Sebagai spesialis lokal, dr. Benny mengaku bangga bisa mengadopsi teknologi ini di Manado.
“Merupakan kehormatan bagi saya mendapat kesempatan menggunakan metode tercanggih di dunia saat ini di RSUP Kandou,” ungkapnya.
Menuju Layanan Paripurna
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan layanan kesehatan paripurna di seluruh pelosok negeri.
Perwakilan dari InaHRS lainnya, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K) berharap, kehadiran PFA di Manado akan memicu perkembangan layanan aritmia di wilayah Indonesia Timur lainnya, khususnya Manado.
“Kami dari InaHRS, akan terus mendukung untuk menjaga irama jantung di Indonesia. Semoga rumah sakit Kandou terus maju dan berkembang,” katanya.
Dengan teknologi ini, warga Sulawesi Utara kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah atau ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan irama jantung dengan standar internasional.
RSUP Kandou telah membuktikan bahwa teknologi medis kelas dunia kini sudah ada di depan mata.
