Berita Utama

Dua Jenderal Polisi di Sulut Pimpin Ratusan Anak Buah Angkat Sampah di Ikon Kota Manado

Dua Jenderal Polisi di Sulut Pimpin Ratusan Anak Buah Angkat Sampah di Ikon Kota Manado
Aksi bersih-berdih sampah Polda Sulut di Kawasan Mega Mas Manado.

Manado, BeritaManado.com – Pagi itu, angin laut berembus pelan di pesisir Megamas, Manado. Matahari baru saja naik ketika ratusan personel Polda Sulawesi Utara sudah berbaris, bukan untuk apel pengamanan atau operasi penertiban, melainkan membawa karung.

Di hari kedua bulan suci Ramadan, saat sebagian dari mereka menahan lapar dan dahaga, para polisi itu justru menyisir garis pantai. Satu per satu sampah plastik, botol bekas, hingga limbah rumah tangga yang terdampar di pasir mereka pungut dengan sabar.

Seragam cokelat yang biasa identik dengan penegakan hukum pagi itu menyatu dengan pasir dan debur ombak.

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin langsung kerja bakti massal tersebut, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono.

Tanpa sekat jabatan, mereka turun bersama anggota, membungkuk, mengangkat sampah, dan menyapa warga yang melintas.

Bagi mereka, menjaga lingkungan adalah bagian dari pengabdian yang tak kalah penting dari menjaga keamanan.

Aksi bersih-bersih di Kawasan Megamas, Jumat (20/2/2026), menjadi wujud dukungan terhadap program Indonesia ASRI yang diinisiasi pemerintah pusat. Namun lebih dari sekadar menjalankan kebijakan, kegiatan itu terasa seperti panggilan hati untuk merawat “Bumi Nyiur Melambai” agar tetap hijau dan lestari.

“Kami sangat konsen dengan perintah Bapak Presiden terkait pelestarian alam ini. Program Indonesia ASRI adalah langkah yang sangat bagus dan harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Kita wajib menjaga lingkungan agar tetap hijau dan bersih demi generasi mendatang,” ujar Irjen Roycke di sela kegiatan, sambil tetap memantau personel yang bekerja.

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi fondasi kesejahteraan masyarakat dan masa depan pariwisata Sulawesi Utara. Pantai yang bersih bukan sekadar indah dipandang, melainkan sumber harapan bagi pelaku usaha, nelayan, hingga generasi muda yang tumbuh di pesisir.

Senada, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan menjelaskan, Megamas dipilih karena merupakan ikon wisata dan wajah Kota Manado. Di tempat inilah warga dan wisatawan bertemu, menikmati senja, dan membangun cerita.

Polisi ingin memastikan ruang publik itu bebas dari tumpukan sampah yang merusak pemandangan dan ekosistem.
Di tengah kesibukan kota, pemandangan polisi memunguti sampah menjadi pesan yang kuat: menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.

Polda Sulut berharap langkah kecil di tepi pantai itu bisa memicu kesadaran kolektif—baik dari pelaku usaha, pengunjung, maupun masyarakat sekitar—untuk lebih disiplin mengelola sampah rumah tangga.
Karena pada akhirnya, laut yang bersih dan pantai yang terawat bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi warisan untuk anak cucu.

Dan pagi itu di Megamas, pengabdian pada negeri diwujudkan lewat hal sederhana: memungut sampah demi masa depan yang lebih asri.

Deidy Wuisan

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara