Bisnis dan Ekonomi

Ekspor Sulut Rekor Baru, Tembus 46 Negara

Sementara, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado Junaidi menjelaskan, setidaknya ada lima kebijakan yang saat ini sedang dijalankan.

Diantaranya proses layanan yang melalui Online Single Submission (OSS), layanan informasi peta komodutas pertanian ekapor (iMace), inovasi health and phytosanitary certificate (e-Cert), layanan in line inspection dan program pelatihan bagi calon eksportir milenial melalui Agro Gemilang.

Terpisah, Direktur Utama PT Royal Coconut Azhar mengapresiasi perhatian Kementerian Pertanian atas ekspor komoditi kelapa Sulut serta pelayanan prima pihak kementerian yang memudahkan perusahaan dalam mengekspor produk, salah satunya prngurusan sertifikat secara online.

Azhar menjelaskan, PT Royal Coconut merupakan eksportir lama yang sudah mengekspor ke 82 negara baik di Eropa, Afrika Utara, Afrika Selatan, Amerika dan berbagai belahan dunia.

PT Royal Coconut cabang Minahasa Utara sedikitnya memproduksi 350 ton kelapa per hari, dan untuk cabang Gorontalo memproduksi 250 ton kelapa per hari dengan bahan baku dari petani lokal dan penyuplai.

“Tentu saja bangga, ini kali kedua perusahaan melepas ekspor dan disaksikan langsung pihak kementerian. Beberapa bulan lalu di Gorontalo juga dilepas oleh Pak Menteri. Saat ini kita lagi membangun fasilitas untuk memproduksi santan kelapa dan air kelapa. Bertahun-tahun kita sudah membuang air kelapa. Mudah-mudahan akhir tahun ini fasilitas sudah siap, untuk mesin produksi siap supaya menambah volume produksi,” jelas Azhar yang mempekerjakan sekitar 600 karyawan dan prioritas warga lokal.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut Hengky Gerungan menambahkan, dukungan pemerintah pusat dalam produksi komoditi andalan Sulut, salah satunya kelapa akan menjadi semangat baru bagi petani kelapa yang sekarang sedang menjerit akibat anjloknya harga kopra.

“Harapan baru petani Sulut, karena kita ingin harga produk kita naik sehingga kesejahteraan petani ada. Inilah usaha pemerintah untuk melirik produk unggulan kita di Sulut. Berharap kedepan pengusaha lebih meningkatkan kulitas produk andalan Sulut untuk diekspor supaya permintaan pasar meningkat. Saya juga baru tahu ternyata produk turunan kelapa itu ada banyak. Dan ini kesepatan bagi petani Sulut untuk menjual kelapa dengan harga yang lebih baik,” harap Gerungan.

(Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara