Menurutnya, jumlah parpol yang terlalu banyak menyebabkan ada yang membuat branding bernuansa identitas SARA untuk memobilisasi pendukung dan memusuhi yang lain berdasrkan perbedaan SARA.
“Kemudian tingginya syarat ambang batas pencalonan presiden menyebabkan terjadinya dua polarisasi dukungan,” tandasnya.
Selain Liando, pembicara lain adalah Anggota Bawaslu RI Dr Herwyn Malonda, Ketua Bawaslu Sulut Kenly Poluan, Anggota Ewin Umbola, Ketua Gamki Sulut Yowanda Yonggara serta Anggota Bawaslu kabupaten/kota se-Sulut.
(Alfrits Semen)
