Ke depan, bermodalkan hasil pelatihan dari BI, Poktan Rajawali akan terus memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok tani di Talaud yang ingin mengembangkan cabai rawit.
Smart Green House yang menjadi bantuan BI tahun 2025 merupakan sebuah solusi pertanian berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan proses pembibitan di dalam green house/rumah kaca.
Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas serta kualitas bibit pertanian melalui pemantauan dan pengendalian lingkungan secara real-time.
Salah satu keunggulan menggunakan smart green house nantinya adalah proses penyiraman tanaman akan dilakukan secara otomatis dan dikendalikan melalui smartphone.
Rencana proses pembangunan smart green house beserta sumur bor ini akan dilakukan di akhir Semester I 2025.
Andry menambahkan, cabai ini sangat berpengaruh terhadap inflasi, disisi lain komoditas cabai saat ini juga memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil.
“Kami berharap jumlah petani yang menanam cabai semakin banyak di Talaud. Dengan petani semakin banyak tanam cabai selain dapat meningkatkan ekonomi lokal juga dapat membantu program pemerintah khususnya Asta Cita swasembada pangan,” kata Andry.
Acara diakhiri dengan tinjauan lahan, diskusi dengan para petani serta pemetikan cabai secara simbolis oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Kepala BP2RD Talaud beserta jajaran tamu undangan yang hadir.
(***/srisurya)
