
Manado – Doa Syukur Bersama mewarnai resmi beroperasinya Bandar Udara Sam Ratulangi Manado selama 24 jam pada Sabtu (13/8/2016) kemarin.
Doa syukur yang digelar di pelataran depan Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado itu dipimpin langsung General Manager PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado, Halendra Waworuntu.
Suasana haru terlihat ketika doa berlangsung yang dipimpin seorang Uztad masjid saat itu.
Seluruh keluarga besar bandara melalui perwakilannya masing-masing tampak hadir, mulai dari AirNav, Imigrasi, Beacukai, Karantina hingga airline dari berbagai maskapai.
Kadis Pariwisata Manado Hendrik Warokka dan Kordinator Satgas Pariwisata Sulut Dino Gobel juga ikut hadir.
“Instruksi pengoperasian 24 jam Bandara Sam Ratulangi turun pagi tadi dari Jakarta atas instruksi Bapak Presiden Joko Widodo. Sungguh instruksi ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus kebanggaan bagi kami bahkan seluruh masyarakat Sulut,” kata Halendra.
Hlendra mengaku saat menerima jnstruksi saat itu, langsung menggelar rapat internal dengan semua stakeholder bandara.
“Hasilnya, kami siap menyambut operasional 24 jam,” kata Halendra
Pada saat itu, Halendra memperkenalkan Nugroho Jati sebagai General Manager PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado yang akan menggantikan tugasnya di Manado. (***/rds)
Baca juga:
- Angkasa Pura I Luncurkan Nama Manado International Airport (MIA)
- Steven Kandouw: Bandara Beroperasi 24 Jam, Pak Jokowi Ternyata Ingat Aspirasi Rakyat Sulut

Mar kiapa uztad yg pimpin doa dang bukan pendeta? Ini manado bukan aceh ato daerah lain,tradisi di manado kalo ada syukuran ato launching apa aja musti pendeta berdoa akang bukang agama lain,maaf ini bukan SARA cuma pengertian aja dr orang luar yg bertugas di manado supaya menghargai budaya di sini sebagaimana torang org manado mwnghargai budaya daerah lain saat trg merantau,ini bandara boss,area sensitif krn sbgai pintu masuk org jadi harus didoakan pendeta.p
io somabo ni gm angkasapura1.
Mar kiapa uztad yg pimpin doa dang bukan pendeta? Ini manado bukan aceh ato daerah lain,tradisi di manado kalo ada syukuran ato launching apa aja musti pendeta berdoa akang bukang agama lain,maaf ini bukan SARA cuma pengertian aja dr orang luar yg bertugas di manado supaya menghargai budaya di sini sebagaimana torang org manado mwnghargai budaya daerah lain saat trg merantau,ini bandara boss,area sensitif krn sbgai pintu masuk org jadi harus didoakan pendeta.