
KUDUS, BeritaManado.com — Kontingen Sulawesi Utara menorehkan hasil membanggakan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Hingga Selasa (21/10/2025) pukul 18.36 WIB, tim Sulut sementara ini berhasil mengoleksi empat medali dari total 37 atlet yang diturunkan.
Dari empat medali tersebut, satu di antaranya emas, dipersembahkan oleh Juvanda Prisilia Sandinganeng dari cabang olahraga Sambo kelas 54 kg combat.
Medali perak diraih Pasya Azahwa Puhi di cabang Taekwondo kategori fin under 46 kg gyorugi, sementara dua medali perunggu masing-masing disumbangkan oleh Clairy Anggreini Kandouw dari Pencak Silat kelas D (di atas 60 kg hingga 65 kg) tanding, serta Michael Jendri Manumpahi dari Shorinji Kempo kelas 70 kg randori perorangan.
Dalam klasemen sementara, Sulut menempati posisi ke-20.
Sementara itu, Jawa Barat (Jabar) untuk sementara memimpin dengan perolehan 64 medali — terdiri dari 27 emas, 10 perak, dan 27 perunggu.
Tahun ini, kontingen Sulut menurunkan 37 atlet yang berlaga di tujuh cabang olahraga bela diri, meliputi:
Wushu (4 atlet)
Taekwondo (4 atlet)
Sambo (4 atlet)
Pencak Silat (7 atlet)
Shorinji Kempo (2 atlet)
Karate (12 atlet)
Gulat (3 atlet)
Sebagai informasi, PON Bela Diri 2025 merupakan multievent nasional pertama yang lahir dari kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PT Djarum, dan berbagai induk cabang olahraga bela diri.
Ajang ini digelar mulai 12 Oktober 2025 di Kota Kudus, Jawa Tengah, dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yaitu Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo.
Selain menjadi arena adu prestasi, PON Bela Diri 2025 juga menjadi simbol sinergi antara dunia olahraga, industri, dan daerah dalam membangun semangat sportivitas serta melahirkan bibit-bibit atlet potensial menuju PON XXI 2028 mendatang.
(rds)
