
Boroko, BeritaManado.com – Fadli Tajudin Usup, SE, MM tampaknya berhasil menunjukan kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Bolmut Depri Pontoh.
Sejak dilantik Maret 2017 lalu sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segudang capaian mampu diraih sosok yang sudah malang melintang di pemerintah desa dan kecamatan itu.
Satu dari sekian capaian yang ia tunjukan itu ialah mampu menurunkan jumlah desa tertinggal, dan menambah jumlah desa maju serta desa berkembang (lihat tabel) di Kabupaten Bolmut.

Data yang berhasil dikumpul BeritaManado.com di DPMD, sejak tahun 2017 lalu, dari 106 desa yang tersebar di enam Kecamatan, Bolmut, terdapat 48 desa tertinggal.
Sedangkan desa berkembang tercatat ada 45 desa, sementara desa maju berjumlah 5 desa.
Bahkan, data menunjukan, sejak saat itu Kabupaten Bolmut memiliki desa dengan kategori sangat tertinggal dengan jumlah 8 desa.
Tak butuh waktu lama, seiring dengan kepemimpinannya dibawa kontrol Bupati Depri Pontoh, pada tahun 2019 mantan Camat Bolangitang Barat ini mampu menuntaskan desa sangat tertinggal menjadi 0 (nol).
URAIANNYA:
Pada tahun 2019, Fadli berhasil menurunkan desa tertinggal dari yang semula berjumlah 48 desa merosot jauh menjadi 25 desa di tahun 2019.
Sementara desa berkembang bertambah menjadi 76 desa, dari yang sebelumnya 45 desa, dan desa maju tetap berada di angka 5.
Memasuki kurang lebih empat tahun kepemimpinanya di DPMD, ayah dari dua orang anak ini kembali menunjukan keberhasilnnya.
Hasilnya, di tahun 2021 perkembangan desa tertinggal turun drastis, dari yang sebelumnya di tahun 2019 berjumlah 25, tercatat tinggal 4 desa pada tahun 2021.
Begitupun pada kategori desa berkembang, dari data di tahun 2019 berjumlah 76 desa, di tahun 2021 bertambah menjadi 90 desa.
Sedangkan untuk status desa maju, menjadi 12 desa di tahun 2021, dari sebelumnya hanya ada 5 desa.

Kepada BeritaManado.com Fadli Tajudin Usup mengurai, empat desa tertinggal yakni berada di desa Apeng Sembeka, Kecamatan Sangkub, desa Solo, Kecamatan Kaidipang.
“Dan desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang, serta desa Komus I, Kecamatan Pinogaluman,” jelas Fadli T Usup.
Menurut dia, data diatas adalah berdasarkan survey Indeks Desa Membangun (IDM) yang dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Terdapat tiga indikator yang digunakan untuk mengukurnya yaitu mengunkanakan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks Ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL),” ujarnya.
