
Manado – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Jantje Wowiling Sajouw (JWS) selaku calon Bupati dan Ivan Steven Djoury Sarundajang (Ivansa) sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Minahasa.
Terkait dengan penetapan tersebut, akademisi Fisip Unsrat, DR Ferry Liando SIP MSi menilai JWS sapaan akrab Jantje Wowiling Sajouw keliru dalam memilih pasangan dalam pemilihan Bupati ini.
“JWS adalah figur yang ideal tapi, ia (jws-res) keliru memilih pasangannya. Pengalaman dari beberapa daerah, banyak calon kepala daerah yang punya reputasi bagus, tetapi tergganggu oleh kekeliruan memilih calon,” kata Liando kepada BeritaManado.com.
Dikatakannya lagi bahwa hal ini disebabkan Ivan yang belum punya reputasi di Minahasa. Ia besar karena nama besar ayahnya, bukan karena reputasinya.
“Ivan itu belum punya reputasi di Minahasa. Ia (Ivan-red) besar karena bapaknya, bukan karena prestasinya dia. Oleh sebab itu kekeliruan JWS ini akan berdampak pada popularitas calon usungan PDIP ini,” jelas Liando.j(kf)

namanya juga pengamat/pemerhati dorang kan cuma j liat2 dari luar lingkaran,…
yang pasti ini orang2 dalam yang tau pasti depe konsekuensi logis seperti apa setiap keputusan diambil, lantaran dorang ini depe pelaku :)
Palingan orang yang didalam lingkaran cuman mw tatawa akang katu ini Mner Ferry p statment di atas
Mar setidaknya kita musti akui Mner so banya memberikan kontribusi yang berarti for Sulut biar cuman sebagai pemerhati/pengamat beda deng kita yang blum apa2 masih j sekolah
Skarang ini ferry yg keliru dorang so untung skarang mo bilang apa le……ini ferri ini nda usah kwa jadi narasumber dari dulu kita lia depee prediksi banya salah.lebe bae ferry tamba skolah ngana biar le doktor mar paling nda musti yg di jawa.kalo cuma doktor lulusan universitas lokal yaaaaa lia jo itu kualitas…..banya salah dan tdk akurat
betul itu Mner Liando, JWS salah pilih pasangan sampe2 dorang menang di PilBup Minahasa, yang lbe salah Mner p mantan mahasiswa yang b paksa b calon, hahaha…
Admin tolong accept di comment neh
salam p Mner jo :)
So bagitu kalu bakudapa orang anti nepo!
dari lima calon pilbup ini saya rasa tidak ada yang berkompeten semua hanya mengumbar janji pepesan kosong jadi kembali ke masyarakat yang mana yang terbaik dari terburuk 5 calon tersebut mudah-mudahan torang nd salah pilih
@ Adano ini pe comment samua kebanyakan NEPO melulu, kurang ada ramuan dan racikan yang “Exellant” dengan kurang “SMART” atau specific,measurable, achievable, realistic and timely….kadang lari dari konteks, semantic problem,. Harusnya harus “ABC” Accuracy, Balanced, Credible, and it mus to “THINK”….Langowan bilang ” Ca Mange, ca makela, it’s not ca gampang, hehehehehe!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tida perlu DI SORGA untuk mendapatkan pemerintahan yang bebas dari NEPO!
YAng concern dan yang di kasih kepandaian sudah seharusnya memberitahukan hal sebenarya. —apapun alasanya NEPO itu JELEK!
Negara lain berlombah2 menerapkan NEPO di undang2nya, apa kita harus mundur? atau anda2 pendukung nepo mau beralasan lagi bahwa negara kita ini masih bayi dalam demokrasi dsb?
NEPO itu berbahaya! khususnya di level pemerintahan!
Torang tidak perlu menunggu Revisi UU untuk dapat mestop NEPO dari torang pe daerah!
Sopande2 tu rakyat memilih..
JUST Say NO! to NEPO
Setiap warga negara memiliki hak untuk dipilih dan memilih, sehubungan dengan pilkada Minahasa saya tidak melihat cocok dan tidak cocoknya pasangan itu tapi saya melihat dari apa yang sudah dibuat Gubernur Sarundayang dan Bupati Vreke, kenyataannya mereka tidak berhasil mengkaderkan orang Sulut atau Minahasa dalam jabatan publik selama kurang lebih 10 tahun kekuasaannya, mereka baru mampu mengkaderkan anak-anak mereka. Sekarang apa yang perlu dibanggakan oleh kita orang Sulut, 10 tahun menjabat tidak mampu mengangkat orang Sulut kecuali anak pejabat Sulut.
@sinyo: kenapa harus tunggu turun tahta?banyak pejabat termasuk gubernur dan walikota/bupati yang masih menjabat SUDAH DIMASUKAN KEPENJARA oleh KPK.
Jaman sekarang tidak PERLU TURUN TAHTA dulu baru di USUT itu cara jaman dulu dan KOLOT bila masih berpikiran demikian.
asalkan ADA BUKTI,SIKAT….
Jangan-jangan benar perkiraan saya,bung/ses ini hanya dengar dari “kata orang” dan TIDAK PUNYA BUKTI….
ASTAGA…..FITNAH itu mas bro…
Semua akan terbuka setelah turun tahta.. Semua adaa waktunya..
….@…. benteng moraya …. saya bingung sebenarnya anda melihat dari sudut mana mengatakan minahasa stagnan 10 tanpa pembangunan …. cobalah anda menilai tanpa di dasarkan pada perasaan tdk suka pada SVR…. coba anda renungkan bae2 tanpa adanya interest pribadi apa betul minahasa stagnan dlm pembangunan selama 10 thn …
@benteng moraya : SUKA
ada 2 (dua) opsi yang akan menjadi dasar pertimbangan para Pemilih Cerdas di mInahasa :
Opsi 1 : Tetap memilih dinasty yang sekarang dengan prospektif pembangunan yang stagnan setelah 10 tahun memimpin.
Opsi 2 : Memilih Pemimpin Baru dengan prospektif pembangunan yang inovatif, kreatif dan membawa misi perubahan.
@Elang Nusantara Jr: setuju bung, terlalu banya fitnah dan tudingan yang ingin menjatuhkan SHS, padahal semuanya hanya kabar burung.
@ sinyo : kalau semua yang anda bilang itu BENAR,PENJARAKAN seberat-beratnya dia kalau perlu LANGSUNG TEMBAK MATI karena MENDUSTAI rakyat SULUT yang BEGITU BANGGA kepada beliau
TAPI….
dari semua yang bung/ses Sinyo utarakan,
APAKAH itu FAKTA atau hanya kabar burung?
APAKAH ada BUKTI-BUKTI?
kalau ada BUKTI SEGERA LAPORKAN ke POLISI,Kejaksaan dan KPK….kalau perlu kita sama2 laporkan
TAPI harus ada BUKTI.JANGAN cuma tahu itu dari “KATA ORANG” nanti berujung FITNAH
kan sudah banyak sekali FITNAH-FITNAH yg ternyata dilakukan untuk MENJATUHKAN SHS.
AYO…JANGAN LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN
@ elang nusanttara jr…. Supaya nn tau sapa tu s– cooba nn datang dii bank BPD sullut so klar tu masalah blum.. Nn cek masalah ppembangunan tmn anggrek dii kairagi so seelesai blm masaalhny.. Tu ivan pe 2. Usaha itu doi dar mana,, coba dii ceek. Gedung joang 45 sapa yangg se kontrak ke pihak2 lain.. Masi banyak. Kasus2 yangg melibatkan s– ??? keluara.. Jadi lammu semua commen elng nnstra jr…
@ akar rumput: terima kasih banyak atas penjelasan anda tentang KOLUSI dan NEPOTISME dan tolong dimaklumi atas kekurang pahaman saya akan perbedaan 2 hal diatas(maklum orang gunung).
dari ulasan saya di atas, saya memberi tanda petik pada kata MENJADI CALON maksudnya pembahasan NEPOTISME khusus pada proses pencalonan kedua anak pejabat ini,apakah mereka menjadi calon karena NEPOTISME(Kekeluargaan/Kekerabatan) atau tidak…!
(mohon dicerna kembali ulasan akhir saya di atas)
mengapa saya simpulkan CNR termasuk NEPO ?
SVR sebagai ayah BERJUANG keras menGOLkan CNR menjadi CABUP golkar dan nampaknya ini sudah direncanakan jauh sebelumnya dengan menjadikan CNR sebagai salah satu POLITIKUS MUDA yang “GEMILANG” karir politiknya,melaju kencang (dari ketua PAC sampai ke ketua golkar minahasa) seperti di JALAN TOL/BEBAS HAMBATAN dan tanpa bersusah payah. SVR juga “menendang” calon lain seperti HAG,JWS dengan SURVEI internal golkar yang sudah diatur sedemikian rupa agar CNR no 1 sesuai instruksikan SVR kpd pengurus golkar(silahkan cek lapangan kalau tidak percaya)
APAKAH itu bukan NEPO???
Soal KOLUSI (Persekongkolan),dari penjelasan anda diatas itu BERARTI kelima pasangan calon adalah HASIL KOLUSI…?!
Iyo so….?!
@tuama langowan……
Angko kira HAG-RJM mo ta ba calon?????
Nda mo loLos verifikasi dorang………
Jadi cuma mo baHAGa Kasiang?….
Elang..salut kita cara koment anda.
Memang kalau rakyat Minahasa itu cerdas memilih, yang seperti contoh 2 anda diatas tidak akan terjadi.
Melihat komen2 disini memang hebat2, semua progressive mau maju dan samua sayang sama Minahasa.
Kecuali..
Ini ada juga warga yang so pintar(negated) masih saja ngeyel.
Anda itu seharusnya kalau mau counter reply ke saya ya teknis sadiki lah..
IVANSA = Anak Papi
CNR = Anak Papi
Dorang dua pe pasangan = Papi-Papi
Yaaaahhh artinya perubahan vor Minahasa cuma kasiang bisa berharap pa HAG & RJM, dan semoga dorang bisa lolos di KPU….
@…. elang nusantara … uraian anda saya setuju … ivansa nepo …. setuju memang tdk ada nepotisme disitu …. CNR …. anda mengatakan …. ja …. pertanyaan utk anda nepotismenya di mana ??? dari uraian anda saya melihat anda tidak dapat membedakan apa itu NEPOTISME dan apa itu KOLUSI ……. beda bung prinsip nepotisme dan kolusi …. mgkn kalu saya boleh katakan bahwa KOLUSI adalah secara bersama-sama menunjuk seseorang untuk jabatan yg di jakini untk kepentingan seseorang atau kelompok tertentu …. itu utk ivansa dan cnr masuk ….. NEPOTISME adalh dgn jabatan atau kekuasaan menunjuk keluarga atau kerabat atau kroninya utk memegang jabatan tertentu tanpa melihat kemampuan ybs ….. dan ini dua-duanya tidak masuk krn jabatan bupati tdk diberikan oleh org tua mrk tapi hasil pilihan rakyat kalau mrk yg terpilih ……
Tabea,
Ada baca samua komen diatas,.. Patut diacungi jempol for semua…
Seandainya semua pemimpin dan masyarakat di minahasa induk berpikiran sama deng ngoni, pasti maju ni minahasa….
Tapi sayang… Masih banya masyarakat pemimpin, yang masih mementingkan diri sendiri, keuntungan diri sendiri, kekuasaan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan banyak orang, dan berprinsip asal bapak senang (asal bupati senang)… Contohnya di desa senduk kemaren, seharusnya hukum tua itu posisi netral dalam pemilihan, tak disangka.. Terlalu memihak bahkan terlalu fanatik yang berlebihan, sedangkan balai desa senduk di cat jadi kuning biru….. Padahal tidak semua warga senduk pendukung warna kuning biru… Dan kalo ada sumbangan ke pembangunan balai desa dari kuning biru ini… Apa sumbangannya? Sedangkan setau warga, cuma da minta2 sumbangan di pinggir jalan kong jadi tu balai desa,… Mungkin karna mo perpanjang masa jabatan hukum tua pe masa tugas, yang seharusnya so selesai dari bulan mei 2012…kong bisa jadi seperti itu…. :). Menyedihkan memang…. Apa seperti ini bisa membangun minahasa???
Berpikirlah realistis saja…!!! Kalo pemikiran dari pemimpin dan masyarakat minahasa masih banyak yang seperti itu… Nda bakalan maju ni minahasa…
Salam,
I yayat U santi
Ohh makapetor…!!!
Banyak berdoa jo supaya tu pemimpin bukang yang sama deng SHS, SVR, FHS ato ODC. Karena dorang samua manusia penuh kekurangan dan kesalahan sama deng torang samua. Banyak berdoa jo tu yang da ba calon di Minahasa mo jadi malaikat… Karena enter nabi Daud ciri di wowene n nabi Musa yang hebat ada salah karena malawang pa Tuhan yg da bilang jang toki tu gunung batu n punya masa lalu pembunuh…
@Elang Nusantara Jr, setuju bos!
So LEBEH BANGGA kita jadi orang manado/minahasa,so lebe HEBAT-HEBAT deng so PANDE-PANDE
bukan main….sumber datanya dari amerika,india dan negara lainnya….HEBAT,HEBAT dan HEBAT……
ORANG GUNUNG Mohon ijin kepada para kaum intelek untuk beri komentar(mohon maaf kalau tata penulisan “meNYEY” dari yang seharusnya)
BENAR bahwa PENGUASA/kita “SEBAIKNYA” tidak NEPO,efek negatifnya sangat Banyak seperti yg saudara-saudaraku tulis di atas dan SEMUA yg tertulis diatas itu BENAR,BAIK dan BAGUS
TAPI
Torang SAMUA belum di SORGA dan masih DIBUMI,di dunia bagian mana yang 100% tidak ada nepo…?????
Harusnya saudara-saudara yang dikaruniai kepandaian diatas rata2 kami masyarakat MEMBERI PENCERAHAN.secara teori NEPO itu apa,dilapangan NEPO bagaimana?dan SOLUSI meminimalisir NEPO di lapangan.ITU YG PENTING !!!
menurut saya (analisa orang gunung) NEPO akang sangat BERBAHAYA bila berTUJUAN mencari keuntungan MATERI TERUTAMA KORUPSI.
dalam susunan bahasa tontemboannya: “NEPOTISME membentuk KOLUSI bertujuan KORUPSI” ini KEJAHATAN yang LUAR BIASA.
jadi dari rangkain kata diatas,BILA kita HILANGKAN kata KORUPSI malah jadi BAIK dan menurut saya TIDAK BERBAHAYA lagi.
Simpelnya PEKERJAAN kita akan MUDAH dan LANCAR apabila dikerjakan oleh orang yang KITA PERCAYAI yaitu kerabat,keluarga,kenalan,dll (nepo) DAN hasilnya PASTI BAIK (asal tidak KORUPSI)
CONTOH nyatanya : SULUT.
Tidak bisa di pungkiri gubernur memilih “PERWIRA-PERWIRAnya” banyak karena NEPO TETAPI karena gubernur BERKOMITMEN MEMBANGUN TANPA KORUPSI Produk NEPO itu membawa HASIL YANG LUAR BIASA:pembangunan MEGAPROYEK dari pusat,opini WTP 2x,salah satu provinsi terbaik dan masih banyak hasil baik lainnya
ITU KARENA SHS nyaman BEKERJA dengan PERWIRAnya karena SHS PERCAYA pada mereka (tidak takut ada musuh dalam selimut)
Contoh ke 2 : MINAHASA
sudah rahasia umum Bupati juga memilih PERWIRA karena NEPO bedanya PERWIRA minahasa terkesan berKOLUSI MENJADI PELINDUNG bupati bahkan bersedia DIPENJARA menutupi …..(sesuai editorial media terkenal sulut)SEHINGA itulah mengapa hasil kerja minahasa tidak bisa MENYAMAI Provinsi dan PASTI ADA YANG SALAH dengan produk NEPO minahasa itu……
Soal anak gub dan bup yg “menjadi CALON” apakah karena NEPO?
kalau IvanSa saya rasa BUKAN karena kalau NEPO sebagai dewan pembina Demokratg,SHS pasti memaksakan IvanSa Menjadi papan 1 DEMOKRAT.
kalau CNR,YA karena “DIPERJUANGKAN” oleh sang ayah SVR yang adalah KETUA DPD GOLKAR SULUT.
TERLEPAS dari itu,apakah MENJADI BUPATI/WAKIL BUPATI itu karena NEPO..???
TIDAK…..!!!
karena PEMIMPIN MINAHASA ADA di TANGAN RAKYAT MINAHASA yang CERDAS
Tuang Adano somo brenti padahal blum jawab ini soal yang penting dari India, padahal cuma pertanyaan pende, mana itu dasar yang lebeh ilmiah selain berita di New York Times.
Tantu kita lei musti brenti katu’. Maar karna Tuang brenti deng titipan sadiki, kita lei boleh sadiki manyao, toh. Jang kira cuma Tuang yang tahu dunia. Deng jang merasa abis Tuang suruh orang laeng blajar, kong yang Tuang ada bilang itu le butul.
Kira-kira bagitu jo stau. Torang tunggu saja ini pertandingan di Minahasa yang mana yang mo untung. Maar kalu mo lia dari samua calon, Ferry Liando banya’ depe butul sama deng Broer Melky Pangemanan bilang.
Kong karna sedang pake “tabea” dapa kase salah lei, tutup jo dengan Selamat Hari Bae.
Permisi.. Numpang lewat..
Just share:
WTP untuk Sulut cuman 2x, yang ke 3 WDP..
Dan itu didapat ditahun penilaian 2009 dan 2010.
Pencapaian tahun 2009 n 2010 itu disaat Asisten 3 Administrasi dan Keuangan yang adalah motor penggeraknya, dijabat oleh salah satu Calon Wabup dari Kasta Birokrat.. Disaat Beliau pindah berkarir di Pemerintah Pusat pada tahun 2011, Provinsi tercinta qta hanya mendapat WDP..
So.. Kalau ingin perubahan, coba lihat fakta..
Jangan pilih KKN (tatambah N1, artikan sandiri jo tu N itu)
Go Minahasa..
DR. Ferry Liando, merupakan akedemisi yg tak perlu diragukan lagi. Dr. Ferry Liando, tidak pernah mendukung ataupun menjadi tim sukses salah satu calon. Dr. Ferry, selalu memberikan analisis yang obyektif. Contohnya, sewaktu CNR ditetapkan sbg calon dari partai golkar, beliau mengkritisi dgn mengatakan bahwa CNR masih terlalu muda utk memimpin minahasa. Ketika HAG juga bersiap utk maju, beliau ikut mengkritisi, karena HAG blm memiliki kontribusi buat minahasa. Tiba saatnya PDI-P menetapkan JWS-Ivansa, beliau juga turut memberikan penilaian yg obyektif. Jadi pada dasarnya beliau tidak pernah memihak kepada calon siapapun yg hendak maju di pilkada minahasa. Saya mampu menjamin dan mempertanggungjawabkannya, jika beliau terbukti memihak kpd salah satu calon.
Bung SOS, boleh koreksi sadiki? Di Sulut ada lei yang bukang sapa-sapa yang jadi pemimpin katu’. Sapa itu Salihi Mokodongan sebelum terpilih jadi Bupati Bolmong (ada kase kalah pa Aditya Moha –Bupati deng Ketua Golkar pe anak, kong anggota DPR RI lei). Malah bertolak belakang deng Bung pe teori, Salihi Mokodongan itu bukang cuma bukang sapa-sapa, hele ijazah SMP deng SMA dapa dari persamaan.
Selain Salihi Mokodongan, ada Bupati Boltim, Sehan Lanjar, yang bukang sapa-sapa lei waktu mencalonkan diri. Dia kase kalah lawan-lawan dari partai basar. Kong, amper sama deng Salihi, Sehan lanjar pe ijazah SMA lei cuma dapa dari persamaan.
Orang kacili atau orang kacili pe anak boleh mimpi jadi Bupati di tampa di mana depe masyarakat lebe sadar terhadap demokrasi. Soal depe hasil ka blakang bekeng manyasal, masyarakat Bolmong deng Boltim katu’ so buktikan anak, kerabat dekat, atau kroni pejabat dan tokoh politik bukang jaminan.
Bagimana deng di Minahasa? Kalu rakyat diedukasi, nyanda cuma kase biar ta iko-iko, pasti ini anak-anak pejabat yang nyanda berkualitas atau cuma ada karbit, nyanda akan ta pilih. Mencalonkan dan dicalonkan boleh noh, karena dorang pe Papa deng Mama bos partai atau yang lagi pegang mapatu. Maar kase pelajaran deng jangang dipilih.
Tabea….
Btw, so rahasia umum bahwa jadi ketua Partai dan anggota DPR di Indonesia bukanlah menunjukkan kapasitas seseorang. Jadi, atik sementara tatawa kalu ada yg bilang CNR layak jadi bupati karena kedua jabatan itu….. hehehehehehe……. (kerja aja gak jelas apa)
Mo panjang2 ngoni mo diskusi, jelas2 Ivan dan CNR sama2 ndak punya kualitas dan kapabilitas. Tu satu nintau ba apa kage2 somo ba calon, tu satu le cuma da jadi ketua partai karena depe papa eh mo belagak pimpin Minahasa (mau le langsung jadi bupati).
Dapa sayang tu Minahasa pe masa depan kalo salah satu dari dorang dua yg mo ada di pemerintahan nanti…….
OM
Ini sebagai penutup saja…so lalah kita
Saya sudah kasih nilai (-10) untuk reply2 anda sebelumnya yang banyak salahnya. Dan untuk reply yang terakhir yang sebetulnya masih penuh dengan elakan2 tapi saya bisa tolerir karna kelihatan anda memang tidak paham betul, tapi saya masih kasih (+10) untuk kegigihannya
Selanjutnya untuk menilai diri anda sendiri anda kemudian akan menjumlahkan keseluruhan point tersebut…itu terserah anda.
Saya cuma bisa dengan hormat mengakui bahwa saudara adalah yang yang terpintar segala cara, punya nurani, sopan, menghormati orang pendapat orang, dan tidak pernah menyombongkan diri mengaku terpelajar.
Saya sudah bisa membaca kapasitas saudara.
Dan setelah bantahan saya terhadap reply tulisan pandang enteng menjurus sombong anda selalu di reply dan ditutup dengan “tabea”, saya sebagai orang asli Minahasa yang progressive jadi balik hormat walaupun pendapat saya di cela.
Lain kali..
Pake foreplay kwa katu raba2 dulu…baru sikat.
Mana tau kalo yang dicela2 yang anda grut2 kalau ketemu?
Oh ya…thanks kalau anda menganggap saya Tuang
Say No to Nepo
Tabea, Happy Sunday
****The greatest ignorance is to reject something you know nothing about****
@akar rumput : yang anda tanyakan apakah ada hubungan antara CNR dan IVANSA dengan Nepotisme, saya bilang ada, ciri khas pemilukada (bupati, walikota dan gubernur) dan pileg (pemilihan legislatif) di indonesia hampir semua melibatkan unsur kekerabatan (keluarga) ketika orang tua/kakak/adik mereka memegang jabatan politik sebagai Ketua partai tingkat II (kabupaten) dan tingkat I (propinsi) dan Ketua/Pengurus (DPP-Pusat) maka penetapan pencalonan baik pemilukada atau pileg tidak jauh2 dari unsur keluarganya sendiri dan kita tahu ketua partai tingkat I dan II mempunyai kewenangan yang begitu tinggi dalam penetapan orang2 (keluarganya) ambil contoh di daerah SULUT: SVR (Ketua DPD Golkar Sulut) dengan anaknya CNR, Maria Moha Siahaan (Ketua DPD golkar Bolmong) dengan anaknya Aditya Moha, Jenny J Tumbuan (Ketua DPD Golkar Minsel) dengan anaknya Christiany Eugenia Paruntu, Vanda Sarundayang (anggota dewan DPR-RI) dengan saudaranya Ivan sarundayang, EE mangindan (anggota dewan pertimbangan DPP Demokrat) dengan anaknya Harley Mangindaan, dan banyak contoh juga di daerah2 tertentu mempunyai kasus yang sama. oke yang saya tanyakan:
JIKA ANDA ANAK PETANI DAN PUNYA KEMAMPUAN MENJADI PEMIMPIN MELEBIHI MEREKA, APAKAH ANDA PUNYA KESEMPATAN YANG SAMA DENGAN MEREKA DI ATAS? JAWABANNYA JANGAN MIMPI…….
KARENA MEREKA MEMILIKI KESEMPATAN DAN KEMUDAHAN MELEBIHI APA YANG ANDA MIMPIKAN……
O, ada yang ta lupa, karna Tuang Adano ada titahkan ganti itu nick name dari talalu etnik kata, kita kase iko depe mau. Skali-skali kase iko orang pe mau nyanda salah, toh.
Tuang Adano, apa ini nick nama ”Warga Manado” masih talalu etnik atau so pas? Maar kalu talalu etnik lei, kong apa dang?
Tabea….
He he he, Tuang Adano pe makang puji ini tipikal skali kang. Kacamata kuda.
Kita sebenarnya nyanda mo manyao talebe, maar rupa so mulai menghina Tuang ini, jadi boleh kalu kita sadiki kase tunjung pande lei. Torang pe pengetahuan, kita brani ba taruh, kita lebe banya’. Kita mulai jo deng kase pelajaran pa Tuang masalah paling basic, bagimana pake huruf besar, koma deng titik kalu ba tulis.
Ba tulis komentar saja masih amburadul kong tekeng rupa itu orang ada skolah tinggi di luar negeri. Tuang, kalu ada makang skolah di luar negeri deng tabiasa bekeng paper, pasti tahu bagimana menyampaikan pendapat dengan runut dan tertata. Coba priksa tuang pe cara kase sampe pendapat.
Bale ka soal ini India deng nepotisme. O, kita tahu skali PM India pertama. Cukup google jo kua’, beres itu urusan. Tapi kalu pertandingan otak, ba sindir orang sok tahu lei musti pake cara yang sama. Sama dengan kita menanyakan kiapa referensi cuma koran, The New York Times? Tuang nyanda jawab malah bicara tiga besar deng 30 besar koran di AS. Coba cek, Boston Globe itu miliknya The New York Times juga (dan memang cuma dua koran ini yang The New York Company punya yang ada di 30 basar daftar koran bertiras besar di AS). Dan itu sindiran pa Tuang, bahwa kalu mo ngotot pake dasar yang jelas. Bekeng gatal kapala kua’ baca orang mangaku ada blajar di India soal nepotisme maar referensi koran, bukan karya ilmiah yang so diuji secara ilmiah.
Sebagian yang Tuang tulis soal Indira Gandhi benar, tapi tidak fair. Dia tidak melulu gagal, ada depe sukses. Tantu Tuang yang mangaku pernah lama di India tahu bagimana Indira Gandhi pe kebijakan pertanian deng perbankan, misalnya.
Kalu soal dinasti keluarga dan nepotisme, kita lia Tuang pe standar pengetahuan kacau-balau. Asia Tenggara justru contoh yang lebe bae. Lia jo Indonesia, Singapura, atau Filipina. Mo bantah bagimana fakta bahwa nepotisme di tiga negara ini jauh lebih parah dari India.
Karna itu maka substansi yang kita sampaikan, dalam urusan kepentingan publik, isu utama yang fundamental bukang soal kekerabatan, perkawanan dan sebagainya itu, tetapi kapasitas dan kapabilitas. Ini dunia so abad 21. Biar Gubernur pe anak kalu klas kacang, sapa yang mo varek? Yang so lebe penting adalah track record dan reputasi seorang calon pemimpin atau pejabat publik. Sebab nyanda salah anak Bupati atau anak Gubernur mo ba calon jadi Bupati atau Wakil Bupati. Depe masalah apakah dorang memang mampu atau karna karbit yang akhirnya cuma bekeng capat masak kong capat busu lei.
For konteks Minahasa di mana CNR dan Ivan Sarundajang jadi calon Bupati dan Wakil Bupati, apakah isu utamanya nepotisme atau kapasitas serta kapabilitas? Kalu nepotisme, artinya orang Minahasa sandiri secara komunal memang masih hidop di bawah langit politik tradisional. Takut dan patuh-patuh saja pada penguasa. Dan kita nyanda percaya itu. Jadi, depe isu lebe pada kapasitas dan kapabilitas. Kalu dua anak muda ini sama-sama pintar, terbukti mampu bekerja melayani orang banya’, apa urusan deng nepotisme? Adalah hak semua orang untuk mencalonkan diri, dicalonkan, sekaligus juga mendukung siapa pun calon yang menurut dia baik. Demokrasi memang tidak selamanya memuaskan torang samua, termasuk Tuang Adano.
So itu dalam soal anti nepotisme kita musti bilang, nyanda ada urusan iko-iko dengan Tuang. He he he, ini klaim dapa pendukung dari baru dari Tuang bekeng mo suka rasa ka blakang. Sapa Tuang ini so?
Deng supaya lebe afdol ini baku manyao ini, karna Tuang yang mangaku ada blajar, mana dang itu referensi ilmiah soal nepotisme sebagai way of life di India. Kita penasaran skali mo suka tahu. Kalu cuma koran, ah, rupa tuh butul-butul jo. Jang sampe lei sedang burung Manguni pe suara Tuang somo bekeng referensi.
Tabea….
Untuk yang nick OrangManado..
Pertama kau ganti dululah nickmu yang terlalu etnik bagitu..Beking malo orang manado kau..
Well,
Melihat reply dan type tertawa anda cuma dapa lia lebeh bodok..mengelak? masih boleh..
Berikut ini cuma sekedar merabah saudara…:)),
saya kasih related pertanyaan ke nephew masih SD yang senang history:
Kenapa ada bapa2 bilang nehru itu pm no2?
dia jawab: pasti karna dia pikir Mahatma Gandhi itu PM no1…Hoho sama toh deng knowledge anda
Masalah referensi NYT itu Karna saya suka baca yang lebih hot saja makanya saya lebih pilih majalah/koran yang 3 besar. Kalau kau senang yang diluar 30 besar itu pilihan kau. Saya juga nimbrung di BeritaManado ini karna dia OL no1..
Terus yang quote:”Kalu pake kapala dingin sadiki..dan kemudian mengkritik nepo…bla..bla….”.
Yang ini aku senang karna aku dapat mepngikut anti nepo baru lagi
Skarang,
Mengenai question-mu tentang si mba Indira itu lagi, saya akan jawab dan anda nilai sendiri apa karna kehebatan atau nepo/dinasty dia jadi besar:
Saya yakin knowledge anda tentang mbah Indira itu sedikit dan bisanya karna cuma lihat2 tv jadul waktu itu dan karna dia sering muncul karna kontraversinya bukan kehebatanya.
Jadi kira2 begini karir si mbah Indira:
-Dia anggota NCongress dan anak tunggal jadi nepo/dinasty mengkatrol dia jadi ketua seketika setelah pm LAlBahadur yang juga NC mati dan jadilah dia PM.
-Karna tidak capable, sebagian besar rakyat tidak suka dengan sepak terjangnya yang kontravesi. Kelaparan, inflasi dan diskriminasi terjadi karna kebijakan tidak populer.
-Tidak suka damai, Order Invasi ke Pakistan pembentukan Bangladesh..jadilah permusuhan sampai sekarang!
-Menang dalam pemilu di daerahnya tapi ketahuan bermain nepo dan KOTOR dan jadi skandal besar, divonis 6 tahun oleh pengadilan tinggi. Tapi karna PM, malah berlakukan “state of emergency” memenjarakan ribuan lawan politik kecuali NEPO dan megekang kebebasan.
-Kalau yang ini pasti anda tambah ngeri dengan produk nepo kebanggan anda ini: PEMAKSAAN STERILISASI LAKI2 DAN PEREMPUAN dengan alasan mengontrol populasi..
-Setelah lama pemilu di tunda2 malah Kalah pemilu terlempar dari kekuasaan.
-Di penjara karna korupsi
-Setelah partai lawan jatuh (biasanya di india itu kalau satu state menarik dukungan jatuh pemerintahan..) dengan daya segala macam naik jadi PM
-Kali ini banyak state yang minta state otonomi
-1984 sikh leaders dan pengikut bermarkash di golden temple di serbu dan ratusan mati..
-Susah mo se brenti di mbah ini…DI DOOR lah dia game over..
Belakangan dinasty/nepo ini mendapat kesempatan lagi unjuk gigi waktu NC(national Congress) menang pemilu. Mantunya indira yang boss NC otomatis akan jadi PM tapi apa terjadi…
Anak mantu buka sidang…dan dia bilang ‘saya menolak jadi PM dan yang jadi PM biar saja Mr Mahmohan Sigh’ dia itu doctor economy terkenal dan capable.
Apa terjadi dengan India…ekonomi meroket, taruh satelit di orbit sendiri, kirim misi tanpa awak ke bulan, kuasai sofware industry setelah US, 4 orang di world richest persons fortune list 20.
Itu semua karna si nepo Sonia Gandhi yang asli Italy itu tau diri memberikan kesempatan ke yang lebih mampu..
Skarang dorang mau Jeblok lagi karna dorang main NEPO hancur2an lagi..
********
Aku kritik nepo dan lambannya pembangunan di Minahasa
bukan samaskali iri karna tidak ada/mendapat kesempatan-kesempatan bro…cuma tergerak hati saja menyampaikan pendapat..
Nda perlu jadi pejabat karna torang so sanang walapun PAP belum sebesar PAD..:) :)
Quote: “Karna tidak punya reputasi, jadi besar karna bapaknya, tidak karna prestasi…”
Nepo!
Silakan anda2 berjalan mundur dengan Nepo.
Nepo, cronyism itu tidak baik di praktekkan di negara tertingal.
Yang pasti yang dpe papa gub deng sadiki leh mantan bup,siap siap jo mo kalah. SAY NO 4 NEPO?
@ …. sos … itu tu NEPOTISME kita setuju itu yang terjadi di buol ….. dari koment anda kita lia bos punya pandangan yang luas mar kita mo tanya tu pokok pembicaraan kita kalu misalnya CNR ato Ivansa Ta pilih kira kira dorang menurut ngana NEPOTISME ato NDA …… sebab dari apa yang ngana da sampaikan sangat berbeda deng yg torang ja bacirita ini ….
Huuuuhhh …,,,, rupa tuh pande2 joo.. jangan kwa tuh ja baku tunjung diri so paling tau deng paling tau samua !!! trang smua 1 kwanua ,, jgn kong cuma dg hal2 bgni trg so baku toki.. percaya saja siapapun yg jadi so dia tuh TUHAN da kase for MINAHASA.. trg smua ada kkurangan ada klebihan,, ! jgan sling menjatuhkan,,. spa pun yg jadi mari trg sbgai rakyat sokong dan dukung p drang demi trang p minahasa… kalo cuma abis di mulu, adu argument, tnpa tindakan nda mo maju2 trg p daerah tercinta ini….
Ha ha ha, memang sangaja tulis Nehru Prime Minister India Nomor 2, karna yang nomor satu itu, menurut Tuang Adano adalah nepotisme.
Bung (atau Zus?), saya memang tidak kenal Anda. Tapi kiapa kalu blajar tentang nepostime di India (yang menurut Tuang so sampa manasa’), kong referensi cuma sampe di New York Time pe berita? Ada depe literatur hasil penelitian ilmiah yang kredibel, misalnya? Sebab kalu cuma New York Time, Boston Globe juga boleh tulis negara demokrasi yang lebe nepotis boleh jadi Justru Amerika.
Kalu pake kapala dingin sadiki, di hampir seluruh belahan dunia gejala politik dinasti (dan nepotisme umumnya) bukan sesuatu yang istimewa. Yang jadi masalah adalah mereka yang kemudian mendapatkan jabatan politik, jabatan publik atau birokrasi, karena kekerabatan; lalu kemudian tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai.
Kembali ke India, siapa yang bisa membantah bahwa Indira Gandhi sama hebatnya dengan ayahnya, Nehru? Apakah Indira terpilih sebagai PM India karena nama Bapaknya ataukah karena kapasitas pribadi? Karena Anda yang bertahun-tahun studi tentang nepostisme di India (di sana pula), saya kira Tuang yang lebe pantas menjawab. Jang nanti lei komang bilang kita cuma tunjung pande.
Skarang bale ka soal JWS yang salah memilih pasangan. Pernyataan ini ada benarnya. Kalau JWS punya sikap, dia bisa menolak calon pasangan yang disodorkan oleh PDI Perjuangan. Risikonya, mungkin dia juga tidak akan diusung sebagai calon Bupati dari partai ini. Soal apa pertimbangannya sampai memilih bersedia dipasangkan dengan Ivan S, bukan urusan para pengamat seperti si Meneer yang pernyataannya dikomentari panjang-pendek di sini. Yang jelas, menurut amatan si Meneer, JWS salah memilih pasangan. Dan saya setuju dengan pernyataan itu.
Bahwa ada soal lain, wabah nepotisme di Sulut (juga Indonesia umumnya), ini semestinya bab lain dari isu politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan kita. Ini juga adalah kesalahan yang dibuat bersama. Para pejabat politik, publik atau birokrasi tidak tahu malu dengan menyodor-nyodorkan sanak-kerabat yang tidak mampu ke posisi-posisi elit. Sebaliknya masyarakat juga dengan bodoh meng-aminkan saja. Dan oara intelektual serta penjaga kewarasan komunal yang lain, terbelah menjadi kelompok yang pro dan kontra; yang bila mendapatkan kesempatan menjadi pejabat politik, publik, atau birokrasi, dengan cepat mempraktekkan apa yang sebelumnya mereka kritik.
Tuang Adano, hanya sedikit orang waras di Indonesia yang bisa konsisten. Saya tidak tahu Anda, tapi semoga Anda konsisten saja dengan klaim anti nepotisme itu; bukan karena tidak mendapat (atau belum mendapat) kesempatan.
Kalau saya sendiri, mo nepotis apa, bukang pejabat pe kerabat deng bukan sapa-sapa, jadi terpaksa konsisten noh.
Tabea….
…@…tuama /./.. betul itu kita tdk perlu mempersempit pemahaman soal calon … dari kalangan parpol atau bukan yg pasti apakah dia mampu menjadi pemimpin atau bukan … kalau anda menyimak apa koment saya dgn benar pasti anda akan mengatakan pemahaman kiya sama cm beda cara penyampaian ……/ @ ….. sos … kali ini saya setuju contoh yg anda sampaikan itulah produk NEPOTISME …. krn jabatan2tsb adalah pemberian dari yg memegang kekuasaan …… tapi yg menjadi konteks pembicaraan kita pilkada minahasa yg melibatkan anak2 dari penguasa yg ada di sulut ,APAKAH ADA NEPOTISME ????
anda sudah memberikan gambaran dan says setuju itu nepotisme tapi saya melihat tdk ada korelasi di pilkada minahasa dari gambaran anda dgn majunya IVANSA & CNR saya melihat tdk ada unsur NEPOTISME …/.// dari koment anda saya melihat anda punya pandangan yg luas …tpi kiapa kang kalu bicara pilkada minahasa anda tetap mempertahankan ada NEPOTISME padahal dari koment anda saya tau anda memahami prinsip NEPOTISME..
@zero : ngana kira dorang personil Blue Band, dorang Itu 1 keluarga sob………
Sorry WM
Adoh…kasiang so talalu panjang kita ja bage..
Bravo BeritaManado &
Peace
Orang Manado…
Kalau memang anda itu pintar, pasti anda akan tau siapa saya.
Saya tidak pintar tapi hanya dalam angka menit saya tahu siapa anda…
Saya lihat anda itu sepertinya ada anti neponya juga tapi meliahat gelagat reply anda saya jadi sangsi!
Anda kelihatan tidak paham sama skali dengan penjelasan saya..
Mau menggurui tapi malah blunder..
Tapi saya akui walaupun saya sempat bertahun2 tinggal dan mempelajari Nepo di “nepo is theway of life”-India saya masih harus belajar banyak seperti saran anda terutama dari anda juga dan memang saya orangnya suka belajar itu saja. Yaaaa…paling tidak saya pelajari kesalahan anda..
OK tapi ijinkan saya mebenarkan dulu kesalahan fatal anda dan mudahan itu tidak mencerminkan ketidak tahu apa-apa anda tapi hanya sekedar tidak ngerti dan kurang belajar saja.
Have a look below quote:
Quote:Orang Manado **( ….Pahlawan Kemerdekaan India, Nehru, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Kedua, menurunkan anak-anak dan cucu di dunia politik dan mereka sama hebatnya. Kurang hebat apa Indira Gandhi?….). **=(salah! tapi sombong mode ON)
Nehru PM India no2?????
Jadi begini saja om..jangan sampai kau visit itu yang namanya India karna orang National Congress pasti udah tungguin mau gebukin anda yang menempatkan the Royal Nehru jadi PM no2 karna lebih dari 1miliar orang disana sangat2 yakin dan percaya kalau Nehru itu PM numero uno (1) mereka ya..
Dan supaya anda yakin, coba tanya ke Gulzarilal Nanda (professor ekonomi National College Mumbai) siapa sih PM no2 India …di tahu banyak.
Jadi gitu saja 4 paragraph buat kau om dan tidak perlu aku counter kesalahanmu di reply mu tentang Amrik2 itu ya…cape aku!
Saran aku 1 saja “boleh berhenti mengajar tapi jangan berhenti belajar supaya tidak malu2in”
Dan buat yang bilang komen2 disini nda rasional dan berguna coba pake akang tu asas tahu diri sadiki…! Website ini kan ada redaksinya, kalau anda post comment itu kan ada yang namanya “Your comment is awaiting moderation……..”. Biar jo mereka sorting sandiri., jang prentah2 pa dorang…
SoS, kau benar tapi di sulut banyak juga model gitu tapi lebih rapi dan terkontrol…..NO doubt!
Back to topic…
Bukanya PDIP yang keliru memilih JWS?
@sos ..oh bagitu dang !! jadi kalu kuntua sama deng tape fam berarti nembole kita bacalon pala kang ?? dorong somo bilang nepo !! ya bagimana eeh.. capeh dee… ato kita musti ganti fam.
Kita nda usaha bicara demokrasi tapi bicara produk2 hasil Nepotisme.
salah satu penyakit pejabat2 di indonesia adalah gaya hidup Hedonis kombinasi panyakit Power Syndrome dan Post Power Syndrome, Korupsi Kolusi dan Nepotisme adalah produk dari pejabat yang mengidap penyakit2 tersebut, Nepotisme dijadikan sistem untuk mengawetkan kekuasaan jangka panjang, kita nda usah ambil contoh jauh2 bupati buol Amran Batalipu inilah produk nepotisme nya dengan menguasai kab. buol :
1. Abdullah Batalipu (Ketua DPRD Buol)
2. Luciana Batalipu, istri (Kepala BPMD Buol dan bekas Kepala Kecamatan Lipunoto)
3. Machmud Baculu (Sekretaris Kabupaten Buol)
4. Achmad Batilipu (Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Buol)
5. Muhammad Batalipu (Direktur RSUD
6. Agusalim Batalipu (Kadis PPKAD)
7. Anwar Baculu (Kepala BKD)
8. Hasanudin Baculu (Camat Lakea)
9. Supratman Baculu (Kepala Bina Marga)
10. Zainudin Baculu (Anggota KPU)
11. Samsuhong Batalipu (Kadis Tata Kota)
he…he…he….jago skali komang ini bupati no…..klo bagini bukang produk Nepotisme dang…hi..hi..hi..
jadi komentar2 yang melanggar UU ITE langsung dibawah saja dikepolisian. Bisa saja komentar tapi santun, kritis bisa saja, namun jangan terlalu melecehkan..
Harusnya Mecky Onibala, kalau memang PDIP benar-benar fair memilih calonnya, bukan JWS, kan beliau saat survey diposisi kedua, atau khusus birokrat Onibala suara terbanyak. Kan berita yang sempat beredar PDIP akan memilih calon birokrat dengan suara terbanyak. Apa beda CNR dan Ivansa, kalau CNR dipapan satu sangat vital dan dominan, kalau Ivansa di papan dua, jadi pantaslah. Pertarungan CNR dan Ivansa so pernah kita tulis dua tahun lalu, disejumlah media di Sulut. Jadi so nda kage, maaf barangkali orang pertama yang mengkaji dorang dua mo berjibaku.
Ngoni model jo tu jago-jago smua, terus terang kita lia kajian2 dari banyak pengamat juga melenceng smua, Kalo ada pencemaran nama baik langsung diserahkan pada pihak kepolisian, disini terkadang pertemuan pengamat politik kampungan, intelek, pragmatis, profesioanal, jadi yang comment2 nyanda rasional dengan berguna’ nda usah ja kaseh tampil, diseleksilah mana2 yang berbobot jangan sampe melanggar UU NOMOR 36 TAHUN 1999, serta UU cybercrime, Pasal 311 KUHP, UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. HATI-HATILAH dengan setiap KOMENTAR!!!!!!
Harusnya kita memahami dulu seputar faktual, interpretatif, eksposisi, Analitis, historikal, metafisika, epistemologis lalu berargumen.
@akar rumput: mau dia kader partai atau bukan itu tidak masalah, karena sekarang rakyat memilih bukan sepenuhnya berdasarkan apakah dia kader partai atau bukan. Jangan terlalu berpikir sempit harus kader partai, tetapi berpikirlah bagaimana pasangan yang dicalonkan siap untuk melakukan perubahan untuk minahasa yang lebih baik. salam hangat #MinahasaBaru
….@…… adano …/ apa yg anda sampaikan komentar saya sama deng ORANG MANADO pe koment nda usan kaseh tunjung pande deng bicara tu di luar negri … krn ngana yermasuk org anti nepotisme jadi kita kase masukan NEPOTISME intinya adalah ketika anda jadi BUPATI( konteks pemilihan bupati) kemudian anda sebagai bupati menetapkan sekda keluarga anda atau anda menetapkan kroni2 anda utk menduduki jabatan tertentu itu tu nepotisme …. Ivansa mmg org tuanya gubernur tapi jabatan ini toh tdk di berikan oleh gub tp di pilih oleh rakyat …. apalagi CNR nepotisme bgm ? kalu CNR terpilih pasti SVR tdk memegang jabatsn lagi di pemkab …jd dimana tu NEPOTISME….
OD yang Punya doi & FHS yg punya masa..SHS punya kekuasaan
Sekedar info ;Kalau JWS calonya OD & kalu IVANSA calonya FHS,..
Manumpang tanya, dang, sapa ini Tuang Adano? Rupa sadiki bekeng gatal talingga depe komentar terakhir, kang.
India dan sekitarnya secara keseluruhan adalah laboratorium politik dan ekonomi yang sangat menarik. Ada dinasti politik (anak-temurun Nehru), sama halnya dengan di Pakistn ((anak temurun Bhutto). Tapi secara umum kasusnya sangat berbeda dengan Indonesia, apalagi konteks Sulut. Pahlawan Kemerdekaan India, Nehru, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Kedua, menurunkan anak-anak dan cucu di dunia politik dan mereka sama hebatnya. Kurang hebat apa Indira Gandhi? Sama dengan anak turunan Bhutto di Pakistan.
Hati-hati kalu tunjung pande, Saudara. Nanti ta gigi lidah sandiri. Hubungan kekerabatan tidak boleh menghalangi seseorang berkarir di bidang apa pun. Dan tidak salah seorang ayah atau tidak membantu anaknya atau kerabatnya mencapai karir dan posisi tertentu. Masalahnya adalah apakah mereka memenuhi syarat atau tidak?
Mau CNR atau Ivan itu anak siapa, bukan itu poinnya. Isu utamanya adalah apakah dia memenuhi syarat atau tidak. Dalam konteks politik, terutama syarat yang secara politik masuk akal. Di AS, Goerge Bush Jr adalah salah satu Presiden yang dianggap paling bodoh, berbeda dengan ayahnya (yang juga pernah jadi presiden), Goerge Bush Sr. Dia terpilih karena menurut Partai Republik dan rakyat Amerika, Goerge Bush Jr memenuhi syarat kapasitas serta kapabilitas dan konteks politik.
Di forum ini sejumlah komentar, menurut saya, sudah pada tempatnya. Kita tidak menyukai nepotisme, tetapi harus menghormati bahwa (apakah itu sekadar kemasan atau memang demikian faktanya) CNR misalnya menunjukkan kapasitas dan kapabilitas politik (Ketua PG dan anggota DPR). Bahwa dia misalnya adalah hasil karbit politik, akan terbukti dengan sendirinya ketika diberi tanggungjawab politik yang lebih besar.
Membandingkan CNR dengan Ivan kan jelas tidak masuk akal. Dan ketika itu konteks India maupun AS menjadi tidak relevan. Jadi, Saudara Adano sebaiknya belajar lagi, supaya nyanda tapalisi kong bilang lei orang laeng ada tola dari blakang.
Mana ni SOS ini…
Dorang somo ojo pakita eh ngana cuma diam2 … :)
Say NO to NEPO!
Akar Rumput…
Kalau melihat komentar anda tentang keraguan atau ketidak tahuan saya tentang NEPO…Berarti anda itu anak kemarin sore! I dont really care anda itu anak smp atau professor..
Kau boleh buka2 file dan komen saya dari DJAMAN dulu di forum2 manapun tentang Sulut mulai dari sulutlink.com, minahasa.net, FHK dll dll dan kau akan tau kalau aku itu Anti Nepo krass punya!
Anda…kalau kau mau mempelajari Nepo(khususnya politik) seperti yang saya alami, kau datang dan tinggal di negara demokrasi terbesar di dunia (India)..dan kau akan ngerti kenapa NYTimes menyebut Nepo di sana “The way of Life”…Jadi jang ngana goreng pa kita dan meragukan kita pe Anti NEPO..
Jangankan mengkritik andalan nepo anda yang punya pemilih keseluruhan (secuil) tidak lebih dari 100thousands. Mengomentari praktik Neponya Raul Gandhi/Patnaik familly saja yang punya pendukung ratusan juta aku kritik juga…
Di India itu contoh bagus skali tentang bahayanya Nepo(politik) terhadap pemerataan. Disana kesempatan orang kecil tambah kecil dengan suburnya nepo..
Saya punya hak menginformasikan dengan keras bahwa nepo (politik) itu tidak baik…sekali lagi sangat tidak baik dipraktikan ya…dan tidk usa saya jelaskan kenapa tak baik karna saya yakin di dalam hati and juga tahu kalau itu tak baik…atau setidaknya itu akan membuat kita tertinggal jauh!
Jadi kau jawab sendiri saja kalau calonmu itu NEPO tau tidak!
Saya gila demokrasi juga, jadi saya dukung hak anda memilih siapa saja calon anda ..ccr, cbr, bbr, avansa, wws ato siapa saja..
Karna jangankan di Indonesia di negara Om Sam saja cuma satu state stow yang ada aturan tidak boleh nepo..
Jadi Kau buka2lah reply saya saja…boleh di beritamanado ato file2 10 tahun lalu di forum2 kawanua yang lain dan kau akan tau betapa bencinya saya sama Nepo dari macam2 turunan!….ya..baca2 dulu sana
Halo Ris,
Kalu menurut kita Dr. Ferry Liando kurang cermat. Misalnya pernyataan dia JWS salah pilih pasangan. Kalau ngana baca berita2, memangnya ada kesempatan JWS mo pilih pasangan so?? JWS aja amper nda ta pilih, karena resistensi di PDIP yg sangat kuat, bahkan sampai saat ini.
Yang memilih JWS dan IVANSA itu DPP PDIP, dan itu berdasarkan hasil survey. Jadi bukan karena kemauan JWS atau keinginan SHS. Kalau keinginan SHS saya yakin beliau mau IVANSA papan 1.
Tapi hasil surveylah yang menyatakan bahwa JWS dan IVANSA paling layak utk dicalonkan PDIP. Kalau JWS dan RJM yg paling tinggi elektabilitasnya, pasti bukan IVANSA yg jadi papan 2 tapi RJM.
Ini yang jadi kekuatan PDIP / OD selama ini sehingga bisa menumbangkan incumbent di pilkada yg lalu.
Cuma, kalau Minahasa, PDIP sendiri pernah mengakui bahwa hasil survey mereka menempatkan CNR sebaga jawara. Jadi peluang JWS IVANSA itu sampai saat ini memang masih lebih kecil dibanding CNR.
Tapi di dunia Politik, tidak ada yg tidak mungkin sampai saat pencoblosan. Jadi peluang JWS IVANSA atau HAG JRM tetap masih terbuka.
Torang ada baku2 ambe di atas jadi KJ, karena pernyataan narasumbernya kurang cermat.
Kase kesempatan jo……semua boleh memimpin…tapi untuk jadi pemimpin DIA so siapkan…amin
Saya cukup mengetahui posisi Dan reputasi Ferry Liando, orang yang kemudian mwngedepankan fakta2 akademik dari hasil analisa secara rasional. Dan sebenarnya kalau semua pembaca mengikuti dari awal di beritamanado ini, ferry Liando tidak berpihak pada salah Satu calon. Ketika awal2 Golkar menetapkan CNR Ferry yang kemudian memberikan analisa bahwa politik kartel dan dinasti yang akan terjadi, kemudian analisanya menyangkut usungan PDIP, yang menurutnya akan di menangkan JWS. Semuanya saat ini membuktikan kualitas analisa Ferry. Sebagai orang kampus, saya salut dengan Ferry.
@ Aceng : ngana bilang OD mw mundur misalnya gara2 kalah di minahasa, kong itu di bolsel, bolmong raya deng sangihe dang ? angin lalu….
sorry for yang laen cuman mengingatkan, semenjak OD pimpin PDIP, langgsung bole mw menang di kabupaten2 itu…. kan sebelumnya kalah di tomohon, manado, minut, minsel… hehehee
ini lagi kalangan internal PDIP dorang pilih calon bukan cuma 1,2 pertimbangan,…. yang jelas dorang lbe tau dari torang karena dorang mmg orang dalam…. di sini kan banya deng mengira2 stel tau toh ?
@…. tuama ….. koalisi partai besar koalisi kepentingan ….betul itu tp jgn lupa yg di usung adalah murni kader partai yg bersangkutan dua2nya ketua partai …/
tapi PDIP mengusung calon di luar partai (JWS) apakah ini bukan karna kepentingan ???? kalu kwa ba komen jang cuma asbun ……. ngana sto nentau dgn justru PDIP mengusung JWS banyak kepentingan disitu kalu ngana mo ingin tau /..ini dia pe contoh ./..
1. PDIP terlalu ambisi sehingga biar dia besar di partai yg selalu jadi musuh dlm setiap iven pemilhan mr pake jo ….
2. ini pembuktian sebenarnya sapa yg lebih kuat ketua yg pelaksana tugas BPK OLLY D. dan ketua non aktif BPK FREDY H.SUALANG.
3.militansi kader & simpatisan PDIP masih ada atau sudah luntur krn kalau msh ada pasti akan menolak JWS..
4. tujuan dari semua partai politik adalah kekuasaan.
@ akar rumput : saya bukan TSnya IVANSA dan kurang berminat jadi TS. saya hanya tou minahasa yang mengharapkan PERUBAHAN MINAHASA dan tidak makin TERTINGGAL dari anak-anak minahasa(tomohon,minsel dll).sudah TERBUKTI 10 tahun minahasa jalan di tempat dan hanya PENDUKUNG SETIA SVR (karena kepentingan) yg menilai SVR sukses.Kegagalan SVR membangun minahasa juga merupakan TANGGUN JAWAB kita pemilih yg lalu termasuk saya harus turut bertanggung jawab karena 2 kali memilih pemimpin yang salah..HARUSKAH saya melakukan KESALAHAN untuk ke 3 kalinya dengan melanjutkan dinasti RUNTU…?? TIDAK..!!!
Semua yg mencalonkan diri TIDAK ADA YG BAIK karena mengawali langkah dengan menghambur-hamburkan uang dan itu awal MALAPETAKA buat minahasa…JADI haruskah KITA tidak memilih pemimpin? TIDAK..! MAJU TIDAKnya Minahasa ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA RAKYAT MINAHASA YANG CERDAS…
“JADI MARI KITA MEMILIH PEMIMPIN TERBAIK dari semua yang BURUK”
dan kenapa tidak MEMBERI KESEMPATAN kepada anak SHS dengan NAMA BAIK SHS dipertaruhkan(nila setitik merusak susu sebelanga) artinya bila IVANSA KORUPSI,Hancurlah nama harum SHS.
saya kurang paham dengan penilaian anda kepada SHS..anda menilai dari sudut yg mana?MUDAH2an anda menilai bukan karena anda benci SHS…WTP harus di BANGGAKAN karena itu penilaian yang SANGAT MAHAL saat ini.,dan kalau karena “PERMAINAN” hingga dapat WTP,TERKUTUKLAH SHS,tapi bila dengan BENAR mendapat WTP DIBERKATILAH SHS….
bukan cuma WTP,banyak karena usaha SHS sehingga SULUT MAJU PESAT walau harus diakui SHS banyak kekurangan dan itu HARUS kita maklumi KARENA SHS masih seorang MANUSIA dan BUKAN MALAIKAT.
Masalah MSM,saya kurang tahu kenapa karena saya hanya rakyat biasa TAPI yang saya tahu MSM itu sudah disetujui PEMERINTAH PUSAT jauh sebelum SHS MENOLAK MSM…jadi menurut hemat saya,SEBERAPA HEBAT nya SHS menolak tidak mampu menandinggi KEHEBATAN PUSAT……
menurut saya IVANSA sebagai anak sulung (dengan kelebihan dan segala kekurangannya) PASTI di BIMBING sang AYAH yang adalah GURU TERBAIK SULUT SAAT INI
@ akar rumput : saya bukan TSnya IVANSA dan kurang berminat jadi TS. saya hanya tou minahasa yang mengharapkan PERUBAHAN MINAHASA dan tidak makin TERTINGGAL dari anak-anak minahasa(tomohon,minsel dll).sudah TERBUKTI 10 tahun minahasa jalan di tempat dan hanya PENDUKUNG SETIA SVR (karena kepentingan) yg menilai SVR sukses.Kegagalan SVR membangun minahasa juga merupakan TANGGUN JAWAB kita pemilih yg lalu termasuk saya harus turut bertanggung jawab karena 2 kali memilih pemimpin yang salah..HARUSKAH saya melakukan KESALAHAN untuk ke 3 kalinya dengan melanjutkan dinasti RUNTU…?? TIDAK..!!!
Semua yg mencalonkan diri TIDAK ADA YG BAIK karena mengawali langkah dengan menghambur-hamburkan uang dan itu awal MALAPETAKA buat minahasa…JADI haruskah KITA tidak memilih pemimpin? TIDAK..! MAJU TIDAKnya Minahasa ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA RAKYAT MINAHASA YANG CERDAS…
“JADI MARI KITA MEMILIH PEMIMPIN TERBAIK dari semua yang BURUK”
dan kenapa tidak MEMBERI KESEMPATAN kepada anak SHS dengan NAMA BAIK SHS dipertaruhkan(nila setitik merusak susu sebelanga) artinya bila IVANSA KORUPSI,Hancurlah nama harum SHS.
saya kurang paham dengan penilaian anda kepada SHS..anda menilai dari sudut yg mana?MUDAH2an anda menilai bukan karena anda benci SHS…WTP harus di BANGGAKAN karena itu penilaian yang SANGAT MAHAL saat ini.,dan kalau karena “PERMAINAN” hingga dapat WTP,TERKUTUKLAH SHS,tapi bila dengan BENAR mendapat WTP DIBERKATILAH SHS….
bukan cuma WTP,banyak karena usaha SHS sehingga SULUT MAJU PESAT walau harus diakui SHS banyak kekurangan dan itu HARUS kita maklumi KARENA SHS masih seorang MANUSIA dan BUKAN MALAIKAT.
Masalah MSM,saya kurang tahu kenapa karena saya hanya rakyat biasa TAPI yang saya tahu MSM itu sudah disetujui PEMERINTAH PUSAT jauh sebelum SHS MENOLAK MSM…jadi menurut hemat saya,SEBERAPA HEBAT nya SHS menolak tidak mampu menandinggi KEHEBATAN PUSAT……
menurut saya IVANSA sebagai anak sulung (dengan kelebihan dan segala kekurangannya) PASTI di BIMBING sang AYAH yang adalah GURU TERBAIK SULUT SAAT INI
koalisi partai besar hanya untuk koalisi kepentingan, saatnya JWS-Ivansa memimpin tanah Minahasa untuk ke arah yang lebih baik #MinahasaBaru
./..@… elang nusantara …. sekedar saran utk anda yg fans nya shs tapi ujung2nya menyuarakan ivansa (nda apa2 kwa kalu ngana bilang ngana TSnya Ivansa)……. anda tidak perlu terlalu membangga2kan Sulut melalui kepemimpinan SHS mendapat 3 x predikat WTP kita tau bersama soal penilaian WTP itu tergantung penilai yg memeriksa dan bgm penerimaan yg akan di nilai mgk saya boleh ambil contoh yg terjadi di tomohon bgm tim penilai dan yg dinilai bekerja sama ……jd nda usah di bangga2 apakah prakteknya sama deng di tomohon atau tdk yah torang nentau tapi WTP utk saya tdk perlu jadi konsumsi kita … MEMBANGUN TANPA KORUPSI … saya mau tanya kenapa MSM perusahaan yg awalnya di tolak mentah2 oleh SHS tiba2 ketika mau pilkada gubernur langsung keluar ijin operasi …. ada apa ini ??? maaf saya tidak menuduh macam2 tapi pertanyaan ini juga pernah ddi pertanyakan oleh DPRD sulut tapi sampai hari ini tdk ada jawaban ……. skrg menuruut anda sesuai komen2 anda bagaimana ??????
……. @… adano … kalu saya membaca komen2 anda yg seolah2 selalu meneekankan bahwa pencalonan CNR adlah NEPOTISME … anda mengatakan anda anti nepotisme … tapi sebenarnya kalau saya melihat dari alasan atau dasar penilaian anda sebenarnya anda belum memahami arti nepotisme yg ada kalau saya melihat karna anda tdk suka terhadap SVR & CNR(mgk sto kwa ngoni krn satu kampung kg ngana punya calon yg laeng )… itu letak nepotismenya CNR menurut anda dimana ??????….
@…. bon … thanks atas infonya kalu so bagini tu calon pemimpin di minahasa mo jadi apa ni minahasa …. mgkn sto kalu kasus yg laeng orang boleh sadar/bertobat tapi kalu kasus narkoba menurt yg kita baca org susah terlepas dari jerat narkoba cuma boleh kalu melalui rehabilitasi ….. tanpa bermaksud menjelekkan mr apa Ivansa so pernah menjalani rehabilitasi ?????
kalo PDIP kalah di Minahasa, berarti OD musti diganti orang laeng yang lebe baik dan ber-integritas, juga yang bebas dari pengaruh SHS.
Itu kekayaan yang IVANSA punya skarang DARI MANA????? SHS sekitar 20 taong ini sotambung kekayaan yang dari APBN/APBD kong kase pa depe anak-anak. Apa butul itu SHS pe keluarga NOL-KORUPSI?????
@ tole minahasa : ngana blg OD p strategi itu sengaja b kalah ? Lucu ngana eh… Semenjak kpn dia sengaja b kalah, di bolmong dg sangihe PDIP ada kse kalah b incumbent yg jelas2 basis kuning. Soal OD mw b calon Gub justru sengaja dia kse maso p Ivan,klo mis Ivan jd,Budo bole mw kase restu tanda trima kasih p OD mw maju nt. Simple bny org tako kalo Ivan b calon, Budo mw beraksi :p lepas dari kemampuan Ivan yg pas2an itu. Apa lg mw lawan p CNR + Tombeng jd katu mau tdk mau dapa lia merah b paksa kse maso org luar yg bole mw menang. Cth : salihi, makagansa cs.
Yaaa itu samua pasti ada tawar menawar politik dan kekuasaan klo dorang p calon jadi.
Nd usah jo kw torang baku kse jelek…torang berdoa dg berharap siapapun yg jadi itu yg terbaik for minahasa. Entah itu CNR, JWS, HAG.
kita BUKAN PENGEMAR IVANSA,tapi PENGEMAR dan FANS BERAT sama Bapak SHS karena dengan KELEBIHAN dan KEKURANGAN beliau SUDAH TERBUKTI SUKSES MEMIMPIN SULUT dan SALAH SATU PEJABAT TINGGI yang TIDAK MENIPU myrk SULUT dengan bisa MENEPATI JANJI dan SLOGAN saat KAMPANYE lalu “MEMBANGUN TANPA KORUPSI” (yg saat ini SANGAT LANGKAH PEJABAT yg Tidak KORUPSI DI INDONESIA) dengan HAMPIR 3X mendapat OPINI WTP (mungkin kalau tidak ada HADIAH 100 M bagi peraih WTP 3x secara beruntun oleh pemerintah pusat,saya sangat yakin SULUT mendapat WTP 3x).
BENAR IVANSA bukan SHS…SANGAT JAUH BERBEDA,bak LANGIT dan BUMI
TETAPI IVANSA tidak bisa dipisahkan dengan SHS dan sebagai rakyat biasa,saya yakin IVANSA dengan KELEBIHAN dan KEKURANGANnya(dosa-dosa masa lalu yang sudah di”INSAF”i) PANTAS menjadi PEMIMPIN MINAHASA KARENA NAMA BAIK SEORANG SHS di PERTARUHKAN…bila IVANSA KORUPSI,nama SHS yang SANGAT HARUM ikut TERCEMAR
saya yakin IVANSA tak SEBODOH itu
BRAVO SHS…
BRAVO IVANSA…
kita BUKAN PENGEMAR IVANSA,tapi PENGEMAR dan FANS BERAT sama Bapak SHS karena dengan KELEBIHAN dan KEKURANGAN beliau SUDAH TERBUKTI SUKSES MEMIMPIN SULUT dan SALAH SATU PEJABAT TINGGI yang TIDAK MENIPU myrk SULUT dengan bisa MENEPATI JANJI dan SLOGAN saat KAMPANYE lalu “MEMBANGUN TANPA KORUPSI” (yg saat ini SANGAT LANGKAH PEJABAT yg Tidak KORUPSI DI INDONESIA) dengan HAMPIR 3X mendapat OPINI WTP (mungkin kalau tidak ada HADIAH 100 M bagi peraih WTP 3x secara beruntun oleh pemerintah pusat,saya sangat yakin SULUT mendapat WTP 3x).
BENAR IVANSA bukan SHS…SANGAT JAUH BERBEDA,bak LANGIT dan BUMI
TETAPI IVANSA tidak bisa dipisahkan dengan SHS dan sebagai rakyat biasa,saya yakin IVANSA dengan KELEBIHAN dan KEKURANGANnya(dosa-dosa masa lalu yang sudah di”INSAF”i) PANTAS menjadi PEMIMPIN MINAHASA KARENA NAMA BAIK SEORANG SHS di PERTARUHKAN…bila IVANSA KORUPSI,nama SHS yang SANGAT HARUM ikut TERCEMAR
saya yakin IVANSA tak SEBODOH itu
BRAVO SHS
BRAVO IVANSA
bongkar truss @bon….mantap ente….kita baru tau komang….
Kita bukan pendukung JWS, maar ini analyst le kwa masih kelas teri. Biar le doktor….. hehehhehe….
bae2 yg menentang lawang ivansa so tau jadi apa dorang sekarang tohhh….
Ini bkn suka atau tdk suka, ini for trg pe Minahasa.
Trg bicara antara CNR & Ivansa, mar klu ada kandidat yg lain yg lebe kapabel itu lebe bgs.
Tuama… Apa yg mo dirubah??? Klu JWS mgkn msh kapabel for mo rubah minahasa mar klu Ivansa, deng depe diri n perusahan dia nda bisa manage (nda tau le skrg dia pe hambak klu apa) apalagi ini sebuah kabupaten (minahasa). Hhmmm…… Mar ya skl lg kembali pa diri msg2…..
Akar Rumput…. Ini bkn kampanye hitam, ini fakta. Ivansa dapa tangka malahan di tanah minahasa sendiri (pa dia pe papa pe rmh kawangkoan) akhir thn 90-an, sempat bbrp bln di LP tuminting Mungkin katu skrg so berubah mar namanya mantan napi ya ttp napi narkoba. Tinggal pemilih yg menilai……..
Nah….
Kalau kalian bingung2 dengan pilihan Nepo yang di ajukan PDIP dan Golkar..
Pilih jo tu independent no…repot amat
mantap @bon…………….bongkar ……
yang herannya dulu FHS di isukan di jebloskan ke penjara oleh SHS, sekarang yang mati-matian belain ivansa ke DPP PDIP yah si FHS…. politik praktis.
Maju terus JWS-Ivansa, buat perubahan yang baik di tanah Minahasa… #MinahasaBaru
@….BON…. info dari mana itu ivansa mantan napi ?? sorry kita nda sempat dapa info seperti itu …. mar bukang black campaign toh….. yah kalu itu memang betul perlu juga untuk di sampaikan pada
masyarakat minahasa masak mo jadi torang pe pemimpin seorang mantan napi …..narkoba lagi….
PDIP So tukar guling degan ShS…simpatian dann pendukung PDiP jangan mauu dii bodohi… Emang ke mana kader2 pdip?… So blante brp?…. Inii kegagalan PDIP
Masyarakat minnahasa semuua pinter jadi suudah tdak ragu dalam memiilih pemimpin.. Jangan pillih pemimpin yaang tidak cakap dann minim pengalaman minahasa jgn tertinggal dgn daearah llain mmasa 2 periode ga adaa hasil skarang ke anak pewarisnya…. CNRr=SVR. Gagal dann gagall… Begittu juga dgn IvansAr anak cuma moodal nama bapaaknya… Coba dii telusuri dari mana uang dia bangngun perusahan taxi daan dieler ford…. Pilih pemimpin yanng tidak tercemar kepribadiannya.. Seperti narcoba daan napi narcoba… Mauu jadi ??? anak muda minahasa kalo ccalon pemimpinnya mantan napi narcoba….. Jgn salah pilih… !!
kita pikir DPD PDIP SULUT deng DPD Minahasa dorang cuma mau maso di lingkaran kekuasaan di Minahasa deng mengandalkan segala cara termasuk se maso pa IVANSA di sana. Deal-deal politik so dibuat dengan SHS yang nyata IVANSA pe PAPI, skali lagi PDIP sudah dibodohi oleh klan SHS. Biar jo.
Kita lebe suka pasangan PDIP di Minahasa ini nantinya kalah jo, supaya sampe DPP PDIP musti introspeksi diri sandiri sambil gigi jare jo.
Masak PDIP yang besar itu nyandak ada KADER2 SANDIRI yang bisa dimajukan di Minahasa, rupa orang Jawa bilang itu kebangetan!!!!!
Betul setiap warga negara berhak memilih dan dipilih…….
Menurut kita “pemilih hrs cerdas memilih yg dipilih”. Bukang mo kesampingkan calon yg laeng mar kita mo kase perbandingan (kapabel) kusus antara CNR & IVANSA tanta embel2 drg pe papa2.
* CNR skrg sbg politikus ketua Golkar minahasa dan jg sbg ketua fraksi Golkar deng jg prn menjabat ketua DPRD.
* IVANSA skrg? Direktur Ford ancor… Direktur Taxi ancor…. Mantan Napi Narkoba…. Prestasi apa yg bisa dibanggakan dari seorang IVANSA?
Kita trus terang nda memihak pa sapa2 antara drg dua cm mo kase masukan aja kira2 sapa yg lebe pny kapasitas mo jd Bupati.
wuahahahahah……………..
semakin hari semakin banyak orang yang so talalu pande….
Kayaknya keputusan PDIP Sulut memilih JWS dan Ivan itu adalah strategi Olly Dondokambey guna menggagalkan PDIP Sulut di Pemilukada Minahasa nanti. Olly menginginkan CNR menang di Minahasa, supaya Olly bisa mencalonkan diri utk Gubernur Sulut berpasangan dengan SVR. Kira2 begitu….
Setiap warga negara berhak memilih dan dipilih..krn dari kuning pak liando pe calon io to pak??almamater mantan mahasiswanya mner mo maju..dlm UU 32 nda di bilang yg populis kwa kasian jadi semua warga negara berhak maju..
betul skali itu mener….
Meneer, komentarnya sangat benar. Ada rumus klasik tentang reputasi, yaitu: Kinerja + Komunikasi yang Konsisten = Reputasi. Dari sisi kinerja, apa catatan Ivan Sarundajang? Komunikasi? Apa yang diketahui publik tentang dia, kecuali putra S. H. Sarundajang. Makanya mengherankan betul kalau ada yang terus-menerus mengkampanyekan Ivan seolah-olah dia calon amat sangat ideal.
Menurut hemat saya, hanya ada dua motif dari para oportunis yang gigih mengusung Ivan: Menjilat Bapak untuk berbagai kepentingan atau menjadikan bisnis sesaat.