
BeritaManado.com—Berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemeparekraf), PT PLn Persero ikut mendukung pengembangan destinasi pariwisata di Indonesia.
MoU ini menjadi bagian dari kegiatan rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang digelar secara virtual. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menandaskan PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha penyediaan tenaga listrik di Indonesia mengemban amanah menyediakan listrik untuk seluruh destinasi pariwisata.
Zulkifli mengatakan target cadangan kelistrikan di masa yang akan datang bisa mencapai 50 persen. Terlebih, sekarang sedang proses konstruksi pembangkit-pembangkit program 35.000 MW.
Oleh karena itu, PLN siap mendukung dan optimistis dalam menyediakan kebutuhan listrik untuk untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Zulkifli memperkirakan tambahan jumlah kebutuhan listrik sebesar 344 MW.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengapresiasi kolaborasi dengan PLN. Salah satu bentuk kolaborasi ini adalah pengembangan 10 DPP dan lima DPSP.
Kerja sama ini juga untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden No.18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, antara lain terdapat 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, 8 Destinasi Pariwisata Pengembangan, dan 1 Revitalisasi Destinasi Pariwisata. Perjanjian ini merupakan perpanjangan dari kerja sama yang sudah ditandatangani sebelumnya dan akan berakhir di 27 Oktober 2020.
Sebelum penandatanganan MoU, dilakukan diskusi panel sesi IV bertajuk Revitalisasi Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Ekonomi Kreatif yang juga menjadi bagian dari Rakornas Kemenparekraf/Baparekraf juga digelar secara virtual.
Selain mendukung pemenuhan pasokan listrik yang cukup, PLN juga mendukung pengembangan lima destinasi prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Total nilai bantuan sepanjang tahun 2020 hingga 2021 mencapai Rp 4,3 Miliar yang diwujudkan melalui kegiatan pengembangan desa wisata, pengembangan Rumah BUMN, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. (***)
