Setelah itu, Elwizan mengundurkan diri dari PSS Sleman pada 1 Desember 2021.
Namun bukan berarti kasus ini berakhir. Direktur Operasional PT PSS kala itu, yaitu Hempri Suyatna didampingi tim hukum PT PSS telah melaporkan kasus ini pada Jumat (3/12/2021).
Ia membawa berkas lengkap berupa beberapa bukti kontrak dan berkas verifikasi ijazah dari Universitas Syiah Kuala Aceh milik Elwizan.
Kasus dokter gadungan yang menyangkut nama Elwizan ini seketika langsung menyita perhatian.
Apalagi pria yang biasa disapa dokter Amin itu pernah menjadi dokter di beberapa tim klub lokal seperti Persita, Barito Putera, Bali United, PS Tira, Kalteng, bahkan sampai Timnas Indonesia U-19.
Tipu 9 Tim Liga 1 dan Timnas U19
Penangkapan terhadap Elwizan kini dibenarkan Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi.
Dalam keterangan yang ada dalam persnya, Yuswanto mengungkapkan bahwa penangkapan Elwizan berkat partisipasi dari masyarakat.
Saat ini diketahui, sembilan tim pernah menjadi korban dari penipuan yang dilakukan Elwizan.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, membocorkan sembilan tim tersebut, yakni Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas U-19 Indonesia, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan terakhir PSS Sleman.
Ternyata Aslinya Amin adalah Kondektur Bus
Meskipun jasanya laku bersama beberapa klub sepakbola ternama bahkan Timnas U19 Indonesia, namun siapa sangka jika Elwizan pernah bekerja sebagai kondektur bus dan pengusaha warung kelontong.
Fakta itu terungkap setelah menyusul tertangkapnya Amin (sapaan akrab pria 41 tahun tersebut) oleh Satreskrim Polres Sleman, Jogjakarta, di mana setelah lebih dari dua tahun menjadi buron.
Pada saat itu Amin nekat menjadi dokter gadungan karena motif ekonominya, yaitu untuk mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih tinggi daripada pekerjaan sebelumnya.
(jenlywenur)
