakan kebaikan dan menjadi terang di tengah kegelapan dan tantangan zaman yang semakin kompleks ini.

“Paskah tahun 2026 ini selayaknya menjadi jembatan untuk mempertemukan segala perbedaan yang ada menjadi satu ekkuatan besar untuk memperkuat persaudaraan dan memperjuangkan perdamaian antas sesama anak bangsa,” ujarnya.

Gema Paskah Senator Maya Rumantir: Kebangkitan dan Kasih Kristus Fondasi Persatuan Bangsa

Ditegaskannya, bahwa nilai-nilai universal pada momentum Paskah adalah pengampunan dan rekonsiliasi tetap relevan hingga saat ini untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk bangkit bersama dari keterpurukan dan saling merangkul demi mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Refleksi kebangsaan yang diusung oleh sang Senator menyoroti pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman budaya Indonesia yang sangat kaya.

“Paskah mengingatkan kita bahwa melalui penderitaan dan perjuangan yang berat, pasti akan selalu ada jalan menuju kemenangan dan kemuliaan bersama. Oleh karena itu, saya berharap agar moderasi beragama terus dilakukan demi terciptanya stabilitas nasional yang kokoh dan penuh harmoni yang abadi bagi generasi mendatang,” harap Maya Rumantir.

Pada saat yang sama, Maya Rumantir juga berharap agar momentum Paskah ini menjadi waktu untuk melakukan refleksi dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Kebangkitan Kristus harus diterjemahkan dalam aksi nyata untuk membantu mereka yang lemah, terpinggirkan, dan membutuhkan uluran tangan dari sesama saudara.

Perjuangan politik dan pengabdian di parlemen haruslah didasari oleh semangat kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai dengan nilai Pancasila yang kita junjung tinggi bersama sebagai pedoman.

Beliau juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia baru saja melewati berbagai dinamika politik nasional yang cukup menguras energi dan pikiran masyarakat luas.

Paskah hadir sebagai momen pendingin suasana untuk memulihkan kembali keretakan sosial yang mungkin sempat terjadi selama proses demokrasi berlangsung di tanah air.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara