Agama dan Pendidikan

Dosen Unsrat Mengadu Ke DPD RI

MANADO – Adanya sikap serta perlakuan yang diterima oleh beberapa dosen di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang terkesan tidak adil belakangan ini, membuat kelompok-kelompok dosen ini akan mengadukan perlakuan yang mereka terima kepada Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Sulawesi Utara.

“Besok kami akan bertemu dengan personil DPD RI perwakilan Sulut terkait tindakan yang kami alami belakangan ini yang terkesan terdiskriminasi,” papar salah satu dosen yang tidak mau namanya di ekspose, pagi tadi.

Lebih lanjut sumber beritamanado ini menambahkan bahwa kegiatan ini akan langsung dihadiri semua personil DPD yang berasal dari Sulawesi Utara.

“Jadi, dalam agenda pertemuan besok, seluruh personil akan mengambil bagian. Dan kami telah terkonfirmasi bahwa seluruhnya akan hadir,” lanjutnya. (gn)

8 tanggapan untuk “Dosen Unsrat Mengadu Ke DPD RI”

  1. Haloo “tuama”…..Yah…terserah apakah pengaduan saya bahwa “daerah daerah umumnya,usnya Sulawesi Utara ternyata makin tertinggal secara ekonomi dibanding Indonesia secara keseluruahn dan daerah lainnya’ mau didengar atau tidak. Pokoknya saya sudah menyampaikan ke publik hasil peneliytian saya yang telah dipresentasekan dibanyak forum ilmiah nasional seperti pada Forum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dsb. memang kaum ilmuwan cendrung bisa tidak sejalan dengan arus air yang mengalir….malahan sejumlah kaum ilmuwan harus dipenjarakan, dikuciulkan, dicemooh sepwerti yang dialami oleh Socrates, Copernicus, Marie Currie ds karena pandangan pandangan intelektual yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan ‘penguasa’…..Martin Luther saja, tokoh Protestan yang sekarang dianut oleh jutaaan pengikurnya sekarang, dikejar kejar, dikucilkan dsb…..semangat idelaisme seperti diatas itu yang harus nhya diacu bagi mereka yang menamakan diri intelektual, semangat yang harus diacu oleh Kampus….tentu saja kaum intelektual tidak bebas dari mkekurangan dan kelemahannya sebagai manusia biasa termasuk saya ini kan?….tidak selalu acuan normatif dapat selalu 100 persen diikuti…tapi upaya untiuk kesempurnaan harus tetap ada kan?….

    Tapi saya mendapat respons dari DPD sepertinya DPD mau mengundang saya mempresentasekan risensi buka dan penelitian saya tentang Perkembangan Ekonomi Regional pada Forum DPD di Jakarta…wait and see…ini kan perjuangan kaum intelektual supaya Pusat masih harus memperbaiki kebijakan desentralisasi dan otonomi daerahnya agar daerah termasuk Sulut jangan makin tertinggal kan?…Tuhan kiranya Mengampuni Kekeliruan 2 kita semua. dan kemudian memberkati kitra semua termasuk anda dan saya. Amin.

  2. Terima kasih. Arti leterlyk dari DPD aja adalag Dew3an perwakilan Daerah. Inti issuenya Pak…memang ekonomi daerah khususnya Sulut mengalami peningkatan dari angka angka “absolute”, tapi dibandingkan dengan rata rata nasional, sudah menurun Pak. Padahal, diharapkan dengan adanya “desentralisasi dan otonomi daerah” seharusnya pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih cepat dari rata rata nasional…Menurut ukuran PDRB/Kapita, tahun 1970am, PDRB/Kapita Sulut masih diatas rata rata nasional. Sekarang, rata rata nasional tahun 2009 Rp 22 juta/kapita, Sulut hanya Rp 12 juta, jadi tinggal 51 % dari rata rata nasional…..isue ini yang saya saya sampaikan ke DPD yang kebetulan ada juga Tim dari Unsrat…..kalau anak saya beliau itu kan tidak mewakili Sulut tapi dari Dapil Magelang di Jawa Tengah Pak….GBU n Syalom pak ya

    Baca Tulisan saya di Sulut Link tentang Menghadapi Penetrasi dan Invasi Ekonomi Global dan Nilai Nilai Luar….Komunitas Kawanua bisa jadi buruh pada tanah leluhurnya sendiri….Hopefully Not….benar..perkuat ketahanan perekonomian desa…..

  3. Terima kasih. Arti leterlyk dari DPD aja adalag Dew3an perwakilan Daerah. Inti issuenya Pak…memang ekonomi daerah khususnya Sulut mengalami peningkatan dari angka angka “absolute”, tapi dibandingkan dengan rata rata nasional, sudah menurun Pak. Padahal, diharapkan dengan adanya “desentralisasi dan otonomi daerah” seharusnya pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih cepat dari rata rata nasional…Menurut ukuran PDRB/Kapita, tahun 1970am, PDRB/Kapita Sulut masih diatas rata rata nasional. Sekarang, rata rata nasional tahun 2009 Rp 22 juta/kapita, Sulut hanya Rp 12 juta, jadi tinggal 51 % dari rata rata nasional…..isue ini yang saya saya sampaikan ke DPD yang kebetulan ada juga Tim dari Unsrat…..kalau anak saya beliau itu kan tidak mewakili Sulut tapi dari Dapil Magelang di Jawa Tengah Pak….GBU n Syalom pak ya.

  4. @ Prof Lucky …

    Sangat sangat tergelitik Statement anda ttg ini :

    “Saya sebetulnya juga pingin ketemu DPD….mau menanyakan mengapa Ekonomi Sulawesi Utara realtif makin tertinggal dan penduduk lokal Sulut makin terpinggirkan?.. Sulut sedang menghadap Invasi kekuatan ekonomi luar dan penetrasi budaya dan nilai nilai luar….penduduk lokal akan menjadi buruh pada tanah leluhurnya…..apa yang diperjuangkan DPD asal Sulawesi Utara menyangkut masaalah ini?”

    Prof, Dampak Ekonomi Global akibat perdagangan bebas yg sudah di tandatangani pemerintah bukan cuma di SULUT, samua Propinsi. hanya propinsi yg punya PAD dan HOME INDUSTRI kuatlah yg bisa bertahan. kalo melihat situasi SULUT yg semua berorientasi kepada PNS, maka jangan heran kalo nanti SULUT akan menjadi TAMU di Rumah sendiri.

    Dan, Anda bilang akan bertemu dengan DPD ttg hal ini? Coba tanya ke Anak anda yg adalah anggota DPR RI yg terhornat, wewenang DPD sampe sejauh mana? selama ini DPD wewenangnya di pangkas habis oleh DPR-RI agar supaya kekuasaan legislasi DPR tidak berkurang.

    btw, kalau anda ingin melakukan yg terbaik utk SULUT .. CIPTAKAN LAPANGAN KERJA dan BERDAYAKAN EKONOMI DESA.
    Jangan cuma mo pi bakudapa deng DPD kong mo bacarita … nda guna Prof.

    Rgds,
    Sam

  5. Mungkin ada kaitannya dengan pemilihan Rektor. Dimana
    planned and regulated ataupun evolution politics yang kurang mendidik
    seharusnya direnungkan bersama agar democratically elected yang di
    harapkan demi untuk kemajuan bersama bisa tercapai.
    Jangan terlalu mementingkan diri sendiri yang menuju ke dicernible impact
    dan menghambat kemajuan pendidikan generasi penerus Sulut.
    With my best regards.

  6. Menurut kita silahkan dosen2 Unsrat menyampaikan aspirasi ke DPD, bahkan lebih lanjut DPR RI atau bahkan DPD RI di Jakarta, kalau Prof Lucky mo baku iko , sebaiknya nyanda usah, kalu mo pigi, pigi sandiri kong bawa kepentingan sandiri, jangan manumpang katu dorang yang baku ator. Bisae nantinya!

  7. Saya sebetulnya juga pingin ketemu DPD….mau menanyakan mengapa Ekonomi Sulawesi Utara realtif makin tertinggal dan penduduk lokal Sulut makin terpinggirkan?.. Sulut sedang menghadap Invasi kekuatan ekonomi luar dan penetrasi budaya dan nilai nilai luar….penduduk lokal akan menjadi buruh pada tanah leluhurnya…..apa yang diperjuangkan DPD asal Sulawesi Utara menyangkut masaalah ini?….syalom.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara