
Manado, BeritaManado.com – Perekonomian Sulawesi Utara terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan paparan Bank Indonesia Sulawesi Utara dalam Seminar Akhir Tahun ISEI Manado 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan III 2025 mencapai 5,39 persen (yoy).
Angka ini berada di atas capaian nasional yang sebesar 5,04 persen.
Pertumbuhan tersebut menempatkan Sulut di posisi ke-5 tertinggi di Pulau Sulawesi, menunjukkan penguatan ekonomi daerah yang cukup solid di tengah tekanan global.
Hal itu dipaparkan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara pada seminar nasional akhir tahun ISEI Manado tahun 2025, Rabu (10/12/2025) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut.
Bank Indonesia mengungkapkan bahwa dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan Sulut terutama ditopang oleh sektor transportasi, seiring meningkatnya jumlah penumpang pesawat dan pembukaan berbagai rute domestik serta internasional.
Sektor konstruksi juga tumbuh kuat berkat penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menjadi quick win pemerintahan baru.
Selain itu, kenaikan harga komoditas unggulan ekspor turut mendukung kinerja pertanian dan perdagangan, yang masih menjadi sektor strategis dalam struktur PDRB Sulawesi Utara.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulut didorong oleh peningkatan investasi, naiknya ekspor minyak nabati, serta penguatan belanja sosial pemerintah.
Konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga, terutama dengan momentum Pengucapan Syukur dan naiknya upah minimum.
Sementara itu, inflasi Sulut pada November 2025 tercatat 0,65 persen (yoy), berada di bawah rentang target nasional.
Pendorong utama deflasi di beberapa daerah adalah peningkatan pasokan beras, tomat, dan daun bawang, sementara inflasi terutama dipengaruhi angkutan udara dan kenaikan harga emas perhiasan.
Bank Indonesia menilai stabilitas harga di Sulut terjaga berkat sinergi kuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang pada tahun ini meraih TPID Provinsi Terbaik 2025 serta sejumlah penghargaan untuk kabupaten/kota.
Dengan momentum ini, perekonomian Sulut diperkirakan terus menguat hingga akhir tahun, didukung aktivitas konsumsi, mobilitas masyarakat, dan berlanjutnya proyek-proyek infrastruktur.
(srisurya)
