
Bitung – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bitung mempersiapkan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 01 Mei.
Namun tahun ini, FSP RTMM SPSI Kota Bitung sepakat untuk memperingati May Day tanpa aksi turun ke jalan atau unjuk rasa.
Hal itu disampaikan Ketua FSP RTMM SPSI Kota Bitung, Stefanus Sidangoli di Sammer Hotel dalam acara Baku Dapa Buruh, Selasa (30/04/2019).
Stefanus mengatakan, FSP RTMM SPSI Kota Bitung lebih memilih berdialog dengan Dinas Ketenagakerjaan Pemkot Bitung dalam memperingati May Day.
“Kenapa dialog, karena pertimbangan suasana kondisi menjelang Pemilu di Kota Bitung. Kedua, kondisi pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha di Kota Bitung perlu kita di jaga,” kata Stefanus.
Apalagi kata Stefanus, peringatan May Day tidak harus identik dengan unjuk rasa tapi lebih identik dengan perayaan.
“Demo itu akhir dari sebuah perjuangan dan demo adalah senjata akhir dari pekerja untuk mengeksekusi sebuah perkara selain pengadilan,” katanya.
Adapun dialog yang akan digelar dengan Dinas Tenagakerja kata dia, bertemakan Peran Buruh dalam Pembangunan bakal memunculkan tiga rekomendasi yaitu:
- Mendesak pemerintah agar mengalokasikan aggaran APBD untuk pekerja yang di PHK, selama dalam Peradilan proses hubungan idustrial berlangsung.
- Mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Bitung
- Mendorong pemerintah menerapkan Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal sebagai antisipasi lonjakan TKA.
“Kami berharap lewat dialog ini, buruh dan pemerintah daerah bisa satu visi dan misi untuk mensejahterakan serta mendorong gairah industri Kota Bitung,” katanya. (abinenobm)
