MANADO – DR. Flora Kalalo, SH MH akhirnya dikenakan sanksi oleh pihak Unsrat. Melalui surat keputusan Rektor Universitas Sam Ratulangi nomor 2889/UN12/KP/2011. Sanksi yang di berikan oleh pihak Unsrat kepada Flora Kalalo berupa sanksi disiplin ringan berupa teguran lisan.
Terkait dengan pemberian sanksi tersebut, beritamanado memintai tanggapan kepada DR. Flora Kalalo, SH MH. Sikap eleganpun dipertunjukan oleh alumnus program doktor Universitas Brawijaya Malang ini. Flora sapaan akrabnya melihat bahwa pemberian sanksi tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat.
“Pemberian sanksi berdasarkan SK Rektor yang saya terima tidak mempunyai landasan hukum yang kuat. Sebab SK tersebut berdasarkan rujukan surat Dekan Fakultas Hukum tertanggal 30 Desember 2011. Yang sebenarnya pada tanggal tersebut bersangkutan (Merry Kalalo-red) telah berstatus tersangka di Polda Sulut,” papar Flora.
Ditambahkan Flora, “Dengan demikian seharusnya Mery selaku Dekan tidak bisa mengeluarkan surat atau apapun yang berkaitan dengan jabatannya. Dan juga seharunya Merry yang diberikan sanksi oleh Rektor karena tidak mematuhi PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS,” jelas Flora yang merasa kecewa dengan sikap Rektor selaku pimpinan Unsrat.(jk)

@Pak Sam, kalau anda mengomentari jawaban saya bahwa : ”memberikan keterangan yg jelas tetang perbuatannya serta resiko yg harus di terima teman baik anda. Apabila anda menyayangi teman anda biarlah dia menyadari kesalahan dia dan kembali ke jalan yg benar”, berarti anda setuju dengan pendapat saya bahwa permasalahan di UNSRAT sebaiknya pihak internal UNSRAT saja yang urus, dan bukan konsumsi publik luar…..
Makanya saya memberi komentar terhadap ibu Flora dkk seperti comment saya yang pertama, karena saya sudah gerah dengan pemberitaan dari ibu Flora yang sudah berlebihan, hampir setiap hari di berbagai media. Kesannya bukan untuk UNSRAT sendiri tapi sudah untuk memuaskan ambisi pribadi ibu Flora, sperti yang dikatakan @aristoteles… Dan mohon maaf, bukan menyudutkan ibu Flora, beberapa foto ibu Flora yang ditampilkan di media berbarengan dengan berita2 miring UNSRAT, tidak memperlihatkan sosok seorang doktor yang berwibawa….
Dan untuk survey independen, saya sarankan bukan saja mengukur kepuasan kinerja rektor saat ini, tapi dibandingkan dengan rektor-rektor sebelumnya. Dan juga bukan hanya mengukur kepuasan, tetapi selain itu juga mengukur kinerja (performance) para pemimpin UNSRAT. Tetapi yang jelas, indikator2nya juga harus bisa dengan mengukur kepuasan dan kinerja, karena mengukur kepuasan dan kinerja seseorang sangatlah relatif.
Respondennya harus benar-benar mewakili seluruh stakeholder UNSRAT (Dosen, Mahasiswa, Pegawai dll). Saya kira pakar-pakar di UNSRAT lebih bisa merancang survey yang objektif, independen dan tepat sasaran.
GOD BLESS
@Prihatin
Saya setuju dengan Usulan anda membuat Survey Independen mengenai “Tingkat Kepuasan atas kinerja UNSRAT (Mungkin Lebih tepat Pimpinan UNSRAT.)” dalam hal ini Prof Rumokoy dan melalui kerjasama dengan media bisa di umumkan ke public hasil Survey tsb dengan mekanisme yg baik dan indeoenden tentunya… Good Suggest !!!
Dan penjelasan saya ttg Ilustrasi sebelumnya bukan dengan cara mengumumkan ke semua kelas … hehehe,
tetapi (seperti yg saya tulis persiss) berikut kutipannya :
#”memberikan keterangan yg jelas tetang perbuatannya serta resiko yg harus di terima teman baik anda
Apabila anda menyayangi teman anda biarlah dia menyadari kesalahan dia dan kembali ke jalan yg benar#
Sekali lagi Usul yang sangat bagus utk dilakukan Survey Independen.
Salam,
Sam
Bapak Sam,
analogi anda yang menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan saya rasa tidak tepat. apakah memang benar keadaan di UNSRAT sudah disamakan dengan pencurian hp?
dan kalau pun anda ingin jawaban saya berdasarkan pertanyaan anda, tentu saja saya akan menegur teman saya, tetapi cara teguran saya bukan diumumkan kesemua teman2 sekelas saya. kalau saya adalah teman yang baik, maka saya akan menegur dengan cara pendekatan ‘pertemanan’ saya, buka serta merta membeberkan tanpa memikirkan perasaan teman saya. toh teman saya itu rajin beribadah, pasti ada sebabnya dia melakukan pencurian itu. mungkin dengan berbincang secara hati ke hati maka saya akan bisa membantu teman saya kembali ke jalan yang benar…… bukannya dengan mengobral kesalahan teman saya ke orang lain yang mungkin saja tidak berhubungan dengan kejadian tersebut. apakah ada manfaatnya dengan melibatkan orang luar?
Tapi saya kira kasus UNSRAT tidak bisa disamakan dengan kasus pencurian hp. Terlalu berlebihan.
Kemudian, saya tidak mengerti jawaban anda atas pertanyaan saya: “apakah dengan pemberitaan negatif mengenai unsrat (yang belum tentu benar adanya) membuat UNSRAT lebih maju?
Karena saya memang tidak melihat manfaatnya pemberitaan miring mengenai UNSRAT selama ini, selain untuk memuaskan keinginan orang-orang yang ingin mengambil alih kekuasaan.
Kalau anda katakan: “setiap protes dan blow-up kasus kepada public adalah wujud nyata keputusasaan Civitas akademika terhadap kebijaksanaan Rektor.”, saya rasa itu hanyalah keputusasaan segelintir orang yang tidak terpuaskan kepentingannya dan rakus kekuasaan. Bukankah selama ini berita yang berkembang hanya mengenai kasus ibu flora bersama dengan timnya? Apakah yang ini dimaksud dengan keseluruhan civitas akademika UNSRAT. Lebih baik kalau diadakan survey independen menegenai tingkat kepuasan atas kinerja UNSRAT, dibandingkan dari satu rektor ke rektor yang lain
Huahahaha…. Kebobrokan yaahhh, supaya jelas blg dulu apa yg bobrok di UNSRAT apa statuta yg disahkan oleh mnteri, rudis yg digusur trus dbngun tampa prkuliahan pascasarjana ato apa kang?? tulis yg fakta jgn fitnah. Kalo kasus PTUN2 so pernah djlaskan di slh satu media, mo tulis ulg2 parcuma. Memang ada kasus di fakultas hukum yg menyeret dekan jdi trsangka mr smpe skrg blm trbukti dia bersalah, jdi yg bobrok itu mental dri flora dgn timnya yg ada 10 org krng satu org yg tnda tngannya di palsukan (yg so sadar skrg) dan drg bangun opini UNSRAT seolah2 bobrok…
Bagian mana UNSRAT smo ancor?? ada aman2 ini smua, sampe sistem bru SIT akademik for KRS online so bjalan, gedung2 nda ada yg ancor malah ada tatambah itu gedung baru, bjlan aman ini. So ini itu pecundang sejati dimulai waktu ralfie pinasang didukung flora kalalo kalah pildek dgn merry kalalo trus smpe skarang nda akui merry kalalo sbg dekan. So itu ciri2 org pecundang sejati.
Kalo tuh komentar di atas fitnah ato bdusta bilang kmari…..
Sekalipun butuh waktu yang lama tapi kebenaran pasti akan muncul di permukaan dan kemenangan selalu akan berpihak pada orang-orang yg tulus hatinya!
God bless Flora Cs.
@Prihatin
“Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.”
Kasih yang tersembunyi jarang ditemukan, tetapi bahkan LEBIH JARANG lagi adalah hati yang bersedia menegur terang-terangan. Kasih tersembunyi membutuhkan hati yang tulus dan berbelas kasihan, tetapi teguran nyata memerlukan keberanian moral.
Dari beberapa lamanya pemberitaan ttg UNSRAT reaksi dari Pimpinan UNSRAT apa? …. setiap protes dan blow-up kasus kepada public adalah wujud nyata keputusasaan Civitas akademika terhadap kebijaksanaan Rektor.
#Prihatin : “apakah dengan pemberitaan negatif mengenai unsrat (yang belum tentu benar adanya) membuat UNSRAT lebih maju? saya kira tidak, malah mencemari nama UNSRAT”#
Jawaban saya adalah, salah satu bukti nyata adalah putusan dari PTUN (baca berita yg lain), dan apakah membuat UNSRAT lebih maju? … saya kembalikan pertanyaan ini kepada anda : “Apakah pilihan anda jika : anda melihat ada org yg mencuri HP Dosen anda di depan mata anda yg ternyata si Pencuri adalah teman baik anda yg dikenal rajin Ibadah? ….. Apakah mendiamkan supaya Teman baik anda tidak malu atau memberikan keterangan yg jelas tetang perbuatannya serta resiko yg harus di terima teman baik anda?
Apabila anda menyayangi teman anda biarlah dia menyadari kesalahan dia dan kembali ke jalan yg benar … sekaran kalau kita refer ke kasus UNSRAT, APakah jawab anda?
Doa kami utk UNSRAT
Salam,
Sam
@peace, kalaupun memang benar apa yang dilakukan ibu flora bersama dengan timnya untuk melindungi unsrat dari kehancuran seharusnya tidaklah demikian caranya. apakah dengan pemberitaan negatif mengenai unsrat (yang belum tentu benar adanya) membuat UNSRAT lebih maju? saya kira tidak, malah mencemari nama UNSRAT. dan mengapa setiap pemberitaan negatif selalu berhembus kalau sudah mendekati suksesi/pergantian rektor? bukankah itu adalah cara2 politik praktis? saya sudah skeptis dengan orang-orang jaman sekarang yang katanya memperjuangkan kebenaran, tapi setelah gilirannya mengemban tugas yang sama, ternyata kinerja lebih jelek dari sebelumnya……
Kalau semua org di Unsrat masa bodoh dgn kebobrokan yg ada, ini pertanda bahwa org2 yg ada di Unsrat membiarkan institusi ini menuju kehancuran. Tapi kalau ada org yg berani utk menentang kebobrokan JANGAN selalu dianggap org tsb haus kekuasaan. Org hrsnya punya sikap bukan hanya jadi penjilat atau pecundang.
sungguh sangat disayangkan kalo ambisi pribadi ibu flora sudah membutakan mata hati dan nuraninya sendiri sebagai akademisi. ibu flora janganlah membuat seolah-olah UNSRAT kondisinya sangat bobrok, sehingga harus setiap hari “ditembak” di media dengan berita-berita negatif. kalau anda seorang akademisi sejati, lebih baik kan memberi sumbangsih pemikiran dan karya-karya ilmiah untuk pengembangan ilmu hukum yang sudah anda tekuni sampai menjadi doktor. daripada harus mengeluarkan uang untuk ambisi anda. jangan cuma karena haus kekuasaan, sehingga nama institusi yang sudah membesarkan anda harus dicemarkan nama baiknya. sungguh sangat disayangkan dan patut prihatin…………