
Manado, BeritaManado.com — Menjadi seorang dokter spesialis bedah bukan hanya soal kemahiran tangan di meja operasi, tetapi juga soal keteguhan hati dan integritas.
Pesan mendalam inilah yang menjadi sorotan utama saat Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, saat memberikan arahan dalam acara penandatanganan Pakta Integritas bagi para peserta PPDS Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Unsrat, Kamis (12/3/2026).
Di hadapan para residen baru, Prof. Starry menekankan bahwa standar medis yang tinggi harus selalu berjalan beriringan dengan keselamatan pasien.
Beliau mengingatkan bahwa di balik setiap tindakan medis, ada nyawa dan harapan masyarakat yang dipertaruhkan.
Oleh karena itu, pelayanan prima bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang harus mendarah daging.
“Seorang dokter harus memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan dengan standar mutu yang prima serta mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis,” ujar Prof Starry Rampengan.
Namun menurutnya, profesionalisme saja tidak cukup.
Prof. Starry juga menyentuh sisi humanis dalam dunia kedokteran.
Ia mengajak para calon dokter spesialis untuk menjaga keharmonisan hubungan di segala lini, mulai dari hubungan spiritual dengan Tuhan, rasa hormat kepada guru, kerja sama antar-rekan sejawat, hingga empati yang tulus kepada pasien dan keluarganya.
Penandatanganan pakta integritas ini pun menjadi simbol bahwa proses pendidikan di RSUP Kandou harus bersih dari pelanggaran etika dan sejalan dengan regulasi yang ada.
Prof. Starry memimpikan sebuah lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat dan profesional secara budaya kerja.
“Jaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat, fakultas, dan rumah sakit. Tunjukkan bahwa integritas adalah identitas kita dalam menjalankan setiap tanggung jawab,” tutupnya.
(***/jenlywenur)
