Iswanto Sukma Agung saat memeriksa salah satu pasiennya di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado.
Manado – Bagi warga Kota Manado yang terbiasa minum kopi dan mendatangi kawasan Jalan Roda (Roda) Manado, pasti kenal sosok Iswanto Sukma Agung.
Pria yang tiap harinya memegang tensimeter (sphygmomanometer) dan stetoskop ini, berjalan mencari pasien yang ingin mengukur tekanan darah.
Iswanto ternyata bukan seorang dokter yang pernah kuliah di Fakultas Kedokteran. Saat diwawancarai BeritaManado.com, Iswanto mengaku melakoni kegiatannya dan terbantu secara ekonomi.
“Saya setiap hari berjalan mencari pasien untuk mengukur tekanan darahnya. Bagi yang mau mencari tau tekanan darahnya bisa saya periksa, memang untuk sementara baru di Jarod saya mencari nafkah seperti ini,” ujar Iswanto, Kamis (28/8/2014).
Lanjut dikatakan Iswanto saat memeriksa tekanan darah salah satu pesiennya di Jarod Manado. “Satu kali tensi seharga dua ribu, ada yang kasi lima ribu saya ambil. Satu hari bisa capai seratus ribu rupiah. Ini sering saya terima pemasukan tiap harinya, bahkan kadang sebagian pasien memberikan bayaran hingga dua puluh ribu,” ujar Iswanto menutup.
Sementara itu, Thamrin salah satu pasien yang sering ditensi darahnya oleh Iswanto mengaku kadang cara penanganan Iswanto tidak profesional.
“Kadang bagus dan tidak sakit, Pak Iswanto saat memeriksa tekanan darah kita. Saya sudah berapa kali dia periksa, namun sering juga menjengkelkan dan terlihat tidak profesional karena Iswanto kelihatan amatiran. Tangan saya sering sakit setelah ditensi,” terang Thamrin. (Amasmahmud)

