
MANADO – Hari Minggu lalu, Benny Ramdhani mewakili organsasi masyarakat Islam se-Sulut menyampaikan lima ultimatum Ramadhan. Salah-satunya warning kepada PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan puasa. Namun ultimatum tersebut berbanding terbalik dengan pemadaman listrik yang terjadi tiga hari terakhir ini.
“Baru saja kami mengingatkan PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan. Eh, tau-taunya berapa terakhir justru sering terjadi pemadaman,” tukas Rhamdani penuh tanya, Rabu (3/8).
Dirinya masih tetap penasaran dengan sikap PLN yang menurutnya kurang profesional. Karena pemadaman listrik sangat menganggu aktifitas masyarakat. Namun anggota komisi IV DPRD Sulut ini masih memahami kekurangan PLN.
“PLN harus mampu melakukan pembenahan, karena ketersediaan listrik sangat berpengaruh pada investasi di daerah ini,” tukasnya. (jry)

Iklan PLN di beritamanado.com ..Gratis hingga 31 Desenber 2011 penambahan daya 450VA atau 900VA ke 1300VA atau 2200VA, apakah kapasitas yg ada saat ini dari PLN sdh cukup utk penambahan daya (GRATIS), sebab tanpa ada penawaran penambahan daya gratis saja, sering terjadi pemadaman listrik. Betul masyarakat beralih ke 1300 atau 2200VA dpt menambah pendapatan PLN, akan tetapi apakah PLN bs menjamin “Kalau tambah daya ke 1300 / 2200VA tdk akan ada pemadaman listrik lagi (karena beban over-load) ????? Kalau hanya mengejar pendapatan dari 1300 / 2200 VA sertai dengan sering terjadi pemadaman, jangan2x PLN mo jadi Perusahaan Lilin Negara.-
Torang juga hrs menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Jujur kita juga merasa bersimpati dengan teman-teman yg mau buka puasa mar mati lampu. Kiranya PLN dapat memperbaiki kinerjanya krn pengaruhnya juga sampai ke seluruh masyarakat.
Mr. Benny R. juga kiranya dpt memakai istilah yg lebih “menyejukkan” misalnya ultimatum diganti dengan permintaan kek…..
Kaum minoritas yg sudah mulai bergigi di SULUT sudah mulai berani memberi ultimatum… ini yang disebut dikasih hati mau jantung, dikasih tali mau bagantung