Manado – Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 (EKW 2085) , berisi mimpi dan harapan Bangsa Indonesia yang akan dibuka 70 tahun mendatang, akhirnya tiba di Kawasan Utara Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di Desa Tuntulow, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolmut (Bolaang Mongondow Utara).
Ekspedisi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dari titik nol kilometer di Kota Sabang kemudian berkeliling 34 propinsi menuju Merauke ini secara resmi diterima Bupati Bolmut Drs Depri Pontoh.
Kapsul Waktu tiba di Bolmut tepat pukul 09.30 Wita, disambut ribuan masyarakat Bolmut, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, dan seluruh pejabat SKPD, Camat, Lurah se Kabupaten Bolmut.
Tampak juga, sejumlah Kepala Daerah hadir di Halaman Kantor Bupati Bolmut yang ikut melakukan expedisi perjalan Kapsul Waktu. Mereka diantaranya yakni, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Indra Yasin, Bupati Tolitoli, dan sejumlah pejabat Pemprov Sulut.
Setelah Bolmut, rombongan EKW 2085 tiba di Kota Kotamobagu Pukul 16.38 Wita. Sebanyak 70 bentor menjemput kapsul harapan tersebut di Depan Taman Marlina Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Mewakili pemerintah, Camat Kotamobagu Barat Nasli Paputungan menerima secara simbolis kapsul waktu dari Panitia Nasional Andre Sumual. Untuk selanjutnya diteruskan kepada tetua adat.
Beberapa penyampaian dalam bahasa Mongondow disampaikan oleh tetua adat Kotamobagu Barat Papa Lud.
Kapsul kemudian diangkut dengan truk tronton dan diarak keliling Kota Kotamobagu sebelum diterima Walikota Ibu Tatong Bara dengan upacara adat dirumah dinasnya. Pembacaan mimpi pun dilakukan dengan meriah.
Esoknya, Jumat (4/12) pagi rombongan EKW 2015 dilepas secara resmi oleh Ibu Walikota Kota Kotamobagu dengan upacara resmi menuju Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Bupati Boltim Rudy Mokoginta menerima rombongan EKW 2085 dengan upacara kecil di tepi Danau Moat. Rombongan kemudian diantar Bupati ke perbatasan dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kab. Minahasa Selatan yang diterima Kadis Pariwisata Sony Sumeke mewakili Bupati.
Dengan diiringi drumband rombongan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju arena Festival Holtikultura Modoinding. Warga Modoinding antusias menyambut EKW 2085 walau turun hujan deras.
Panitia Nasional Andre Opa Sumual secara simbolis ikut menanam salah satu dari 70 pohon Pakoba. Pawai mobil berhias hasil bumi Modoinding yang didaulat menjadi Dapur Indonesia mengiringi pelepasan rombongan menuju Amurang.
Setelah sejenak singgah di Kantor Bupati Minahasa Selatan rombongan bertolak menuju SMA Negeri I Tompaso bertemu siswa-siswi yang berkenan membacakan mimpi.
Hanya 15 menit rombongan EKW 2085 menuju Langowan, Kab Minahasa dan diterima Wakil Bupati Ivan Sarundajang. Walau dengan panggung berpenerangan minim acara pembacaan mimpi anak-anak Minahasa berlangsung cukup baik.
Acara puncak EKW 2085 berlangsung di Pantai Mantos Manado dengan dihadiri Pjs Gubernur Sulawesi Utara Soni Sumarsono, Kapolda, Kajati, Danlanut serta seluruh SKPD Sulut.
Dalam sambutannya Gubernur Soni menjelaskan tentang substansi Ayo Kerja serta makna Ekspedisi Kapsul Waktu yang diselenggarakan oleh Gerakan 70 Tahun Indonesia Merdeka Ayo Kerja yang diketuai Mensesneg Pratikno.
Bukan kebetulan, seperti diungkapkan Ketua Panitia Daerah G70 Veldy Umbas dalam lsambutannya bahwa ternyata Gubernur Soni Sumarsono adalah salah satu penggagas Ekspedisi Kapsul Waktu ini.
Parade seni dan budaya seperti tarian Kabasaran, Barongsai, Katrili, choir, mengisi acara pembacaan mimpi masyarakat SULUT.
Setelah ikut membacakan mimpinya, Pjs Gubernur Soni Sumarsono melepas rombongan EKW 2085 yang selanjutnya meninggalkan SULUT bertolak menuju Maluku Utara. Pada 22 Desember kapsul waktu akan tiba di Merauke dan diterima Presiden Jokowi. (***/risat)
