Sedangkan untuk pekerjanya, total sekitar 30 orang.
“Untuk pekerja yang membuat kacang goyang, telah bekerja cukup lama, lebih dari 20 tahun,” katanya.
Dari hasil membuka usaha kacang goyang dirinya bersyukur, banyak hal yang telah dicapai, dari mempekerjakan warga sekitar tempat tinggalnya di kelurahan Motoboi Kecil, sampai membuka usaha makanan ringan lainnya, yang jumlahnya sekitar 40 macam.
“Saya juga memiliki toko oleh-oleh pertama dan satu-satunya yang ada di Kotamobagu,” ucap Zainal.
Saat ini pria yang senang memelihara burung hias ini menjelaskan saat inimerasa beruntung, karena produk kacang goyangnya bisa dibeli di gerai Alfamart di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya.
Awal mulai bergabung produknya di Alamart, pada saat minimarket tersebut hadir di Kotamobagu pada 2017 lalu, yaitu sekitar 9 gerai.
Pada saat itu, dari pihak Alfamart menyarankan untuk memperbaiki packing, agar semakin menarik konsumen.
Dia pun kemudian mengikuti saran yang diberikan dengan mengubah packing dari kacang goyang Cap Maleo.
Kemudian, secara perlahan-lahan penjualan produknya semakin meningkat di Alfamart, karena pelanggan mulai mengetahui produknya saat ini tersedia di jaringan minimarket nasional tersebut.
Setelah dapat memenuhi di 9 gerai, penjualan produknya terus meningkat, hingga saat ini berada di 57 gerai Alfamart di Bolmong Raya.
“Saya harap kacang goyang cap maleo bisa mengisi seluruh gerai di Sulawesi Utara dan Gorontalo, bahkan nasional. Karena untuk itu saya siap,” tegas Zainal.
Pihaknya merasa bersyukur hingga saat ini masih bermitra dengan Alfamart, apalagi untuk penjualannya terus meningkat.
“Saya berharap mendapat perhatian dari manajemen Alfamart,” tutur pria yang selalu menjaga adat-istiadat.
Alfamart adalah ritel modern yang memahami potensi UMKM, agar bisa berkembang, salah satunya dengan memberikan kesempatan produk UMKM dipasarkan di jaringannya.
”Produk khas suatu daerah sudah pasti menjadi primadona di daerah itu, dan kami ingin ikut ambil peran mendukung berkembangnya UMKM dengan bidang kemampuan kita yaitu toko berjejaring,” ujar Nur Rachman, Corporate Communication GM Alfamart.
Menurutnya, produk lokal bisa makin dikenal, tidak hanya sebatas di toko-toko tertentu seperti toko oleh-oleh saja.
Produk yang sudah dikenal dan digabungkan dengan kualitas produk yang baik tentu berbanding lurus terhadap penjualan, yang akhirnya bisa memajukan UMKM itu sendiri.
“Kami terbuka terhadap produk UMKM, selama memenuhi izin yang ditetapkan pemerintah, mengikuti prosedur perusahaan dan produknya sendiri mempunyai kualitas baik,” jelas Nur.
(***/srisurya)
