
Manado — Action Figure tak hanya dibeli oleh anak-anak yang mengidolakan salah satu karakter dalam komik atau film animasi saja.
Seiring perkembangan waktu, action figure kini menjadi barang koleksi orang dewasa yang bisa memiliki harga fantastis, tergantung dari jenis karakter, edisi hingga tingkat kesulitan mendapatkan action figure tersebut, mengingat beberapa seri hanya diproduksi terbatas oleh perusahaan pembuatnya.
Banyaknya film dengan efek CGI yang menampilkan action figure secara real dalam wujud nyata juga menambah daya tarik bagi peminat action figure.
Salah satu pengkoleksi action figure yang ada di Manado, yaitu Reivo Chrestotes Lang atau yang biasa disapa Reivo.
Pria kelahiran Manado 25 April 1989 yang merupakan dosen Hukum di Universitas Kristen Tomohon (UKIT) ini memang sudah menyukai action figure sejak kecil.
“Berawal dari suka menonton film sejak kecil, akhirnya koleksi action figure menjadi hobi. Itu jadi kesibukan diluar tanggungjawab saya sebagai tenaga pengajar,” ujar Reivo.
Reivo pun tak memungkiri, untuk mengoleksi action figure butuh pengorbanan terutama materi, tapi dirinya menyebut, hobi ini jadi membantunya untuk bisa mengatur keuangan dengan baik.
“Justru bisa membantu mengatur pengeluaran agar tidak mengganggu kebutuhan utama. Jadi kalau tidak terlalu penting lebih baik jangan boros disitu, jadi bisa disimpan untuk koleksi selanjutnya,” ungkap Reivo.
Tak hanya sendiri, Reivo bahkan tergabung dalam komunitas kolektor action figure yang diberi nama Dream Land Community.
“Dream Land Community adalah komunitas yang menjadi wadah untuk kolektor action figure Manado. Jadi siapa saja yang tertarik walaupun belum punya koleksi bisa join dengan komunitas kami,” kata Reivo.
Dream Land Community pun terbuka untuk umum dan untuk bisa bergabung di komunitas ini dapat menghubungi 085224249999.

(srisurya)
